Sekuel (02) – Forever More, I’ll be The One [Fanfiction]

Tittle             :  Forever More, I’ll be The One (Onew’s Part)

Main Cast    : Onew SHINee

Jiyeon T-ara

Other Cast  : Member SHINee

Genre          : Romance

Length         : Oneshoot

Backsound : Forever More yg versi Onew  **hhheheh**

**  Onew’s POV  **

Before we go to sleep tonight

We’ll say our prayers

I’ll hold you tight

and kiss away the fears you hold inside you


“ Onew oppa “

Aku mengangkat kepalaku menatapnya, wajahnya benar-benar terlihat ceria.

“ Terima kasih sudah mau menyukaiku. Jeongmal gomawoyo “ ujarnya sambil tersenyum. Senyum paling manis yang pernah diperlihatkannya untukku. Aku benar-benar terpaku selama beberapa saat.

Oh . . .

My . . .

God . . .

Apa aku tak salah dengar. Dia bilang terima kasih !? Terima kasih karena sudah menyukainya ?! Hey, benarkah itu ?? Hhahaha . . . Jinja?? Entah kenapa aku merasa sangaaaaaat senang. Saking senangnya aku ingin melompat-lompat disini. Benarkah dia bilang terima kasih padaku, terima kasih karena sudah menyukainya.

Hey, kau tahu itu apa artinya. Itu artinya dia mengijinkanku menyukainya. Itu artinya dia tak marah padaku karena menyukainya. Itu artinya hal yang paling kutakutkan takkan terjadi. Alasan terbesarku tak mengatakan perasaan padanya adalah aku tak ingin dia menghindariku. Aku tak mau, setelah dia tahu perasaanku, dia malah akan menjauhiku. Aku sama sekali tak mau. Lebih baik aku tetap menyimpan baik-baik perasaanku dan berteman baik dengannya, daripada jujur tapi harus kehilangannya. Aku sama sekali tak ingin dia menjauh. Tak mau.

Tapi sekarang, setelah dia berterima kasih, aku menjadi benar-benar lega. Setidaknya dia takkan menghindar dariku. Dia akan tetap menjadi temanku. Dia akan tetap bersamaku. Tak ada hal yang lebih melegakan dibanding hal itu. Tak ada.

******

So many years have passed us by

I cherish the moments by your side

A love like ours will only grow much stronger

I wanna tell you


Sudah 2 minggu berlalu sejak insiden menyenangkan di hari itu. Hari dimana Jiyeon mengucapkan sesuatu yang membuat perasaanku lega. Hhahah . . . aku selalu saja mengulang-ulang hal ini setiap hari. Jiyeon berterima kasih padaku. Dia berterima kasih karena aku sudah menyukainya. Dan itu artinya dia tak melarangku untuk menyukainya. Benar-benar menyenangkan dan melegakan, bukan ?!

“ LEE TAEMIIIIIIIINNNN . . . .  . “

Lamunanku buyar karena mendengar suara teriakan maha dahsyat itu. Tak perlu menengok untuk tahu suara itu berasal darimana. Siapa lagi kalau bukan dari Key umma seorang. Hanya dia satu-satunya namja di rumah ini yang dianugerahi kemampuan spesial seperti itu. Bahkan Jonghyun yang kuakui memiliki suara yang ‘indah’ tak mampu mengeluarkan suara berfrekuensi ultrasonik (??) seperti dia.

“ Kau kenapa Kibum-ah ?? “ tanya Minho yang bahkan menghentikan permainan gamenya untuk mengetahui sebab musabab penyebab ‘Sang Almighty’ berteriak histeris. Sementara itu, dari jauh kulihat ‘sumber’ masalahnya malah asyik membongkar tumpukan kaset game Minho untuk mencari game yang akan dimainkannya.

“ Taeminnie, kan sudah berulang kali ku katakan padamu, setelah makan bereskan piring bekas kau makan dan bersihkan kembali meja makannya. Kau itu benar-benar kebiasaan. Sampai kapan kau akan terus-terusan seperti ini. Bagaimana nanti kalau kau sudah punya keluarga ?! Apa ini yang akan kau ajarkan pada anak cucumu nanti !? Aku benar-benar sungguh tak bisa membayangkannya. Bla bla bla  bla bla . . . . . . . . “

Aigoo,, aku jadi penasaran, waktu ummanya Key mengandung Key, apa saja yang dia makan sehingga menghasilkan anak yang begitu cerewet dan bawel seperti dia. Aku, Jonghyun dan Minho saling menatap bergantian dan sama-sama mengangkat bahu maklum. Jonghyun malah memasang earphone ditelinganya dan beranjak menuju jendela. Kutatap Taemin yang kini menatapku dengan muka memelas. Aissh . . . . .

“ Kibum-ah, berhentilah mengomel, kau benar-benar kelihatan seperti ibu-ibu seperti itu. “

Key spontan berhenti mengomel dan menatapku dengan pandangannya yang tajam.

“ Onew hyung, aku melakukan ini semua demi kebaikan Taemin nantinya “

“ Aku tahu, tapi.. “

“ Umma, Appa, berhentilah bertengkar gara-gara aku “ sekarang obyek omelan Key  itu malah berdiri dan merentangkan tangannya di antara kami berdua, persis seperti seorang anak yang sedang merelai pertengkaran kedua orang tuanya (??).

Tiba-tiba tawa Jonghyun terdengar memecah kesunyian sesaat yang tercipta,

“ Taemin, sepertinya kau harus mencari Appa yang baru “ ujar Jonghyun yang sukses membuat aku dan ketiga namja yang lain mengerutkan kening heran.

Dia menatapku sambil nyengir dan menunjuk keluar jendela. Kami berempat pun segera mendekat ke jendela dan mencari tahu sumber tawa serta statement Jonghyun yang barusan. Dari jendela itu, samar-samar kulihat seorang yeoja berdiri dengan gelisah di pagar depan rumah kami. Wajahnya tak terlihat, tertutup oleh syal tebal, jaket serta penutup kepala yang dipakainya. Kuperhatikan yeoja yang kini sedang terlihat gelisah itu, mencoba menebak-nebak siapa dia. Sepertinya aku mengenalnya.

Taemin yang tak bisa melihat pemandangan diluar, tiba-tiba menyerobot diantara aku dan Minho. Dia celingak celinguk sekilas memperhatikan yeoja diluar.

“ Apa yang Jiyeon lakukan didepan rumah kita ?? “ tanyanya setelah beberapa saat. Eh Jiyeon ?? Begitu mendengar nama itu, spontan aku sadar. Kulihat lagi yeoja yang kini berdiri bimbang di luar dengan seksama. Ya benar, dia memang Jiyeon, Park Jiyeon. Tapi, apa yang dia lakukan di luar pagar rumahku?! Kenapa tak masuk saja, di luar kan sangat dingin.

Aku segera menyambar jaketku di gantungan dan berlari keluar rumah. Dengan bergegas pula aku membuka pintu depan dan langsung berlari lagi menuju pagar dan membukanya.

That forever more I’ll be the one to love you,

to love you

When you need me

I’ll be there to make you smile

And forever more

I’ll be the one you come to oh honey

I’ll be the one to love you

when the morning comes


“ Jiyeon-ah, apa yang kau lakukan di luar sini?! Ayo masuk ke dalam, kau bisa kedinginan jika berdiri terus disini. “ ujarku sambil menarik tangannya. Tapi dia tetap diam di tempatnya, tak beranjak.

“ Oppa, apa hari ini kau sibuk ?? “ dia malah mengajukan pertanyaan padaku. Aku menggeleng pelan.

“ Temani aku jalan-jalan kalau begitu, aku benar-benar bosan hari ini. “ pintanya sambil menatapku. Aisshhh . . . aku benar-benar tak sanggup menolak permintaan yeoja di depanku ini. Dan akupun mengangguk mengiyakan permintaannya. Dia tersenyum senang.

“ Kalau begitu aku ambil hp-ku dulu di dalam. Ayo kau juga ikut masuk “

“ Annieyo. Kau saja yang masuk, aku akan menunggu disini. Cepatlah “ tolaknya sambil mendorongku masuk kembali ke dalam rumah. Begitu aku membuka pintu, keempat dongsaeng-ku spontan menatapku dengan pandangan penuh rasa ingin tahu.

“ Hyung, mana Jiyeon ? Kenapa dia tak kau ajak masuk, diluar kan dingin “

“ Benar, kau ini tega sekali. Apakah begitu seharusnya seorang namja sejati bersikap ?! “

“ Hyung, ayo ajak dia masuk. Tenang saja, aku tak akan mengomelinya. “

“ Betul betul betul “

Aisshh . . . mereka benar-benar menjadi bawel dalam keadaan seperti ini.

“ Dia tak mau. Lagipula aku hanya mau mengambil hpku saja. Aku akan pergi ke luar dengannya “ jelasku sambil terburu-buru masuk ke kamar mengambil hp dan segera keluar lagi. Aku tak mau Jiyeon menunggu terlalu lama.

“ Tapi Hyung, bukankah kau sudah berjanji hari ini akan mengajariku main piano ?! “ rengek Taemin manja. Aku menatap maknae kami itu sesaat dan baru ingat kalau hari ini aku memang sudah berjanji padanya.

“ Mianhae, Taeminnie. Tapi hari ini aku sepertinya tak bisa, minta Jonghyun saja mengajarimu. “ ujarku sambil menatap Jonghyun. Yang ditatap malah menggeleng mantap.

“ Sama seperti Onew hyung, hari ini juga aku punya janji. Aku akan pergi kencan dengan Se Kyung dan tak ada satu pun  orang di dunia yang bisa membuatku membatalkan janji itu dengannya. “ jelasnya menatap kami serius.

“ Gwaenchana Taem, hari ini biar kau belajar memasak saja bersama umma. Ok?! “ Key berusaha menghibur Taem yang terlihat cemberut.

“ Mianhae Taeminnie, lain kali saja kau kuajari. “ ujarku sambil beranjak keluar.“ Semuanya aku pergi dulu, annyeong “

“ Hati-hati di jalan, Hyung “ dari jauh aku masih mendengar teriakan Minho. Aku menghampiri Jiyeon yang menungguku.

“ Kita mau kemana ?! “

******

Through all the tears we left behind

The joy we shared, your hand in my mine

I can’t resist ooo

touching you not even while you’re sleeping

And when you wake I promise you

We’ll celebrate our dreams come true

A love like ours will only grown much stronger

I wanna tell you


Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 saat aku dan Jiyeon duduk menikmati es krim di tempat biasa. Kami tadi pergi nonton, maen di Gamezone, makan, pergi ke toko buku, belanja baju, dan akhirnya terdampar disini. Kupandangi yeoja yang terlihat asyik melahap eskrim di depanku itu dengan pandangan sayang. Tiba-tiba dia mengangkat kepalanya menatapku, mungkin dia sadar sudah kupandangi dari tadi, spontan aku mengalihkan pandangan ke mangkuk es krim di hadapanku, berlagak serius menikmati es krim stroberi itu. Kudengar dia tertawa sekilas, tapi aku tak berani mengangkat wajahku untuk memastikan.

Kupandangi hpku sekilas, tiba-tiba teringat isi sms dari Jonghyun tadi. Tadi aku sempat mengirimkan sms bertanya padanya, apa yang harus kulakukan untuk menghibur Jiyeon yang merasa bosan tanpa membuatnya bertambah bosan. Dan jawabannya sukses membuatku berpikir.

“ Hhhaha . . . sudah kuduga kau pasti akan bertanya sesuatu, Hyung.

Aku juga sebenarnya tak punya jawaban untuk pertanyaanmu ini. Karena yang paling mengenal Jiyeon adalah kau, bukan aku. Jadi kaulah yang paling tahu jawabannya.

Tapi saran dariku, lakukanlah hal yang menurutmu memang bisa kau lakukan. Jadilah dirimu sendiri bila kau ingin menghibur atau menyenangkannya. Jangan pernah menjadi orang lain.

Arasseo?! “

Aku kembali memikirkan sesuatu yang bisa kulakukan dengan kemampuanku sendiri. Pergi nonton, makan, jalan-jalan, belanja, bisa Jiyeon lakukan dengan orang lain saat bosan, tak mesti aku. Aku ingin melakukan sesuatu untuk Jiyeon, sehingga dia bisa mengingatnya. Mengingat bahwa hanya aku yang melakukan ini untuknya. Apa ya kira-kira ??

Mataku berputar memandangi ruangan itu. Tiba-tiba pandanganku tertumpu pada bagian tengah ruangan itu. Sebuah ide otomatis melintas di benakku. Aku berdiri dari bangku, mendekati pelayan yang ada di dekat situ dan membisikkan sesuatu padanya. Kulirik Jiyeon yang menatapku dengan heran. Pelayan tadi mengangguk dan mengantarku ke tengah ruangan itu. Aku tersenyum pada orang-orang di sekitar situ dan duduk di depan piano. Kubuka tutupnya dan mulai menekan beberapa tuts. Para pelanggan disitu mulai menaruh perhatian padaku yang berada di tengah-tengah ruangan itu, tak terkecuali Jiyeon. Mungkin dia sedang menerka-nerka apa yang akan kulakukan sekarang. Pelayan yang tadi datang mendekat, menyetel mikrofon dan meletakkannya di dekatku.

“ Selamat malam semuanya “ ujarku sambil tersenyum ramah.

“ Malam ini, ijinkan saia mempersembahkan sebuah lagu. Sebuah lagu yang spesial buat seseorang yang hari ini sedang merasa bosan. Semoga dengan ini, rasa bosannya bisa hilang dan semoga setelah ini dia akan selalu merasa bahagia. Lagu ini untukmu, Jiyeon-ah, Forever More “

That forever more I’ll be the one to love you (to love you)

When you need me

I’ll be there to make you smile

And forever more

I’ll be the one you come to oh baby

I’ll be the one to love you

when the morning comes


Ya, benar  My Jiyeonnie. Lagu ini memang spesial untukmu. Forever more. Selamanya, aku akan menjadi satu-satunya orang yang mencintaimu. Aku akan selalu ada kapanpun kau butuhkan, aku akan selalu dimanapun kau perlukan. Aku akan melakukan semua cara, agar kau bisa tetap tersenyum. Agar kau selalu tertawa. Agar kau tetap bahagia. Bahkan aku rela menukar apapun di dunia ini, asal aku tak melihat wajah murungmu, apalagi air matamu. Apapun. Bahkan bila aku tak bisa menyanyi lagi seperti ini. Atau bila aku tak bisa bermain piano lagi. Bahkan bila aku diharuskan untuk memilih kehilangan ayam goreng kesukaanku atau membuatmu sedih, aku akan memilih kehilangan ayam goreng. Tak apa-apa jika aku tak bisa lagi makan ayam goreng selama sisa hidupku, asal kau selalu bahagia. Selamanya.

So I’ll say to you

That forever more,

I’ll be the one to love you darling

When you need me

I’ll be there to make you smile

And forever more

I’ll be the one you come to oh I will baby

And that forever more

I’ll be the one to love you

when the morning comes

I’ll be the one to love you,

Forever more . . .❤

< the end  >

8 thoughts on “Sekuel (02) – Forever More, I’ll be The One [Fanfiction]

    • hheheh,,
      mianhae,,
      yg forever more ini bagian keduanya dari cerita why am i being like this sebelumnya,,
      sebenarnya gak rencana mau buat ff ini,
      cman pas dgerin lagu forever more yg dinyanyiin onew,
      makanya jadi buat ff ini,,

      hheheh,,
      bnyak yg protes juga soal endingnya,
      masih ngegantung ya??
      mianhae,
      ntar klo dpet ide, akan saia lanjutkan,,

      maksih udah baca en comment😀

    • yupp,,
      aku juga suka ayam
      *high five

      jiyeonnie,,
      suka semuanya,
      hhaha..
      anak2 T-ara emang doyan makan koq,,

      yupp,, pasti
      makasih y dah mampir😀

  1. Pingback: Why Am I Being Like This !? « I am Hottest ♚ Diadem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s