Because I Don’t Know How to Love (Chapt. 02) [Fanfiction]

Annyeong / . . . .
Bagi yang belum membaca, ini part sebelumnya Because I Don’t Know How to Love (Chapter 01)

Happy readings,,,
jangan lupa tinggalkan sesuatu setelah membacanya😀

 

Tittle            :  Because I Don’t Know How to Love (chapt 02)

Main Cast  :  Park Jiyeon (T-ara)

Lee Hongki (FT Island)

Genre           : Romance, Friendship

Length        :  Series

** Jiyeon’s POV **

Huffffttt . . .

Aku mematikan music player yang terputar menggaung di kamarku. Kupunguti plastik-plastik snack, tissue, serta kaleng-kaleng minuman yang berserakan di lantai kamar. Kukumpulkan ke dalam satu plastik dan memasukkannya ke dalam keranjang sampah yang ada di pojok kamar. Kupandangi lagi sekeliling kamarku, masih berantakan rupanya. Aku mengambil sapu yang khusus diletakkan umma di sudut kamar. Katanya biar aku selalu merapikan dan membersihkan kamar ini setiap waktu. Dia selalu mengomel setiap masuk ke kamar ini. Lemari baju yang berantakan, rak buku yang isinya berserakan, tempat tidur yang selalu lupa dirapikan.

“ Bagaimana bisa kamar anak gadis seperti kapal pecah begini ?? “

Ucapan itu yang selalu dilontarkannya tiap masuk ke kamarku. Mendengar itu aku hanya bisa tersenyum pura-pura malu. Untuk sesaat dia akan menceramahiku bla bla bla, tapi sesaat kemudian dia akan mulai memunguti barang-barang yang berserakan dan mulai mengembalikannya ke tempat semula. Melipat kembali tumpukan bajuku yang tak beraturan, mengatur kembali buku-buku, tempat tidur, dan barang-barang lainnya. Sementara itu, appa hanya akan berdiri di pintu, memandangiku dengan tatapan tak percaya, kenapa-bisa-ada-anak-gadis-yang-seamburadul-dirimu, sambil geleng-geleng kepala dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Sementara adikku yang bawel, akan duduk manis di atas tempat tidurku dan mulai memainkan boneka-boneka yang ada disana.

Kulirik boneka yang ada di kasurku. Kuambil dua boneka kelinci dan kuletakkan di hadapanku.  Boneka kelinci pink yang besar itu, pemberian Seung Ho saat dia pergi. Sementara boneka kelinci putih kecil itu, pemberian Hongki kemarin,

** Flasback **

“ Jiyeon-ah “

Aku melirik Hongki yang kini sedang duduk dan tersenyum manis di sampingku. Aku memandangnya sekilas dengan pandangan bertanya, dan kembali asyik mengerjakan contoh-contoh soal kimia di depanku. Sekarang jam istirahat, teman-teman yang lain sedang asyik mengisi perut di kantin. Sementara aku, malah berhadapan dengan tumpukan soal ini. Bukannya terkesan sok pintar, tapi jam terakhir nanti ada ujian kimia, semalam aku tak sempat belajar karena sibuk mendengar curhatan Eunjung onnie tentang temannya. Jadi, sekaranglah waktunya belajar untukku.

“ Kau sedang apa ?? “ dia memperhatikan buku yang kini sedang kubaca. Dan ikut asyik membaca bersamaku.

“ Hongki-ah, kau tak belajar ?? jam terakhir nanti ada ujian. Atau kau lupa ?? “

“ Ahh, aku tak begitu mengerti materinya. Aku akan melihat caramu mengerjakannya saja. Supaya aku bisa mengerti “

Aku tertawa mendengar alasan konyolnya. Yaa ~ ! seorang Lee Hong Ki tak mengerti soal materi ujian kimia nanti ?! Tak mungkin terjadi. Walaupun baru beberapa bulan bersekolah disini, tapi aku sudah lumayan mengenalnya. Dia orang yang selalu meraih peringkat pertama dan juara umum di sekolah. Semua guru dan siswa disini tak mungkin tak ada yang tak mengenal anak jenius ini. Semua disini membanggakan kepintarannya. Dan sekarang di hadapanku dia bilang kalau dia tak mengerti materi ujian nanti !? Hhahah . . . dasar Lee Hong Ki. Tak adakah alasan yang lebih logis yang bisa dipikirkan otak jenius itu ??!

Aku tahu alasannya disini. Dia hanya ingin bersamaku. Bukannya aku GeeR, tapi itu memang kenyataan. Semua anak di kelas ini, bahkan wali kelas kami tahu, bahwa dia menyukaiku. Bahkan jika ada orang luar yang melihat perlakuannya padaku, mereka juga dapat langsung menebak perasaannya padaku. Sementara aku, sejauh ini aku masih menikmati hubungan pertemanan kami. Aku belum memiliki perasaan spesial untuknya sekarang. Aku masih ingin berteman dengannya, dengan semua orang. Sama sekali belum memikirkan untuk menjalin hubungan spesial. Teman-temanku banyak mengajukan ‘calon’ untukku. Namun, aku selalu menolaknya. Entahlah, aku belum mau saja.

“ Emm, Jiyeon-ah… aku, apa kau tahu hari ini hari apa ?? “

Aku tersadar dari lamunanku oleh suara Hongki. Aku melihatnya tak percaya.

“ Mwo ?? Hari ini hari kamis. Memangnya kau lupa hari ?? “

Tanyaku heran. Kenapa anak ini ?? tadi bilang tak mengerti materi ujian, sekarang malah tak ingat ini hari apa. Dasar . . .

“ Bukan itu, bukan, maksudku . . . “

Kupandangi dirinya yang kini terlihat agak malu, semburat merah terpancar dari wajahnya. Yaa~ jangan bilang kalau dia ingin menembakku,,

“ aku . . . “

Dia berbalik, mengambil sesuatu dari tasnya dan menyerahkannya padaku. Boneka kelinci putih dengan pita berwarna merah muda di lehernya. Aku memandang dia dan boneka yang kini ada di pangkuanku itu bergantian. Aku ingin sekali bertanya, tapi entah kenapa aku tak bisa bicara. Aku hanya memandangi dua makhluk itu bergantian (lagi).

“ Hari ini hari ulang tahunku. Umma pernah bilang, saat kau ulang tahun, berikanlah sesuatu pada seseorang yang berarti dalam hidupmu. Agar orang itu akan selalu ingat, kapan ulang tahunmu “

“ Aku tak tahu harus memberikan apa. Kemarin, saat aku berjalan-jalan di mall, aku melihat kelinci putih itu. Dan ingat Eunjung noona pernah bilang kalau kau menyukai kelinci. Makanya akau memberikan hadiah itu untukmu. “

Dia tersenyum malu memandangku, dan segera berjalan ke luar kelas.

Sementara aku hanya terdiam menatapnya sampai dia hilang dari pandangan. Anak itu, sebegitu besarkah dia menyukaiku ??

** end of flashback **

Aku tersenyum lagi mengingat kejadian itu. Hongki… Hongki … andai saja aku bisa menyukaimu. Kuambil handphone yang tergeletak di meja samping dan mulai mengetik pesan baru,

“ to : Hongki ^^

Bonekanya benar-benar lucu. Aku suka. Gomawo ^^. .

oh ya,,

Saengil chukka hamnida, Hongki-ah . . .“

 

Kutekan tombol send, dan pesan itu pun terkirim ke nomornya. Aku melirik lagi boneka kelinci putih itu, mengambilnya, dan memeluknya.

Lee hong ki, maaf kalau aku tak bisa membalas perasanmu. maaf . . .

Andai saja aku bisa memilih, tentu saja aku akan memilih untuk menyukaimu. Bukan orang itu. Orang yang meninggalkanku.

Andai saja bisa. Tapi aku benar-benar tak punya kuasa akan perasaan ini. Aku tak leluasa mengaturnya.

Tapi, syukurlah, masih ada kau disini. Masih ada kau yang menyukaiku.

Aku benar-benar beruntung, ada orang sepertimu yang menyukaiku dengan tulus.

Gomawo Hongki-ah,

jeongmal gomawoyo . . . .

<tbc>

12 thoughts on “Because I Don’t Know How to Love (Chapt. 02) [Fanfiction]

  1. sbNer y crTa y bgus” . . .
    cm q krang srek 5 Template y , , jd mLes + pSing ng.bCa y . . *ni cma pndapat q Loch*
    so , , gnTi tmPlate y ea ?? byar q mdah bca y . .

    mianhe *peace* =)

  2. Pingback: Goodbye, My Little Rabbit « I am Hottest ♚ Diadem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s