Because I Don’t Know How to Love (chapt. 01) [Fanfiction]

 

Annyeonghaseyo . . .
FF ini merupakan lanjutan dari FF aku yang sebelumnya, Goodbye My Little Rabbit
Rencananya ini mau aku bikin dwilogi atau trilogi,
tergantung mood menulisnya tentu saja.

Alright, Happy reading. . .
Harap tinggalkan sesuatu begitu kalian selesai membcanya.
Gamsa gamsa😀

 

Tittle            :  Because I Don’t Know How to Love (chapt 01)

Main Cast  :  Park Jiyeon (T-ara)

Lee Hongki (FT Island)

Other Cast :  T-ara’s member

Genre            :  Romance. Friendship

Length         :  Series


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Jiyeon’s POV

“ Jiyeon~ah !! Tak bisakah kau cepat sedikit ?! Tak baik terlambat di hari pertamamu sekolah !! “ teriakan umma menggaung di seluruh pelosok rumah. Aku segera menyambar tas dan jaket lalu segera berlari turun. Kudapati appa dan adikku telah selesai sarapan dan siap untuk berangkat. Segera kuteguk habis susu cokelat yang dibuatkan umma dan berjalan cepat ke luar rumah.

“ Ya! Ya! Ya! Park Jiyeon,, habiskan dulu sarapanmu !! Siapa yg menyuruhmu segera pergi ?! “ lagi-lagi umma mengeluarkan jurus andalannya. Aku mengernyitkan dahi, bukannya tadi umma yg berteriak menyuruhku cepat-cepat?? Kulihat appa hanya tersenyum dan segera berdiri dari meja.

“ Ayo sayang, tak baik terlambat di hari pertamamu sekolah. “ Ujar appa sambil menyerahkan roti selai coklat kesukaanku dan menggandengku keluar rumah. Aku hanya bisa tertawa menanggapi ucapannya yg meniru umma. Umma berjalan menggandeng adikku dan mengejar kami berdua yg sudah masuk ke mobil, melemparkan tatapan khawatir ke arahku.

“ Dia akan lebih efisien kalau hari ini sarapan di mobil. Kau tak ingin dia telat kan sayang ?! “ ujar appa sepertinya mengerti hal yg dicemaskan umma. Kulihat umma hanya terdiam pasrah dan tak lagi meributkan hal itu. Hari ini umma yang mengantar adikku ke sekolah. Arah sekolah baruku dan sekolahnya yang baru berlawanan. Dan mereka tak mau ada di antara kami yang terlambat.  Maka terjadilah pembagian tugas itu.

Mobil yang appa kemudikan melaju dengan kecepatan sedang. Aku menguyah sarapanku perlahan, toh jarak dari rumah ke sekolah baruku lumayan jauh, jadi aku tak perlu terburu-buru untuk menghabiskannya.

Bo peep bo peep bo peep bo peep bo peep bo peeep bo peep ah . . . .

Bo peep bo peep bo peep bo peep bo peep bo peep ah ah … “

Hp-ku berdering, tertera nama Hyomin di display hp,

“ Yobosseo …”

“ Ya ~ ! Park Jiyeon … hari ini kau jadi pindah ?? Kenapa kau belum datang ?? Jadi pindah nggak sih ?? “ seperti biasa, Hyomin memburuku dengan banyak pertanyaan.

“ Ne, aku sedang dalam perjalanan kesana. Sebentar lagi aku sampai “

“ Oh, arasseo … Siapa yg mengantarmu ?? “ lagi-lagi dia bertanya.

“ Aissh . . . appa yg mengantarku, umma harus mengantar Ji Young. “

“ Ohhh, dan . . . “

“ Ya ~! Park Sunyoung !! Berhenti bertanya dan berhenti meneleponku secara bergantian. Kalian seperti orang tua yg mencemaskan anaknya yg belum pulang. “ ujarku kesal sambil menutup telpon. Bagaimana tidak kesal, sejak kemarin mereka berlima menelponku secara bergantian dan menanyakan hal-hal yg sama yg berkaitan dengan kepindahanku hari ini. Ya,, hari ini aku memang pindah ke sekolah baru. Tepatnya ke sekolah dimana mereka berlima menuntut ilmu selama ini. Kami berenam bertemu sejak TK dan sejak itu pula kami bersahabat dekat. SD dan SMP kami sekolah di sekolah yg sama. Hanya saja, saat naik SMA aku bersekolah di tempat yg sama dengan Seung Ho. Aissh . . . . aku menyebut nama itu lagi. Padahal sejak insiden itu, aku sama sekali tak ingin menyebut atau pun mendengar namanya.

Itu juga salah satu alasan mengapa aku memutuskan pindah sekolah. Di sekolahku dulu, terlalu banyak hal yg mengingatkanku tentang Seung Ho. Aku sama sekali tak ingin melupakannya, hanya saja mengingatnya saat ini membuat hatiku terasa nyeri. Seperti ada lubang besar disana. Lubang besar yg tercipta saat dia pergi.

“ Cepat habiskan sarapanmu. Sebentar lagi kita sampai “ ucapan appa membuyarkan lamunanku. Dengan segera kulahap habis roti yg tersisa di tanganku dan meneguk air mineral sampai habis. Kami sudah memasuki halaman sekolah baruku saat aku membersihkan remah-remah roti dari wajah dan seragamku. Aku mengancingkan jaket pink yang kupakai dan segera turun dari mobil. Aku melihat keadaan sekolah itu sekilas, ‘besar banget sekolah ini, halamannya juga indah, banyak bunga-bunga’ gumamku dalam hati. Aku segera menyusul appa yg telah berjalan mendahuluiku ke ruangan kepala sekolah. Kulihat beberapa anak memandangku sambil berbisik dengan teman disampingnya. Kau tahu, aku paling tak suka menjadi anak baru, benar-benar harus menerima pandangan penuh tanya dari anak-anak lain. Hufft . . . .

*****

Hongki’s  POV

“ Hongki ~ ah . . . “

“ Hongki, kau ada waktu sabtu malam ?! Aku ingin mengajakmu melihat pameran di pusat kota “

“ Hongki, dimana rumahmu?! Aku ingin mampir pulang sekolah nanti “

“ Hongki ~ ah “

“ Seobang… “

Aissh . . . aku segera menjauhi gerombolan yg mengerubungiku itu. Tak bisakah para yeoja itu diam ?! Ini semua gara-gara Eunjung noona yg mengambil fotoku diam-diam dan menerbitkannya di mading sekolah sebagai profil siswa bulan ini. Awalnya aku tak terlalu mempermasalahkannya, tapi sejak para yeoja mulai genit dan tak bisa tak diam kalau melihatku, aku mulai mempermasalahkannya. Aishh . . . . kenapa harus aku sih ?! Aku paling tak suka kalau harus berurusan dengan yeoja. Bagiku mereka hanya makhluk-makhluk ribut nan ribet. . >,<

Aku segera berjalan kembali ke arah kelas. Pelajaran selanjutnya adalah Matematika dari Han Sonsengnim. Lebih baik tidak terlambat masuk di kelasnya, jika kau tak ingin mendapat tambahan pekerjaan rumah darinya. Langkahku tertahan karena melihat anak-anak dari kelas sebelah berdiri berkerumun dekat pintu ruang kepala sekolah.

“ Ada apa ?! “ aku bertanya pada namja yg ada di dekatku. Tapi anak itu hanya memandangku sekilas dan berlari mendekati temannya yg sudah lebih dulu berkumpul di depan ruang kepala sekolah. Apa ada guru baru ?! atau murid baru ?! Entahlah…

Aku segera kembali ke kelasku secepatnya. Sampai disana keadaan kelas sudah tenang. Anak-anak yg lain sudah duduk diam di tempatnya masing-masing. Kuintip perlahan kursi guru yg ada di depan. Kosong. Aku segera berlari ke tempat dudukku yg ada di sebelah kanan. Aku baru akan menanyakan dimana Han Sonsengnim pada teman sebangkuku, saat beliau masuk ke kelas bersama dengan Kepala sekolah dan seorang yeoja. Ah, ada murid baru rupanya. Jadi itu sebabnya banyak siswa tadi bekerumun di depan ruang kepala sekolah. Teman-teman sekelasku pun mulai ribut. Kepala sekolah berdehem sekali, menyuruh para siswa agar diam. Dia pun mengangguk sekilas pada yeoja yg ada di depan itu. Yeoja itu terlihat menarik nafas sejenak. Kelihatannya dia agak  gugup.

“ Annyeong hasseyeo… Park Jiyeon imnida “ ujarnya singkat. Kulihat teman-temanku mulai saling berbisik. Yeoja itu mulai terlihat risih dan canggung. Rona merah mulai merayapi pipinya yg putih. Nampaknya dia anak yg pemalu. Kuamati anak baru itu. Tingginya rata-rata anak perempuan seumurnya. Rambutnya panjang lewat sebahu dan wajahnya  imut seperti anak bayi. Membuat gemas orang yg memandangnya. Aku berani bertaruh, para namja di kelas ini pasti ingin mencubit gemas pipinya yg agak tembem itu, termasuk aku. Aissh . . . Lee Hongki, apa yg kau pikirkan.

“ Jiyeon~ah, silahkan duduk di tempatmu. “ ujar kepala sekolah sambil menunjuk bangku kosong di depan tempat dudukku. Bangku itu sebenarnya milik Hwa Young, tapi dia sudah pindah kelas, tepatnya dipindahkan ke kelas sebelah, karena nilai-nilainya turun.

Yeoja itu berjalan ke tempat duduknya. Dia menatap dan mengangguk sekilas ke arahku yg tak sadar terus memandanginya dari tadi. Aku terdiam sesaat dan membalas anggukannya. Keringat dingin mengucur dari dahiku. Perutku rasanya bergejolak pelan. Ya~ aku kenapa ??!

< to be continued >

6 thoughts on “Because I Don’t Know How to Love (chapt. 01) [Fanfiction]

  1. Pingback: Because I Don’t Know How to Love (Chapt. 02) « CyOnew Kudo

  2. Pingback: Goodbye, My Little Rabbit « I am Hottest ♚ Diadem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s