I Love You A Thousand Times [Fanfiction]

Tittle             :    I Love You a Thousand Times

Cast               :   Shin Ri Sung  a.k.a  Author

                            Onew SHINee

Genre           :   Romance

Length         :   Oneshoot

Backsound   :    Co. Ed – I Love You a Thousand Times

Attention   ::  FF ini spesial Author  persembahkan untuk Nae Nampyeon, ONEW.  Dimanapun kau berada, apapun yang kau lakukan, kau satu-satunya yang selalu bersinar, laksana bintang yang menghiasii malam. Menerangi hatiku, menyinari duniaku, selalu. Neomu saranghae, nae dubu. *hug unyu*

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

** Risung’s POV **

 

Geudaeraseo gaseumi ttwineungeollyo dareun sarameun andwaeyo

Hwabune muljudeut geudaeui sarangeun nal saragage haejuneungeollyo

( Because it’s you, my heart beats, It can’t be someone else

Just like giving water to plant, Your love let’s me live )

 

Aku membolak-balikkan buku yang masih terbungkus rapi di genggamanku. Membaca sinopsis yang tertera di halaman belakangnya. Hmm,, ceritanya gak menarik, terlalu biasa. Kuletakkan buku itu lagi di tempatnya, meraih buku dengan cover penuh warna di sebelahnya. Aduhh, ini lagi, ceritanya terlalu gampang ditebak, tak membuat penasaran. Aku berjalan ke rak buku di sebelah, berpindah dari rak tempat novel-novel romance ke rak yang penuh dengan buku-buku detektif dan pembunuhan. Tapi sudah ku obrak-abrik, namun tak ada cerita yang menarik.

Aku berjalan ke arah tempat majalah, langsung menuju tumpukan majalah Bobo yang ada disitu. Ya sudah, aku beli Bobo saja untuk yeodongsaeng-ku, dia kan sangat suka membaca ini *anggap aja di Korea ada Bobo*. Aku segera memilih-milih Bobo edisi terbaru, membanding-bandingkan isinya dengan edisi minggu lalu, mana yang lebih menarik ya?!

“ Hey, kau sudah dengar berita terbaru tentang SHINee belum ?? “ suara tiga orang yeoja yang berada di rak buku di sampingku memecah konsentrasi. Mereka pikir ini tempat gosip apa, bicaranya keras sekali.

“ Mwo?! “ tanya teman yeoja itu.

“ Katanya Onew pingsan lagi saat syuting Star King “

“ Heh, jinjayo ?? “ temannya yang satu lagi ikut menyerobot.

“ Ne, dia langsung dibawa ke rumah sakit saat itu juga “

“ Dia lemah sekali ya?! Waktu acara Mubank waktu itu, pingsan gara-gara mau ketiban lampu, padahal lampunya kan belom jatuh. Terus waktu ada liputan mereka di Taiwan itu loh, dia juga lemes-lemes gitu kan. Dasar, leader SHINee kenapa lemah gitu sih ?! “

“ Iyaa, padahal maknaenya saja sehat-sehat terus tuhh “ kali ini  yeoja di tengah yang menyahut sambil membuka-buka majalah.

“ Hu’um,, gimana mau jadi leader yang mimpin anggota-anggotanya kalau dia dikit-dikit sakit, dikit-dikit pingsan. Dasar !! “ yeoja yang lain menambahkan.

Yaa~~ mereka mau cari mati ya, seenaknya saja menjelek-jelekkan uri Onew. Memangnya mereka siapa seenaknya saja men-judge Onew lemah dan tak pantas jadi leader. Mereka benar-benar tak tahu sopan santun.

“ Mianhamnida, dilarang membaca majalah disini “

Langkahku terhenti oleh ucapan penjaga wanita yang menegur ulah ketiga yeoja sialan itu. Rasain, datang kesini bukannya beli buku malah bergosip ria. Aku berbalik, kembali menatap tumpukan majalah Bobo di hadapanku. Tapi, pikiranku masih saja terfokus pada pembicaraan yang menyebalkan yeoja-yeoja tadi. Aissshh,, seenaknya saja mengata-ngatai Onew oppa. Mereka pikir gampang apa jadi leader SHINee, mereka pikir mudah apa menjalani kegiatan seabrek sehingga waktu untuk istirahat saja tak ada. Justru karena saking bertanggung jawabnya, dia sampai tak punya waktu untuk istirahat. Sehingga dia jadi sering sakit dan tiba-tiba pingsan. Memangnya dia mau apa, terlihat sakit dan lemah di depan yang lain. Dasar . . . tak tahu apa-apa tapi malah komen-komen sembarangan. Menyebalkan . . .

Geudaeraseo naega useulsu itjyo dareun sarameun halsuga eobtjyo

Pokpungsoge nameun deungbul hanacheoreom geudaen naege gijeogieotjyo

( Because it’s You, I can laugh, someone else can’t do it

Like one lamp that stays throughout a storm, You were a miracle to me )

 

Dengan lemas aku berjalan keluar dari toko buku itu, menyetop taksi, langsung menuju tempat janjianku dengan teman-teman yang lain. Begitu sampai, aku segera mencari keberadaan mereka bertiga, tapi nihil, tak ada siapa-siapa. Aku pun segera mencari tempat duduk, sekalian menunggu mereka. Dasar, kupikir tadi aku yang terlambat, ternyata malah aku yang datang lebih awal. Apa jangan-jangan mereka bertiga janjian mau datang terlambat. Ini kan sudah lewat setengah jam dari waktu janjian.

Aku mengambil tempat duduk yang berhadapan langsung dengan TV yang terpasang di dinding café itu. Yah, kali aja ada video klip SHINee yang terputar. Tapi, layar TV ternyata menampilkan liputan-liputan sekilas tentang acara Music Core, tampak Onew oppa, Jiyeon, Suzy dan Minho yang menjadi MC. Hhehhe,, oppa cocok juga jadi MC.

“ Kau tahu, sekarang katanya Onew sedang dekat dengan Jiyeon T-ara “

Aku menoleh, mendapati dua orang yeoja di meja sebelahku. Hey, jangan bilang mereka mau menggosipkan Onew oppa lagi.

“ Jeongmal?? Kenapa dia selalu digosipkan dengan yeoja?? “

Temannya bertanya heran.

Loh, dia kan artis, wajar donk kalau banyak gosip.

“ Eh, memangnya ada yang lain ?? “

Temannya itu mengangguk mengiyakan.

“ Waktu itu dia digosipkan dengan Victoria f(x), sampai-sampai ada fans club OnToria “

“ Andwae,, Vic eonnie kan punya Nichkhun oppa“

Emang babo, Vic eonnie punya Khun oppa, Onew punya saia. Siapa yang mau jodoh-jodohin mereka!?

“ Dia juga digosipkan dengan Kim So Eun, gara-gara mereka jadi couple waktu pemotretan untuk White Day tahun kemarin “

Yaa~~ mereka hanya berteman. Lagipula disitu kan ada member SHInee yang lain, kenapa tak menggosipkan mereka saja sih, malah Onew oppa.

“ Dia juga katanya pernah jalan berdua sama Krystal f(x) #hueeekkk# “

Aniyooo,, itu gosip, heran ya cepat amat percaya sama gosip.

“ Jessica SNSD juga ngaku kalo dia sayang sama Onew “

Helloo~~ bukan salah Onew donk kalo ada yang ngaku-ngaku sayang ama dia. Menyebalkan. . .

“ Ehh, katanya waktu trainee dulu dia juga sering pulang bareng Hyoyeon SNSD “

Aigooo,, dua makhluk ini tukang gossip sejati ya?! Mereka pulang bareng karena rumah mereka searah babo. Memangnya tak bisa ya, pulang bareng teman sendiri.

“ Waktu di acara apa gitu, dia ngakunya kalo mau ke dorm SNSD dia cuman pengen nemuin Seohyun. Seo kan punya Yong oppa “

Arrrgghhh . . . . itu kan cuman buat ngeledek Yonghwa aja yang waktu itu juga ada di acara itu. Nih nenek sihir dua ngegossipnya asal banget.

“ Aha, Boram T-ara juga ngaku dia suka sama Onew “

Aduhh, no comment. Emang salah Onew ya, kalau banyak yang suka atau ngefans sama dia?!

“ Banyak amat ya?! Padahal cakepan juga Minho “

“ Hu’um,, Key sama Jonghyun jauh lebih cakep, Taemin juga jauh lebih imut “

Okey, cukup. Mereka benar-benar udah kelewat batas. Nggak bisa didiamkan lagi.

“ Risung-ah “

Saranghae  . . .

cheonbeoneul haedo tto haejugo sipeun mal

Nae simjangeul ttwige haejuneun mal

Geudaereul mannasseume naneun jeongmal haengbokhan saram

( I Love you . . .

even if i say it a thousand times, they’re words i want to say again

words that make my heart beats

I’ve become a really happy person after I met you )

Aku menoleh, mendapati tiga yeoja yang daritadi kutunggu datang bersama, mereka berjalan mendekat ke arahku. Dua yeoja yang tadi mau kulabrak, sudah berdiri meninggalkan meja mereka. Apa mereka punya firasat buruk tentang aku ya!?

“ Mianhae, kami terlambat “

Ujar Minra eonnie dengan cengiran khasnya. Dia segera mengambil tempat tepat dihadapanku. Dua yeoja lain, Eunhwa dan Soyeon juga segera duduk di bangku yang masih kosong.

“ Mian eonnie, tadi mereka berdua menemaniku membeli hadiah dulu untuk Jjong oppa. Dia kan baru saja sembuh dari sakit, aku hanya ingin memberikannya sesuatu, makanya aku meminta mereka menemaniku. “ jelas Soyeon pelan, wajahnya terlihat sedikit takut menyadari aura menyeramkan yang terpancar dari wajahku.

Jangan salahkan aku dong, salahkan yeoja-yeoja tukang gosip yang seenaknya saja menjelek-jelekkan Onew-ku. Awas saja kalau aku bertemu lagi dengan mereka dan mereka masih bergosip tak benar tentang Nae Dubu, mereka akan menyesal telah membiarkan otak mereka dirasuki gosip-gosip itu.

“ Eonnie, gwaenchana?! Wajahmu benar-benar terlihat ‘kacau’ sekarang. “ ujar Eunhwa sambil terlihat cemas menatapku. Minra eonnie yang baru saja selesai memesan minuman juga ikut-ikutan memperhatikanku.

“ Yaa~~ waeyo ?! Apa kau masih bertengkar dengan pecinta ayam itu?! “

Bertengkar?! Aku?!

Ohh iya, aku lupa. Sudah hampir seminggu ini aku tak menanggapi pesan ataupun telpon dari Onew. Aku memang sedang marah padanya. Ahh, bukan marah sih, ngambek. Ya, aku ngambek. Ini semua gara-gara dia ketahuan tak memakan bekal makan siang yang sudah mati-matian kubuatkan untuknya. Dia lebih memilih delivery order dan memesan ayam goreng dengan kotak kemasan bergambar wajah mereka berlima itu.

Hey,, yeoja mana yang tak marah, kalau kekasihnya berbohong mengatakan dia sudah memakan bekal makan siang itu padahal faktanya makanan malang itu malah berakhir di tempat sampah. Apa kau tak kesal?!

Kalau aku kesal tentu saja. Amat sangat kesal. Tapi entah kenapa rasa kesal itu sekarang menjadi tak sebanding dengan rasa kesal yang kurasakan karena seharian mendengar gosip-gosip murahan itu. Gosip yang seenaknya saja mengatakan yang tidak-tidak tentang namjaku. Arrrggghhh . . .

“ Eonnie “

Eunhwa melambai-lambaikan tangannya tepat dihadapanku. Sepertinya aku sedari tadi melamun sehingga tak menyadari ucapan mereka.

“ Mwo ?! “

“ Tadi Minra eonnie bertanya apa kau masih bertngkar dengan Onew oppa. Kasihan dia eon, tiap hari dia menghubungi kami terus-terusan hanya untuk menanyakan keadaanmu. “

“ Aku sudah bicara dengan Key untuk memastikannya. Awalnya memang Onew mencoba untuk memakan bekal darimu itu. Tapi . . . “

Nuneul tteumyeon kkumiljido mollayo jakku buranhaejineyo

Nae sarangingeollyo, nae unmyeongingeollyo, naneun geudael nochilsu eobtjyo

( When I open my eyes, it may be a dream, I keep getting anxious

You’re my love, you’re my destiny, I can not lose you )

 

Pikiran tentang gosip itu teralih sejenak akan ucapan Minra eonnie. Tapi kenapa?! Memangnya hal apa yang menghalangi namja babo itu untuk memakan bekal dariku.

“ Eonnie, apa setelah membuat makanan itu kau mencicipinya?! “ tanya Soyeon pelan, sambil mendekat ke arahku. Aku menatapnya dengan ekspresi bingung selama beberapa detik, kemudian menggeleng.

Ketiga yeoja itu saling berpandangan maklum, kemudian ketiganya sama-sama mengangguk. Wae??

“  Kalau aku jadi Onew oppa, aku juga pasti takkan mau memakannya “ ujar Eunhwa pelan namun masih terdengar olehku.

“ Apa katamu?! “ bentakku. Karena masih emosi, tanpa sadar suaraku meninggi saat mengucapkan hal itu, membuat Eunhwa tersentak kaget menatapku.

“ Mian, apa yang tadi kau katakan. Memangnya kenapa dengan masakanku?! “ tanyaku sambil berusaha menetralkan ekspresiku. Aisshh,, dasar para nenek sihir tukang gosip sialan, mereka benar-benar membuat mood dan emosiku jadi sangat buruk.

“ Risung-ah, kau tahu. Saat Onew membuka bekal makan siang darimu itu, disana juga ada beberapa member Super Junior. Jadi dia membagi makanannya itu pada Shindong oppa dan Eunhyuk oppa yang saat itu juga kelaparan menunggu makanan datang. Tapi, saat mereka berdua mulai mencicipinya, baru satu suapan mereka mendadak langsung kenyang dan berhenti makan “ cerita Minra eonnie dengan wajah serius.

Aku terdiam mendengar cerita itu. Berusaha mencerna kejadiannya satu-persatu, melakukan reka ulang adegan dengan imajinasiku sendiri. Semuanya seakan berputar pelan di kepalaku. Begitu semua cerita yang kususun itu selesai terputar. Aku segera meraih handphone pink dari saku jaketku dan mendial nomor pertama di list kontakku. Aku menunggu selama beberapa saat, tapi yang terdengar kemudian hanya pesan mailbox. Nomornya tak aktif.

Aku mencobanya selama hampir 5 kali tapi tetap tak ada perubahan.

Dengan ekspresi yang bercampur aku menatap 3 yeoja dihadapanku itu, yang balik menatapku bingung.

“ Apa kalian tahu dimana Onew oppa sekarang?! “ tanyaku pada akhirnya. Ketiganya kembali berpandangan dan sama-sama tersenyum.

“ Kata Minho oppa seharian ini mereka akan ada di ruang latihan “ jawab Eunhwa sambil tersenyum.

Tanpa basa-basi aku segera menyambar tasku dan berlari meninggalkan mereka bertiga. Dengan gusar aku menunggu taksi yang lewat, yang bisa segera mengantarkanku menemui namja dengan senyuman mata bulan sabit itu. Senyuman kesukaanku.

Saranghae  . . .

cheonbeoneul haedo tto haejugo sipeun mal

Nae simjangeul ttwige haejuneun mal

Apeuji anke nal jikyeojuneun gomaun mal

( I Love you . . .

even if i say it a thousand times,

they’re words i want to say again

words that make my heart beats  

Thankful words that you’ll protect me,

so i won’t be hurt )

Taksi yang kunaiki itu segera melaju begitu mendengar alamat yang kusebutkan.

Aku duduk gusar, tak sabar ingin segera sampai sehingga bisa segera bertemu dengan namja itu. Aissh, oppa mianhae, kenapa aku babo sekali sih. Kenapa aku tetap bersikeras nekat membuatkan makan siang untukmu. Padahal aku sama sekali tak punya keahlian setitik nila pun di bidang itu. Aku sama sekali tak dianugerahi kemampuan untuk memasak apapun. Tapi kenapa aku masih keras kepala ingin membuatkan bekal untukmu.

Dan yang lebih bodohnya lagi, bagaimana mungkin aku langsung memberikan makanan itu untukmu, meminta kau memakan dan menghabiskannya, tanpa mencicipinya terlebih dahulu. Yeoja babo,, bagaimana mungkin aku bisa memasak tanpa merasakan rasa masakanku itu apa layak dimakan atau tidak. Aigoo . . . Risung babo.

Bahkan tanpa tahu kalau itu salahku, aku malah memarahi namja yang polos tak berdosa itu. Padahal dia pasti sangat merasa bersalah karena melakukan itu. Dia pasti terpaksa berbohong karena tak mau aku kecewa mendengar masakanku yang benar-benar tak layak.

Aigoo,, sekarang aku merasa benar-benar malu untuk bertemu dengannya. Kenapa aku begitu nekat dan ceroboh dalam hal seperti ini?!

 

 

Cham gamsahae jichin harue son jabajul sarami

Baro geudaeran saramingeollyo

Geudaereul mannasseume naneun jeongmal haengbokhan saram

( I truly thank you, on a tiring day,

a person that can hold my hand

That person is You

I’ve become a really happy person after I met You )

Taksi yang kutumpangi berhenti tepat di depan gedung itu. Dengan cepat aku berlari, segera menuju elevator yang baru saja dimasuki dua orang yeoja yang sepertinya karyawan disini. Aku tersenyum dan membungkuk sopan ke arah mereka, yang balas tersenyum ramah ke arahku. Aku segera menekan tombol 5, lantai dimana ruang latihan itu berada.

Kusandarkan tubuhku di dinding elevator yang ditutupi kaca itu. Aku mengambil beberapa helai tissue dari dalam dalam tas yang kubawa, berusaha mengusap peluh yang menetes di dahiku. Aku juga menghela nafas panjang dan menghembuskannya, mengatur kembali pernapasanku yang masih ngos-ngosan akibat aksi maraton tadi.

Dua yeoja tadi kini asyik ngobrol sambil tertawa.

“ Oh yaa, apa kau melihat bagaimana ekspresi Onew tadi?! Hahaha,, dia benar-benar terlihat bodoh seperti itu “

“ Ne. Anak itu benar-benar terlihat sangat polos. Bahkan kadang-kadang dia terlihat lebih polos dibanding maknae mereka “

Kedua yeoja itu kembali tertawa.

“ Aku juga ingat saat mereka sedang latihan sampai larut malam dan manajer mereka memintaku mengantarkan ayam goreng titipannya pada mereka. Kau tahu, Onew yang pertama kali semangat begitu mendengar aku membawa ayam “

“ Yaa, aku ingat. Dia akan sangat diam saat menyantapnya ayamnya dan akan menjadi amat sangat bersemangat setelah itu. “

“ Iya benar. Apa itu, yang selalu mereka nyanyikan saat Onew mulai berulah!? “

“ Ahh, itu slogan untuk apa yang mereka sebut ‘Onew Condition’. Kalau tak salah, lagunya seperti ini… “

Mwolhaedo ONEW sangtae . . .

Mwolhaedo ONEW sangtae . . .

Perhatianku teralihkan oleh bunyi dering hp-ku, ada pesan masuk. Kedua yeoja yang tadi asyik bicara itu menoleh kaget ke arahku. Aku tersenyum kemudian membungkuk lagi ke arah mereka dan segera keluar begitu pintu lift itu terbuka.

Mwolhaedo Onew sangtae. Yeahh, whatever he does, it’s ‘Onew Condition’   :D

Dengan segera aku membuka pesan yang baru saja kuterima.

From : Chicken King

 

Chagi, waeyo?? Aku baru saja menyalakan hp-ku dan mendapati pesan bahwa kau menghubungiku 5 kali. Wae??

Aku mencoba menghubungimu, tapi entah kenapa tak bisa. Gwaenchana??

Kau dimana? Apa terjadi sesuatu?? “

Aku tersenyum dan membaca lagi isi pesan itu. Oppa, bagaimana mungkin bisa aku dengan bodohnya marah dan kesal padamu.

Geudael jikilgeyo

nan geudaereul mideoyo

geudae saranghaeyo

( I’ll protect You

I believe in You

I love You . . . . . )

Aku segera mempercepat langkahku menuju ruang latihan. Di jalan aku sempat berpapasan dengan beberapa member SNSD yang nampaknya baru selesai latihan juga. Aku tersenyum ramah menyapa mereka, mereka juga balas menyapa dan menegurku. Malah Hyoyeon eonnie menanyakan kenapa aku bisa muncul disini dan sendirian, aku hanya tersenyum dan mengatakan ada urusan, sehingga membuatnya mengangguk agak yakin dan berjalan bersama Seohyun meninggalkanku. Aku berdiri cemas di depan pintu ruang latihan itu. Ragu apakah harus masuk atau tidak.

Aku kembali mengambil handphone-ku dan mendiall nomor Onew oppa. Tapi, nomornya kembali tak aktif. Apa mereka sekarang sudah mulai latihan lagi ya?!

Dari dalam terdengar suara tawa, yang malah semakin mengurungkan niatku  untuk masuk ke dalam. Lebih baik aku menunggu mereka selesai latihan saja kalau begitu. Aku baru saja akan berbalik, saat tiba-tiba pintu latihan itu terbuka dan membuat langkahku terhenti seketika. Di hadapanku kini berdiri salah satu couple dengan suara emas mereka di Super Junior, Yesung dan Ryewook oppa.

“ Risung-ai, apa yang kau lakukan disini?! “ tanya Yesung oppa dengan tatapan heran. Aku hanya bisa membungkuk kaku ke arah mereka berdua sambil mengucapkan salam.

“ Apa kau mencari seseorang ?! “ tanya Ryewook oppa begitu melihat aku yang terdiam tanpa berkata apa-apa. Kerumunan member SuJu yang lain kini sudah berdiri dihadapnku. Oh no . . . masa aku bilang kalau aku mencari leader SHINee di depan orang-orang ini sih?!

“ Ayo cepat, kita masih ada acara setelah ini “ ujar seseorang yang muncul belakangan. Orang itu menoleh kaget melihatku tapi kemudian dia tersenyum, memamerkan senyum malaikatnya.

“ Risung-ah, waeyo?! Apa kau mencari seseorang ?! “ tanyanya sambil memperhatikan penampilanku. Nampaknya dia menyadari bahwa aku datang kemari bukan untuk latihan. Aku tersenyum kaku menjawab pertanyaannya. Dia mengerutkan keningnya selama beberapa saat, kemudian mengangguk paham.

“ Mereka sekarang ada di ruang musik “ ujarnya kembali tersenyum, kemudian dia merangkul YeWook couple yang masih mematung di hadapanku itu, dan mengajak yang lain pergi.

Aku tersenyum dan membungkuk berterima kasih kepadanya. Aishh,, kau benar-benar baik seperti malaikat Leetuk oppa.

Aku segera melangkahkan kakiku menuju ruang musik. Dari jauh terdengar alunan nada yang begitu ku kenal. Suara nyanyian ini juga, suara orang yang sedari tadi kupikirkan. Onew.

Lagi-lagi aku berdiri terdiam di depan pintu. Ragu-ragu apakah masuk atau menunggunya selesai. Aku masih bimbang untuk memutuskan saat kusadari tangan seseorang menepuk bahuku. Aku segera berbalik kaget, dan mendapati seorang namja berwajah cantik yang melihatku dengan matanya yang jernih. Mata itu berkedip-kedip sebentar menatapku, sebelum akhirnya wajahnya tersenyum.

“ Noona “ ujarnya senang. Aku balas tersenyum menatapnya.

“ Apa yang kau lakukan disini?! Apa kau juga akan latihan?!” aku tersenyum lagi kemudian menggeleng menjawab pertanyaannya. Tanganku menunjuk ke ruang musik di dalam, bermaksud memintanya memanggil Onew oppa keluar.

“ Onew hyung “ ujarnya spontan. Aku mengangguk mengiyakan, sepertinya respon anak ini kali ini cepat sekali. Dia segera mengerti sebelum aku mengatakan maksudku.

“ Lihat hyung, ada Risung noona “

Ehh?!

Aku segera berbalik dan mendapati Onew oppa menatapku dan Taemin heran. Aku begitu kaget karena tak menyadari kehadirannya disana, dan sepertinya dia juga kaget melihatku yang tiba-tiba berada disini.

“ Chagi,, kau “

Aku terdiam menatap namja dihadapanku itu. Kedua alisnya tebalnya malah berkerut heran menatapku. Pandangannya kemudian teralih pada Taemin yang masih berdiri disana.

“ Taemin-ah, sekarang giliranmu “

Taemin segera mengangguk mengerti, kemudian langsung masuk ke dalam, meninggalkan kami berdua yang masih berdiri diam.

“ Gwaenchana?! “

Lagi-lagi ekspresi cemas tergambar di wajah tampannya itu.

Tapi bukannya menjawab, aku malah terdiam menatapnya. Omona . . . aku baru sadar, aku sudah hampir seminggu tak bertemu dan mendengar suaranya. Sekarang, saat bisa melihatnya langsung. Aku baru sadar kalau aku benar-benar merindukannya. Teramat sangat merindukannya.

Tanpa dikomando, detak jantungku langsung memompa berkali-kali lebih cepat, kurasakan rona merah yang hangat mulai merambati wajah dan telingaku, perutku teraduk-aduk seakan-akan ada jutaan kupu-kupu yang kini sedang terbang berkeliaran bebas disana. Ya, perasaan ini. hampir seminggu aku tak lagi merasakan sensasi ini. Sensasi perasaan yang hanya bisa kurasakan saat melihat namja ini. Sensasi perasaan yang hanya bisa kunikmati saat aku mendengar langsung suara namja ini.

Dia masih dengan cemas, segera berjalan mendekatiku.

“ Risungie, apa kau sakit?! Kenapa wajahmu memerah seperti ini?! “ tanyanya cemas sambil menyentuh dahiku. Oppa babo, ini semua karena kau berada di depanku tau.

Tanpa pikir panjang aku segera mendekat dan memeluknya. Aku tetap diam dalam posisi itu selama beberapa saat tanpa bicara apapun. Dia balas memelukku dan mengelus kepalaku pelan.

“ Gwaenchana?! Apa kau tak enak badan?! “ nada suaranya masih terdengar cemas, bahkan lebih cemas dari sebelumnya. Aku menggeleng pelan masih dalam pelukannya.

“ Oppa, mianhae . . . “ ucapku setelah diam beberapa saat. Dia segera melepaskan pelukannya dan menatapku bingung.

“ Mian, karena aku memaksamu memakan bekal itu. Mian juga karena telah memasakkan sesuatu yang tak enak untukmu. Mian karena aku begitu babo sampai tak mencicipi makanan itu, sehingga aku tak tahu kalau makanan itu layak di makan atau tidak. Mian, aku . . . “

“ Ssstt . . .” ujarnya menghentikan ucapanku.

Jari telunjuknya diletakkan tepat di hadapanku bibirku **nosebleed**.

Saranghae  . . .

cheonbeoneul haedo tto haejugo sipeun mal

( I Love you . . .

even if i say it a thousand times)

“ Bukankah seharusnya aku yang minta maaf karena telah berbohong padamu?! “ ujarnya lagi. Aku kembali memeluknya dan menggeleng.

“ Kau tak salah apa-apa “ ucapku dalam pelukannya **wuahh, indahnya dunia **.

Kami masih tetap terdiam dalam posisi seperti itu selama beberapa saat. Benar-benar posisi yang nyaman. Tiba-tiba, pikiran tentang kejadian hari ini melintas di otakku begitu saja. Aku tersenyum dan semakin mempererat pelukanku.

“ Oppa . . . “

“ Hmm?! “

“ Saranghae “

“ Ehh?! “

“ Saranghae. Kau tahu, walaupun aku mengatakannya ribuan kali, aku ingin tetap terus mengatakannya lagi padamu. Saranghae oppa, neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu saranghae “

Dia terkekeh pelan mendengar perkataanku.

“ Aku tak peduli kalau semua orang menghinamu, aku tak peduli kalau semua orang tak menyukaimu, aku tak peduli kalau semua orang membanding-bandingkanmu. Aku juga tak peduli kau mau digosipkan dengan siapapun, kau dibilang dekat dengan siapapun. Selama aku mencintaimu, maka aku akan terus mempercayaimu. Aku akan terus berusaha selalu ada di sampingmu, mendukungmu, menyemangatimu”

“ Saranghae Lee Jinki, jeongmal saranghamnida “

Dia melepaskan pelukannya, tangannya memegang kedua bahuku, dia menundukkan badannya, sehingga kini wajah kami sejajar. Dia menatapku sesaat kemudian tersenyum, memamerkan barisan gigi putihnya serta senyum mata bulan sabit kesukaanku.

“ Na-do. Neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu neomu saranghae, Shin Risung “ ujarnya menekankan setiap kata, dia kembali tersenyum kemudian beralih mengecup keningku dan kembali memelukku. Aku tertawa senang mendengar ucapannya dan semakin mempererat pelukanku padanya. Semoga cinta kita tetap terjaga selamanya oppa. Selamanya . . .

 

Seulpeun naldo oeropdeon naldo ijen eobseulgeoyeyo

Ojik naegen dan hansaram geudae

Baro nae ape inneun geudaega naege watjanhayo

Uri saranghagiro haeyo . . . . .

( They’re words i want to say again

There won’t be sad or lonely days anymore

The only person for me is You

 The you who was right in front of me, came to me

Let Us love . . . . . )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s