More Than Chicken (Chapt 01) [Fanfiction]

HHahaha…
Annyeong, pas ngepost FF ini bener2 kangen Onew

FF ini spesial menceritakan soal kisah pertemuan saia dengan My dubu tercinta #plakkk
Happy readingss,,
Enjoy…
Dan kalau berkenan tolong tinggalkan sesuatu sebagai jejaknya.
Gamsa Gamsa

 

 

Tittle          : More Than Chicken

Main Cast : Onew SHINee

                       Shin Ri Sung   a.k.a   Author

Other Cast : Member SHINee

Genre         :  Terserah reader maunya apa😀

Length        :  Yah, let it flow aja . . .

Disclaimer :  Key, Taemin, JJong, Minho milik orang tua dan keluarga mereka. Kalau Onew, cuman    punya saia, gak boleh sama yang lain 😛

Backsound  :  Tak ada backsound yang khusus sih,, hanya saja saia membuat ff ini dengan diiringi lagu SHINee – Hello  dan  Vanila Love by Lee Hyori ft. Onew 😀

 

 

 

**  PROLOG  **

( Normal’s POV)

 

[[  Daegu, 1995  ]]

 

Sore itu, langit terlihat cerah. Angin bertiup sepoi-sepoi, membawa dedaunan yang jatuh berguguran. Suasana taman juga ikut-ikutan ramai. Banyak keluarga yang menghabiskan waktu sore hari mereka disana. Bersantai, mengajak bermain anak-anak mereka atau hanya sekedar berjalan-jalan melewati taman yang tertata indah tersebut. Para pedagang juga ikut meramaikan stand-stand jualan yang ikut berbaris rapi di pinggir taman. Bermacam-macam jualan terpampang, mulai dari makanan kecil, seperti es krim, permen, gulali maupun makanan berat seperti ayam goreng pastinya.

Diantara semua keramaian itu, terlihat seorang anak kecil yang berjongkok di samping stand es krim. Anak itu menangis meratapi es krim cokelatnya yang jatuh dan hancur terinjak. Hari ini dia sangat senang karena neneknya yang tinggal di Incheon datang menjenguknya. Neneknya itu sangat menyayanginya dan bahkan sering memberikan dia tambahan uang jajan. Karena mendapatkan uang jajan berlebih tersebut, maka setelah neneknya pulang dia dengan gembira datang ke taman untuk membeli es krim cokelat kesukaannya. Namun malang, baru saja dia mendapatkan es krimnya itu tiba-tiba segerombolan anak laki-laki yang berumur 2-3 tahun di atasnya berlari-lari dan menyerempetnya. Es krimnya jatuh dan terinjak-injak. Melihat hal itu, dia hanya bisa menangis. Namun sayang, suara tangisannya malah tenggelam di balik hiruk pikuk suasana taman yang ramai.

Anak kecil itu masih berjongkok meratapi es krimnya. Padahal tadi dia belum sempat mencicipinya, namun es krim favoritnya malah jatuh dan tak bisa lagi dimakan. Dia menangis sambil memikirkan siapa tahu dia bisa meminta tambahan uang jajan pada umma-nya. Tiba-tiba, sebuah tangan mungil terulur mengusap air matanya. Anak laki-laki kecil itu mendongak dan mendapati seorang anak perempuan yang berumur sekitar 1 atau 2 tahun di bawahnya menatapnya. Tangan anak perempuan itu kembali menghapus air matanya yang masih mengalir, kemudian dia tersenyum.

“ Kenapa kamu nangis ?? “ tanya anak perempuan itu. Anak lelaki kecil itu hanya  bisa terdiam. Dia menghapus sisa-sisa air mata yang menghalangi pandangannya.

Kemudian, tangan anak laki-laki itu terulur menunjuk ke arah penyebab tangisannya itu. Anak perempuan itu memandang es krim yang sudah tak berbentuk lagi itu sesaat, lalu pandangannya kembali menatap wajah polos anak lelaki dihadapannya.

“ Esklim kamu jatuh ?? “ yang ditanya hanya bisa mengangguk mengiyakan. Matanya mulai berkaca-kaca lagi mengingat peristiwa barusan.

Anak perempuan itu mengangguk-angguk seakan paham dengan hal yang terjadi. Dan masih dengan wajah polosnya, tangan anak itu merogoh sesuatu dari kantong makanan  yang dibawanya dan kembali mengulurkan sesuatu. Anak lelaki itu menatap anak kecil didepannya dengan pandangan heran, kemudian beralih ketangan anak itu yang mengulurkan sepotong ayam goreng. Dia menatap anak kecil itu yang kini menatapnya sambil kembali tersenyum.

“ Kata umma, makan ayam itu lebih sehat dalipada esklim. Esklim bikin sakit gigi. “ terang anak perempuan itu dengan wajah polos dan mata berbinar. Sementara anak lelaki itu malah semakin bengong menatapnya, mungkin dia sedang berusaha mencerna maksud ucapan anak yang berusia lebih muda darinya itu.

Dengan ragu-ragu, anak lelaki itu mengambil sepotong ayam goreng yang disodorkan padanya kemudian tersenyum. Anak perempuan itu semakin memperlebar senyumnya melihat senyuman anak laki-laki itu. Dia mengambil sisa sepotong ayam goreng dari kantong makanannya dan mengajak anak laki-laki itu duduk di bangku taman. Mereka pun bersama, berdua menghabiskan ayam goreng diselingi gelak tawa anak seumuran mereka. Tanpa tahu dari situlah semuanya berasal. Tanpa sadar dari sanalah jalan takdir mempertemukan dan mengikat mereka. Selamanya.😀

******

**Onew’s POV**

 

[[ Daegu, 2011]]

Lagi-lagi aku disini, duduk diam di counter es krim sambil memandang yeoja itu diam-diam. Hanya dari sini satu-satunya tempat aku bisa memperhatikannya dengan leluasa tanpa ketahuan. Kuperhatikan wajahnya yang kini terlihat murung itu dengan raut penasaran. Huffftt. . .  apa yang terjadi dengannya ya?! Apa yang bisa kulakukan untuk menghiburnya ?!

“ Ternyata benar kau disini “

Aku menoleh begitu mendengar suara yang terasa familiar itu. Kudapati dua orang namja berdiri di sampingku sambil mengamati sosok yang sedari tadi kupandangi.

“ Ke.. kenapa kalian tahu aku disini?! “

Aku tak pernah memberi tahu siapa pun tentang tempat ini. Kecuali,

“ Taemin. Tadi kami mengancamnya jika dia tak memberi tahu tempat ini, maka dia tak bisa hidup tenang selama sisa hidupnya. Hahahaha . . .  “

Sudah kuduga, tak ada gunanya menceritakan rahasia pada Taemin, karena hanya dengan sedikit gertakan hyungdeul-nya, rahasia yang tadinya hanya milik berdua spontan menjadi rahasia umum kami berlima. Dasar . . .

“ Jadi dia orangnya ya, hyung ?! “

Aku mendapati Minho dan Jonghyun yang serius memperhatikan yeoja itu. Jonghyun malah senyum-senyum tak jelas.

“ Ya~~ jangan terlalu lama melihatnya, nanti bisa-bisa kalian menyukainya. “ ujarku sambil berdiri menghalangi pandangan kedua orang itu. Keduanya saling berpandangan kemudian tertawa. Memangnya apa yang lucu ?!

“ Onew Hyung, jadi ini alasanmu sering menghilang sore hari di waktu break ?! Ckckckc . . . tak kusangka. Ternyata uri Onew hyung sudah dewasa. Hhahaha “ ujar Jonghyun  tertawa sambil mengangkat kedua alisnya. Sementara Minho hanya ikut tertawa tanpa berkomentar apa-apa. Jonghyun menarik tanganku membuat aku kini duduk di antara dia dan Minho. Posisi kami membentuk setengah lingkaran dengan titik pusat yeoja itu.

“ Sejak kapan kau menyukainya ?! “

Minho yang tak banyak bicara tiba-tiba menanyakan pertanyaan yang malah membuat jantungku berdegup tak karuan.

“ Aniyo, siapa bilang aku menyukainya ?! “ ujarku agak tersendat, kurasakan wajahku memanas. Padahal suhu udara sekarang sedang dingin-dinginnya.

“ Manis juga, aku rasa dia cocok denganmu hyung “ ujar Jonghyun sambil terlihat seperti menimbang-nimbang sesuatu. Aku ikut terdiam memandangi yeoja itu. Sekarang dia sedang duduk terdiam menatap langit sore. Angin sepoi-sepoi yang membawa udara dingin meniup beberapa helai rambutnya. Dengan sebelah tangan, dia menepiskan helaian rambut yang menutupi pandangannya, kemudian tersenyum menatap langit. Tampaknya dia memperhatikan awan-awan putih yang menciptakan bentuk-bentuk indah di langit.

Ya, ini yang sering kulakukan hampir setiap hari. Sejak aku menemukannya setengah tahun yang lalu disini, aku selalu menyempatkan waktu datang kesini di sela-sela break syuting. Tentu saja dengan aksesoris penyamaran yang lengkap, jaket tebal, syal, kacamata juga penutup kepala.

Benar-benar takdir indah, waktu itu aku sedang jenuh selepas syuting dan memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar menikmati kota Daegu. Kemudian aku melihatnya setelah sekian lama, dia yang sedang berjongkok  berusaha menghibur seorang anak kecil yang sedang menangis. Ingatanku spontan kembali ke masa dimana kami pertama bertemu. Ternyata benar kata Myung Goo ahjussi,  dia sama sekali tak terlalu banyak berubah, senyumannya masih tetap menenangkan seperti waktu itu. Dan sejak saat itu, aku memutuskan untuk mengamatinya diam-diam disini. Satu hal yang kutahu pasti, kebiasaannya yang suka duduk di bangku taman ini setiap sore.

“ Hyung, siapa namanya ?? “

Aku menoleh mendapati Minho yang bertanya menatapku.

“ Ri Sung “ aku tersenyum saat menyebut nama itu. Bagaimana bisa hanya menyebut namanya saja hatiku bisa sedamai ini. Apa aku benar-benar sudah menyukainya ?! Molla . . .

“ Tanggal lahirnya ?! Hobi ?! Warna kesukaan ?! Makanan yang tak disukai ?! Kebiasaan jeleknya ?! “  Jonghyun malah menyerangku dengan pertanyaan. Aku tertegun menatapnya kemudian menggeleng lemah.

“ Sudah kuduga “ hanya itu yang keluar dari mulutnya begitu melihat tanggapanku.

“ Hyung, jadi selama ini yang kau lakukan hanya duduk diam mengamatinya ?! “ tanya Minho memastikan. Aku mengangguk pelan. “ Tanpa berbuat apa-apa ?? “ aku mengangguk lagi. Memang hanya itu yang bisa kulakukan. Mana berani aku mendekatinya. Seorang Onew dilahirkan tidak dibekali dengan kemampuan untuk mahir berbicara di hadapan yeoja. Apalagi di depan yeoja yang bisa membuatku betah duduk berlama-lama hanya dengan memandangnya.

“ Kajja “ ajak Jonghyun sambil menarik tanganku hingga berdiri. Sementara Minho mengeluarkan uang untuk membayar pesananku tadi dan meletakkannya di meja. Mereka berdua menyeretku hingga berada hanya tinggal beberapa langkah di belakang yeoja itu.

“ Wae ?? “ ekspresi heran memenuhi wajahku. Apa yang ingin kedua anak ini lakukan padaku.

“ Hyung, kau pikir setelah kami tahu persoalan ini, kami akan membiarkanmu tetap menjadi ‘penatap’ rahasianya. Takdir itu terlalu tragis untuk seorang leader SHINee. Palli, palli, dekati dia dan ajak dia bicara. “ jelas Jonghyun yang dimantapkan dengan anggukan Minho. Menghadapi semangat dari kedua namja ini, membuatku membulatkan tekad untuk mengangguk mengiyakan. Ya, aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Aku harus mengenalnya, begitu juga dia. Dengan mantap aku berjalan ke arahnya, melepaskan kacamata hitam yang membantu penyamaranku, tapi tinggal dua langkah, aku berbelok ke kanan, singgah untuk membeli beberapa potong ayam goreng. Hhehehe,, entahlah, aku merasa lebih tenang kalau ada ayam ini.

Eh, aniyo, maksudku, aku merasa lebih tenang kalau nanti aku bisa mulai bicara sambil menawarinya ayam ini. Dengan menguatkan hati, diiringi dengan dukungan semangat dari Jonghyun dan Minho, aku melangkah mendekatinya.

“ Ehm, Mianhamnida, boleh saya duduk disini, agashi ?! “ ujarku terbata-bata. Dia terlihat kaget menyadari kehadiranku, tapi kemudian tersenyum dan mengangguk. Aigoo . . . bagaimana ini, jantungku seakan mau melompat keluar. Aku tak pernah membayangkan bisa duduk lagi disini dengannya.

Dia kembali diam memperhatikan langit. Dari seberang Minho dan Jonghyun terlihat mengepalkan kedua tangan mereka menyemangatiku. Onew, hwaiting !!!

“ Ehh, agashi , , , “ ujarku gugup sambil menyodorkan buket kecil yang berisi lima potong ayam goreng renyah.  Dia kembali memandangku sesaat dan tersenyum menanggapi tawaranku. Aku mengangguk seakan mengiyakannya untuk mengambil ayam itu.

“ Gamsahamnida “ ujarnya sambil mengambil sepotong ayam yang paling atas. Aku begitu senang sampai ingin sekali mencubit gemas pipinya. Namun, keinginan itu kuurungkan. Bisa-bisa dia langsung pergi dan keinginanku agar kami saling mengenal hanya tinggal impian semata.

Kami duduk diam selama beberapa saat, sambil menikmati ayam kami masing-masing. Aku menyodorkannya buket ayam lagi, tapi dia menggeleng halus. Dia melirik jam di pergelengan tangannya kemudian bangkit berdiri. Dengan spontan, aku pun ikut berdiri.

“ Gamsahamnida. Ayamnya benar-benar enak “ ujarnya tersenyum sambil berbalik berjalan menjauh. Aniyo, kenapa dia cepat sekali pergi.

“ Chamkkanman . . . “ dia menoleh kaget menyadari aku yang sedikit berteriak. Kedua keningnya saling bertaut heran.

“ Aa..,  Lee Jinki imnida “ ujarku sambil membungkuk. Babo ya, apa yang kau lakukan tiba-tiba. Bagaimana kalau dia menganggap kau gila karena tiba-tiba memperkenalkan diri dengan cara yang seperti ini.

Aku menatap cemas menantikan reaksinya. Untuk sesaat dia terpaku menatapku, kemudian sebuah senyum lagi-lagi terukir di wajahnya.

“ Shin Ri Sung imnida. Bangapsumnida, Jinki-ssi “ ujarnya ramah. Aku jelas kaget menanggapi responnya. Aigoo . . .

“ Ah, mianhamnida, Jinki-ssi. Aku harus segera pergi, ada urusan. Sekali lagi gamsahamnida untuk ayam gratisnya “ ujarnya sambil lagi-lagi tersenyum. Aku terpaku sesaat menatap senyumnya.

“ Apa kita bisa bertemu lagi ?! “  saat sadar, ucapan itu yang pertama keluar dari mulutku. Babo ya, hal bodoh apalagi yang sekarang kau katakan Onew.

Dia tersenyum (lagi) dan mengangguk.

“ Ne, see you . . . “ dia pun berlalu meninggalkanku yang berdiri diam terpaku di tempat ini. Beberapa detik kemudian, bahuku ditepuk seseorang. Begitu menoleh, Jonghyun dan minho sudah berdiri sambil menyeringai ke arahku.

“ Kajja hyung, kau mau mulai syuting lagi kan?!. “ ajak Minho sambil menggandeng bahuku. Aku berjalan kembali pulang bersama dengan kedua namja ini. Kami menyetop taksi yang lewat, mengantar kami kembali ke lokasi syuting reality show baru kami.

Sepanjang jalan pikiranku dipenuhi dengan wajah dan senyuman yeoja itu. Oh My God, sekarang aku yakin kalau sudah benar-benar menyukainya. Menyukai yeoja bernama Shin Ri Sung itu. Aku tahu, semua ini baru awal ceritaku dengannya. Dan walaupun sekarang kami hanya saling mengenal nama, namun begitu mengingat senyumannya tadi, aku yakin, kami pasti bertemu lagi. Pasti.

Dan saat itu, aku berjanji, aku akan berusaha untuk semakin mengenalnya. Aku juga akan berusaha agar dia semakin mengenalku, sehingga kami berdua bisa dekat. Pasti.

Lagi-lagi aku tersenyum. Mengingat nama, wajah dan senyumnya.

Shin Ri Sung, for me, chicken is everything. But you, more than chicken in anything.😀

>> Chapter I : End

( to be continued . . . )

*****************************

 

5 thoughts on “More Than Chicken (Chapt 01) [Fanfiction]

  1. Pingback: Annyeonghaseyo… A-sin Imnida ^^ [Share] « I am Hottest ♔ Queen's

  2. Pingback: More Than Chicken (Chap 02) [Fanfiction] « I'm Hottest ♔ Queen's

  3. Pingback: More Than Chicken (Chap 03) [Fanfiction] | The Queen's ♔

  4. Pingback: More Than Chicken (Chap 04) [Fanfiction] | The Queen's ♔

  5. Pingback: More Than Chicken (Chapt 05) [Fanfiction] | The Queen's ♔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s