Sekuel (01) – Why Am I Being Like This !? [Fanfiction]

Tittle           :  Why Am I Being Like This ??

Main Cast  :  Park  Ji  Yeon  T-ara

Onew  SHINee

Length         :  Oneshoot

Genre           : Romannce



** Jiyeon’s POV **

“ Ini… “

Sekaleng coke dingin berada tepat di hadapanku. Aku mengambilnya dan tersenyum pada orang yang memberikannya.

“ Gomawo, “

Onew oppa tersenyum dan duduk di ayunan di sampingku. Dia mulai membuka kaleng minumannya dan meneguk isinya sampai habis. Dia melemparkan kaleng minuman itu ke tempat sampah, namun sayang tembakannnya malah melesat. Aku hanya bisa tertawa kecil melihat hal itu.

“ Jiyeonnie, kau tidak menonton pertandingan basket hari ini ?! “ tanya Onew oppa mulai membuka pembicaraan. Aku menggeleng dan kembali meneguk coke di tanganku. Dia menghentikan ayunannya dan heran menatapku.

“ Kenapa? Hari ini Nichkhun hyung akan bertanding. Apa kau tak tahu ?? Aisshh . . . ayo cepat kita pergi, pertandingannya akan segera mulai “ ujarnya sambil menarik tanganku. Aku menepiskan tangannya dan kembali duduk memainkan ayunan. Dia menatapku dengan pandangan tak percaya.

“ Jiyeonnie, Nichkhun hyung… “

“ Iya, aku tahu hari ini dia akan bertanding melawan sekolah lain. Lalu kenapa memangnya ?! Aku sedang tak ingin menonton basket “  ujarku yang jelas saja membuat Onew oppa semakin heran. Dia duduk kembali di ayunannya dan masih memandangku dengan pandangan tak percaya. Tangannya menempel di dahiku, mungkin sedang memastikan apa aku sakit atau tidak.Aisshh,, aku menepiskan tangannya lagi dan tertawa melihat ekspresi herannya.

Aku tahu jelas-jelas dia heran melihatku sikapku hari ini. Aku menyukai Nichkhun oppa sejak pertama kali bertemu dengannya. Jangan tanya apa alasannya, aku juga tak tahu. Yang aku tahu hanya aku menyukainya, titik. Aku akan selalu berusaha mencarinya dimanapun. Aku akan selalu berusaha menonton semua pertandingan basketnya, bahkan aku adalah penonton yang paling bersemangat. Aku juga punya banyak kumpulan fotonya yang kuambil diam-diam. Aku juga tahu hampir semua hal tentang dia. Yang jelas, sejak aku menyukainya, aku tak bisa melihat namja yang lain. Tak ada yang bisa lebih istimewa bila dibandingkan dengan Nichkhun oppa tersayang. Hhahah . . .

Tapi, itu dulu. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan otakku, tepatnya apa yang sedang terjadi dengan perasaanku yang besar dan menggebu-gebu itu. Yang jelas sekarang, semuanya jadi terasa ‘biasa’ dengan Nichkhun oppa. Dulu, jangankan bicara dengannya, melihat senyumnya saja aku rasanya akan meleleh. Aku bisa menemukannya di tengah kerumunan orang banyak. Aku akan bisa melihatnya bahkan dari jarak yang cukup jauh. Tapi sekali lagi, itu dulu, saat aku masih menyukainya. Sekarang jelas berbeda.

Semuanya dimulai saat aku sakit minggu lalu. Bukan sakit yang parah sih, hanya demam dan flu biasa. Tapi sepertinya virusnya ikut masuk ke hatiku dan merombaknya habis-habisan. Entahlah…

Yang jelas sejak saat itu, aku jadi tak memikirkannya lagi. Aku jadi tak merindukannya lagi. Jantungku jadi tak berdebar kencang lagi saat melihatnya. Wajahku jadi tak memanas lagi saat bertemu dengannya. Semua jadi ‘biasa’. Bahkan Eunjung onnie dan yang lainnya pun ikut heran melihat perubahan perasaanku yang tiba-tiba. Kata mereka, melihat sikapku saat menyukai Nichkhun oppa, setidaknya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untukku bisa melupakannya. Setidaknya, dia adalah orang pertama yang benar-benar kusukai sepenuh hati. ** lalu kenapa aku bisa melupakannya secepat ini ?? **

Ring ding dong Ring ding dong Ring diggi dingdiggi Ding ding ding

Ring ding dong Ring ding dong Ring diggi dingdiggi Ding ding ding

 

Aku tersadar dari lamunanku mendengar dering telepon Onew oppa.

“ Yobosseo. Ah,ne.. ne.. arasseo “

Dia menutup telponnya dan menatapku.

“ Eunjung noona, dia bertanya apa aku sedang bersamamu atau tidak “ jelasnya padaku. Aku hanya ber ’ohh’ ria dan menghabiskan sisa dari coke-ku. Aku mencoba keberuntunganku dengan melemparkan kaleng kosong itu ke tong sampah yang tak jauh dari tempat kami. Pluunkk . . . kaleng itu sukses mendarat di dalamnya. Onew oppa tertawa senang melihat hal itu dan mulai bertepuk tangan. Sementara aku tertawa melihat tingkahnya. Tiba-tiba, aku teringat satu hal,

“ Onew oppa “

Dia memandangku sambil tetap tersenyum,

“ Bolehkah aku bertanya satu hal padamu ?? “

Dia mengangguk dan kembali memamerkan senyumannya,

“ Tapi kau harus menjawabnya dengan jujur “

Dia mengangguk lagi,

“ Kenapa kau menyukaiku ?? “

Tawanya pelan-pelan terhenti. Senyuman hilang dari wajahnya. Kulihat pelan-pelan semburat merah muncul di pipinya. Dia mulai menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Aku masih menatapnya menunggu jawaban. Sementara dia terlihat mulai salah tingkah. Aku sebenarnya tak bermaksud membuatnya salting seperti ini. Tiba-tiba saja tadi aku teringat perkataan jujurnya beberapa hari lalu padaku. Saat itu dia berusaha menghiburku yang sedang menangis karena Nichkhun oppa yang seakan tak peduli padaku, dan tiba-tiba saja dia mulai mengutarakan perasaannya. Aku hanya ingin tahu saja, kenapa dia bisa menyukaiku.

Dia masih diam, sementara aku masih tetap memandangnya penasaran,

“ Itu karena . . . “

“ Karena kau adalah kau, “

Ehh ?? dia menyukaiku karena aku adalah . . .  aku ? apakah itu adalah sebuah jawaban ?

“ Ya, aku menyukaimu karena kau adalah dirimu. Aku menyukaimu karena apa yang ada pada dirimu. Karena kau adalah kau. “ jelasnya lagi sambil mengangguk-nganggukkan kepala.

Sementara aku menatapnya dengan penuh tanda tanya. Aku sedang berusaha mencerna maksud perkataannya yang berputar-putar itu. Berusaha mengerti arti dari ucapannya yang terdengar sederhana, namun entah kenapa aku merasa bahwa itu benar-benar sangat dalam. Aku mengalihkan pandangan darinya, terdiam sesaat.

“ Lalu kenapa aku ?? Bukankah ada Eunjung onnie, Hyomin onnie, Hwayoung, atau yeoja yg lainnya ?! “ tanyaku lagi. Pandanganku kembali teralih padanya. Dia terdiam sesaat sebelum mulai bicara,

“ Itu karena apa pun yang kau lakukan, apapun yang kau katakan, hanya kau satu-satunya orang yg kupikirkan. Satu-satunya orang yg tak bisa kuabaikan. Seberapa keras pun aku berusaha. Karena kau adalah kau. “ dia memandangku dan tersenyum manis. Setelah itu, dia kembali memainkan ayunannya. Tetap diam menikmati permainannya.

Aku hanya bisa diam mendengar penjelasannya itu. tiba-tiba aku tersadar akan satu hal. Sebuah pikiran muncul dalam kepalaku. Sepertinya aku mulai bisa menerka-nerka, kenapa aku bisa tak lagi menyukai Khun oppa. Mungkin, Tuhan sedang mengajariku tentang cinta yang lain. Bukan tentang cinta Khun oppa lagi. Mungkin Tuhan ingin membuatku sadar. Selama ini, karena terlalu terobsesi dengan Khun oppa, aku sama sekali mengabaikan bentuk cinta dari namja yang lain. Duniaku berputar hanya padanya seorang. Aku tak mau peduli dengan apapun yang namja lain lakukan untukku. Aku tak mau ambil pusing dengan apapun yang mereka katakan padaku. Yang aku pedulikan hanya satu, Khun oppa.

Tapi sekarang, saat Tuhan membuatku tak menyukainya lagi. Mungkin dia ingin agar aku menyadari bahwa duniaku itu tak hanya berpusat pada Nichkhun oppa seorang. Mungkin dia ingin agar aku juga menyadari, bahwa ternyata ada namja yang lain yang memberikan cinta untukku. Contohnya seperti Onew oppa. Mungkin Tuhan sedang mengajariku untuk belajar tentang cinta yang lain. Mungkin Tuhan sedang memperlihatkan yang terbaik untukku menurut pandangan Tuhan sendiri.

Mungkin Tuhan sedang mengatakan padaku lewat hal ini, bahwa memang sudah waktunya aku berhenti menyukai Khun oppa. Sudah waktunya aku berhenti menyakiti perasaan sendiri. Sudah waktunya aku bergerak maju, bukan hanya jalan di tempat yang itu-itu saja.

Dan dalam hal ini, seharusnya aku bisa menerimanya. Bukan malah bertanya-tanya apa ada yang salah dengan diriku. Mengapa aku bisa seperti ini. Bukankah Tuhan yang membuatku menyukai Khun oppa !? Maka Tuhan juga berhak membuatku untuk tak menyukainya lagi. Cukup adil kurasa.

Tiba-tiba aku merasa bersemangat hari ini. Aku segera berdiri dari ayunanku, dan menarik tangan Onew oppa,

“ Oppa, ayo kutraktir makan es krim “

Onew oppa hanya bisa bengong melihat sikapku yang tiba-tiba begitu ceria dan bersemangat. Aku tertawa melihat ekspresi herannya. Sepertinya tak masalah kalau aku mulai belajar menyukai Onew oppa.  Setidaknya, dia selalu membuatku tertawa. Dan yang paling penting adalah dia menyukaiku. Satu hal yang tak bisa diberikan  Nichkhun oppa padaku.

Aku menariknya yang masih kebingungan ke toko es krim di seberang jalan. Memesan eskrim cokelat dan stroberi dengan ukuran besar. Dan melahapnya nikmat. Aku menatapnya yang terlihat serius menikmati es krimnya.

“ Onew oppa “

Dia mengangkat kepala memandangku,

“ Terima kasih sudah mau menyukaiku. Jeongmal gomawoyo “

Aku tersenyum padanya. Senyuman tulus untuknya yang selalu ada untukku. Senyuman terima kasih untuknya yang sudah mau menyayangiku. Senyuman terbaikku untuk Onew oppa. Hheheh😀

< the end >

 

HHehehe,, ngegantungkah?!
Ini sekuel ceritanya Forever More

7 thoughts on “Sekuel (01) – Why Am I Being Like This !? [Fanfiction]

    • hmm,,
      yg cerita JiyeOnew ini emang rencananya mau dipanjangin,
      cuman, lagi kehabisan ide,,
      hhehehe,,

      ntar deh, dilanjutin,
      makasih udah mau baca😀

      salam kenal juga yaa. . .

  1. ooonnnniieeeee…
    * tereak pake toa😀 *
    saia mampir ke WPmu…
    liat” ya onn😀
    woah ada ffku🙂
    hua senang.a
    dirimu baik kali onn😛 * hoeks *
    xixixixi xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s