You Might Comeback, Right?! (Chapt 01) – [Fanfiction[

Annyeong . . .
Post-an kali ini tentang FF pertama 2PM yang saia buat, banyak dipublish di berbagai tempat dan Alhamdulillah responnya pada bagus bagus. Tapi entah kenapa gak saia post di blog ini *sepertinya di blog yang lama pernah*
Ahh sudahlah,, yang penting saia telah mempublishnya disini….

 

 

Tittle          :    2pm The Series (01)

Sub Tittle  :    You Might Comeback, right?!

Cast            :    7 members of 2pm

                          Park Jae Bum

                          Kim Junsu

                          Nichkhun Horvejkul

                          Ok Taecyeon

                          Jang Wooyoung

                          Lee Junho

                          Hwang Chansung

Length        :   Doubleshot

Genre          :   Friendship, Family

** Author’s POV **

 

Suasana pagi pertama di musim semi tahun ini. Burung-burung saling bersahutan, berkicauan merdu. Matahari perlahan-lahan mulai muncul dari peraduannya, membagikan sensasi hangatnya. Pagi yang nyaman dan benar-benar indah. Membuat semua orang bersemangat untuk memulai aktivitas di pagi itu.

Namun, sepertinya suasana pagi yang menyegarkan itu tak berlaku bagi penghuni dorm salah satu member idola di bawah naungan JYP Entertainment itu. Keenam membernya masih  belum keluar dari sarang masing-masing, masih bergelut malas di bawah selimut mereka. Padahal sudah dari 2 jam yang lalu manager mereka bangun, bergegas menyelesaikan masalah kontrak-kontrak mereka selanjutnya. Semalam mereka baru selesai menyelesaikan latihan terakhir dan terberat mereka untuk persiapan album mereka di Jepang. Selain itu, mengingat insiden semalam, maka manager meminta mereka untuk istirahat total seharian penuh di dorm. Mengenyahkan segala macam beban pikiran yang nantinya bisa mengganggu persiapan promo album mereka.

Sementara itu, dalam salah satu kamar di dorm itu, seorang namja dengan wajah persegi, perlahan-lahan membuka matanya. Mengerjapkannya berulang kali, beradaptasi dengan cahaya matahari yang masuk. Dia mengedarkan pandangannya menatap sekitar, mendengar suara-suara yang mungkin berasal dari dongsaeng-nya yang lain, tapi nihil.

Sepertinya mereka belum bangun ’ ujar Junsu dalam hati. Tak mungkin mereka bisa setenang ini dalam keadaan sadar.

Dia segera beranjak turun dari tempat tidurnya, mengucek pelan kedua matanya dan menguap pelan. Tatapannya jatuh pada posisi tidur Mr. Big dari Boston yang aneh itu. Posisi tubuhnya setengah duduk dengan laptop yang masih menyala terletak di dada bidangnya, kedua tangannya masih berada di atas keyboard.

Junsu menyentuh salah satu keyboard laptop itu, layarnya otomatis menyala, menampilkan potret seorang namja dengan tubuh six packnya bersanding dengan produser manajemen mereka. Junsu tersenyum miris melihat judul artikel yang tertera disitu. Dia mengangkat laptop itu, memindahkannya dari tubuh Taecyeon ke atas meja.

 

‘ Anak ini, apa dia semalam hanya mencari konfirmasi tentang berita itu ?! ujar Junsu menatap namja teman sekamarnya itu yang masih terlelap. Dengan lemas dia berjalan keluar kamar, melewati sang maknae dan eternal maknae yang masih terlelap di ruang tengah, menuju kamar mandi.

‘ Kapan dua anak ini bersikap normal dan tidur di kamar, seperti kami kekurangan tempat tidur saja sampai harus tidur disini ‘

Setelah melakukan ritual paginya, dia segera menuju dapur berencana membuat segelas susu untuk menyegarkan badannya. Aigoo,, setelah latihan berat kemarin seharian, semua badannya terasa kaku, tenggorokannya juga sedikit gatal, mungkin terlalu banyak menyanyikan refrain yang tinggi itu, nasib menjadi main vocal.

‘ Huhh.. bogoshippo Jaebum-ah. Aku benar-benar merindukan saat-saat dulu dimana sering berbagi suara di bagian refrain denganmu. Dimana vokal tinggimu bisa benar-benar menyeimbangi suara khas-ku ini. Hhahaha,, kau pasti akan segera protes kalau aku kembali membanggakan suaraku ini kan?! Kemarilah, sekarang aku benar-benar terima kalau kau mau protes saat aku membanggakan suaraku. Aku juga tak keberatan kalau kau mau mengejek-ejekku mengatakan kalau tak ada gunanya aku punya suara merdu tapi tak diiringi dengan kemampuan menari yang sekeren dirimu. ‘

 

Junsu menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskannya pelan.

‘ Aku benar-benar membutuhkanmu. Bukan hanya untuk menyanyi, tapi juga untuk mengatur anak-anak ini, sekarang sebagai member yang paling tua, secara tidak langsung aku merasa bertanggung jawab pada mereka. Kau tahu, semakin hari kelakuan mereka semakin bertambah kekanak-kanakan. Di atas panggung mereka bisa saja terlihat dewasa dan manly. Tapi, diluar itu?! Really need you, leadja. You might comeback, right ?!’

 

Junsu mengaduk susu cokelat panas di hadapannya pelan, membawanya ke ruang tengah. Dia segera duduk, mengambil tempat di meja depan tv, mengabaikan 2 ‘mayat’ yang tergeletak lelap di dekatnya.

“ Junsu-ya “ Junsu menoleh mendapati namja berwajah cute yang baru saja mencuci mukanya itu. Sisa-sisa air masih menetes dari beberapa helai rambut dan wajahnya.

“ Oh, kau sudah bangun rupanya “

Namja itu segera mengambil tempat di samping Junsu, dan tanpa ragu segera meneguk pelan susu cokelat yang masih mengepulkan asapnya. Sementara Junsu meraih remote TV di depannya dan mulai mengganti-ganti channel tv di hadapannya. Untuk beberapa saat keduanya asyik larut menyaksikan koki cantik di layar TV yang asyik membuat resep makanan khas Italia.

“ Aku lapar “ ujar namja yang tadi masih tergeletak di lantai itu tiba-tiba, dia mengubah posisinya dari tidur menjadi duduk sambil tetap memejamkan matanya.

Junsu dan Nichkhun yang tengah menyaksikan acara memasak di TV saling berpandangan maklum. Biasalah, diantara semua member 2pm, maknae mereka ini yang paling cepat lapar dan terakhir kenyang.

“ Nado “

Sahut sosok raksasa yang juga baru bangun itu. Uppss,, berdua bersama Mr. Boston ini tentu saja. Sepertinya dua orang ini bisa mencium bau aroma masakan dari TV itu.

“ Ohh, aku sedang tak mood memasak hari ini “ ujar Nichkhun malas sambil menyandarkan tubuhnya di sofa besar itu. Junsu juga ikut-ikutan menggeleng menolak jadi koki pagi ini. Tak ada yang lebih menyenangkan selain bermalas-malasan saat hari libur seperti ini bukan!?

“ Kenapa kalian memutar acara memasak sih, aku juga jadi ikut-ikutan lapar. “

sahut Junho yang baru saja keluar dari kamarnya sambil memeluk boneka beruang putih raksasanya. Dengan langkah gontai, dia berjalan ke arah dapur, membuka lemari pendingin dan mengambil sebotol air mineral dingin dari sana. Sambil meneguk air itu, dia mulai memeriksa isi kulkas, mencari sesuatu yang bisa dimakan, tapi dia tak menemukan apapun.

“ Hyung, kita tak punya persediaan bahan makanan untuk dimasak. Yang ada di kulkas hanya air mineral, bahkan banana milik Chansung saja tak ada. “ ujarnya lemas sambil mengambil tempat, ikut-ikutan bergabung bersama hyung-nya yang lain di atas sofa biru itu.

“ Eottokhae ?? “ sahut Chansung nelangsa. Tak ada bahan makanan = tak bisa memasak = kelaparan.

Dengan malas Taecyeon bangkit menuju dapur, mulai membuka satu-persatu lemari-lemari kecil disana.

“ Kita masih punya persediaan ramen yang cukup untuk pagi ini “ teriaknya begitu menemukan tumpukan ramen di salah satu lemari paling bawah.

Keempat member yang masih duduk di ruang tengah itu saling berpandangan, bertanya siapa yang bersedia memasakkan ramen untuk sarapan mereka pagi ini. Hanya butuh waktu beberapa detik, sebelum pandangan mereka serentak jatuh pada member 2pm yang hingga kini masih terlelap di lantai, uri Wooyoungie.

“ Wooyoung-ah, irona “ ujar Junho sambil menarik-narik kaki hyung-nya yang tak kunjung bangun. Dengan kasar dia menarik selimut yang membelit di tubuh eternal maknae 2pm itu, tapi sama sekali tak membuatnya bangun. Chansung yang masih duduk di sebelahnya menarik bantal yang dipeluknya dan memukul-mukulkan bantal berbentuk sapi ke tubuh sang Toshio, tapi member yang masih berbalut piyama putih itu sama sekali belum mau meninggalkan dunia mimpinya.

“ Woongie-ah, irona . . . “ kali ini gantian Junsu dan Nichkhun yang meneriakinya. Sementara Junho dan Chansung masih terus bergelut dengan tubuh hyung mereka itu. Dengan malas Wooyoung membuka matanya, menyadari Junho dan Chansung yang masih berusaha membangunkannya.

“ Ne, ne, panggil aku hyung baru aku akan bangun “ ujar Wooyoung yang mengajukan syarat pada dua dongsaeng-nya yang tak pernah sekalipun memanggilnya hyung itu. Junho dan Chansung saling berpandangan dan tertawa.

“ Shiro . . . “ sahut mereka berdua serempak. Sama-sama meninggalkan ‘korbannya’ yang melongo tak percaya. Aisshh, sepertinya mereka lebih baik kelaparan daripada memanggil Wooyoung dengan sebutan hyung. Hhahaha . . .

Dengan kesal Wooyoung bangkit dan berjalan malas ke arah kamar mandi, mengumpulkan nyawanya yang masih tersisa. Dia memandang refleksi dirinya di kaca, mengamati setiap inchi wajahnya.

“ Apa aku terlalu imut sampai mereka tak mau mengakui kalau aku lebih tua dari mereka ?! “ ujarnya tiba-tiba, mulai bicara dengan bayangannya sendiri. Dia kembali mengamati wajahnya, kali ini terus sampai seluruh tubuhnya.

“ Hey, aku pikir aku sungguh terlihat dewasa. Walaupun tak sedewasa si maknae kurang ajar itu. Setidaknya aku terlihat lebih dewasa daripada Jaebum hyung *masa sehh?!* tapi kenapa mereka bersedia memanggilnya hyung sementara aku tidak ?! “ ujarnya lagi mulai tak jelas.

Sadar dia baru saja menyinggung hyung tersayangnya itu membuat dia tiba-tiba bungkam. Bayangan-bayangan Jaebum yang selalu menjaga dan memanjakannya layaknya adik sendiri itu membuat matanya berkaca-kaca.

“ Bogoshippo hyung, aku benar-benar membutuhkanmu. Mereka semua selalu memperlakukanku layaknya aku yang paling bontot. Biasanya kan kau yang selalu melindungiku. Kau juga tempatku bercerita tentang banyak hal. Kau selalu meluangkan waktumu untuk sekedar mendengarkanku. Sekarang saat kita terpisah, aku tak bisa leluasa lagi menceritakan isi hatiku seenaknya pada anak-anak yang tak waras itu. Kapan kau kembali hyung, kapan kau bersama kami lagi?! You might comeback, right?! “

 

Tanpa terasa airmata telah mengalir di wajah king of aegyeo-nya 2pm itu. Tapi, dia malah membiarkannya mengalir, tak peduli. Apa lagi ditambah dengan insiden semalam, benar-benar membuatnya merindukan leader mereka satu-satunya itu.

Tiba-tiba pintu kamar mandi diketuk dari luar.

“ Wooyoungie, apa yang kau lakukan di dalam, kami semua hampir mati kelaparan “

ujar Nichkhun yang terlihat agak cemas karena dia sempat mendengarkan isakan kecil yang datang dari dalam. Dengan segera Woo menghapus air matanya yang masih tersisa, kemudian membasuh wajahnya lagi. Tidak, member yang lain tak boleh melihatnya menangisi Jaebum lagi, dia sudah berjanji. Saat Jaebum pergi dulu, dia sempat tak mau berinteraksi dengan yang lainnya. Kerjaannya hanya diam di kamar bersedih. Dia tak mau mempercayai siapa pun lagi sejak saat itu. Tak mau bergaul terlalu dekat lagi dengan member yang lain. Entahlah . . .

Dengan pelan dia membuka pintu kamar mandi itu, mendapati Nichkhun yang berdiri cemas menatapnya.

“ Woongie-ah, gwaenchana ?! “

Ujarnya menangkap bahu Woo sebelum anak itu menghindar. Woo menoleh sekilas menatap hyung-nya itu, senyum tipis menghiasi wajahnya yang masih terlihat agak merah.

“ Gwaenchana, hyung “

Ujarnya sambil berlalu dari hadapan Nichkhun, dia hanya tak ingin yang lain tahu tentang perasaannya. Perasaan rindunya yang teramat sangat dengan leader mereka yang tak waras itu. Dengan segera dia beranjak menuju dapur, menjalankan tuntutan ‘hyung’-deulnya yang kelaparan.

Sementara itu, sepeninggal Wooyoung, Nichkhun hanya bisa terpaku, diam menyadari ekspresi Wooyoung tadi.

‘ Apa kau merindukannya lagi, Woo-ah ?! Nado . . . ‘

 

Nichkhun menghela nafas dan menghembuskannya perlahan. Matanya terasa panas, dia akan berubah jadi sangat sensitif bila berhubungan dengan member tertua mereka yang telah pergi itu. Dengan langkah gontai dia berjalan menuju kamarnya, membaringkan tubuhnya lagi di atas kasur itu. Menatap nanar ke setiap sudut kamar itu. Ini adalah kamar yang ditempatinya bersama maknae mereka, Chansung, tapi anak itu lebih suka tidur di lantai, sama seperti Wooyoung. Dia masih ingat, saat-saat tertentu, leader mereka yang penyayang itu akan datang ke kamar ini, mereka akan menghabiskan waktu sepanjang malam bicara tentang apa saja.

Apabila Junho atau Wooyoung datang mengganggu, ikut nimbrung dengan pembicaraan mereka, maka mereka spontan akan berbicara menggunakan bahasa Inggris, yang tentu saja membuat para pengganggu itu pergi. Hhahaha,, sungguh menyenangkan saat-saat itu.

Nichkhun kembali terpekur, mengingat kembali semua kenangan dari hyung idolanya itu. Walaupun leader mereka itu selalu saja kehilangan kewarasannya, tapi dia akui, dia amat begitu kagum dengan pribadinya. Pribadinya yang ramah, lucu, dan berhati besar. Kau takkan pernah bisa menebak, bahwa dibalik tubuh kecil namja itu, tersimpan begitu banyak cinta untuk dongsaeng-nya. Untuk para penggemar setianya.

“ Really miss you, bro. Really need you. Aku benar-benar sungguh merindukanmu. Apa kau juga disana merindukanku? Merindukan kami? Padahal kau dulu berjanji akan berlibur ke thailand lagi bersamaku. Kau bilang kau ingin melihat yeodongsaeng-ku yang cantik itu. Kau juga bilang ingin sekali bisa mengenal lebih dekat umma-ku. Kau tahu, setiap kali aku pulang mereka selalu menanyakan kabarmu terlebih dahulu. Kenapa kau pergi, sih?! “

 

Nichkhun menghapus butiran bening yang kini telah mengalir keluar dari sudut matanya. Dia menggapai mengambil bingkai foto yang terpajang manis di meja samping tempat tidurnya. Dielusnya pelan foto itu. Foto itu menampilkan dirinya, Taecyeon dan Jaebum yang menggunakan wig wanita berpotongan pendek. Dielusnya sosok namja berkaos pink di sebelah kanan itu.

“ Hhahaha, sepertinya lagi-lagi dia kehilangan kewarasannya disini “

Airmata kembali mengalir di wajahnya walaupun mulutnya mengukir tawa melihat pose di foto itu. Dia ingat saat dia memasang foto itu disini, Chansung serta anggota 2pm yang lain sempat protes, karena tak ada gambar mereka disana.

“ Hey, kau juga belum mengajariku dance dengan gerakan memutar itu hyung. Padahal dulu aku selalu memintamu untuk mengajariku, tapi kau selalu mengatakan nanti, nanti. Lihat kan, sekarang setelah kau pergi, siapa yang akan mengajariku?! Datanglah lagi hyung, jebal, datanglah lagi pada kami. You might comeback, right ?! “

 

Dia masih tetap terdiam memandangi foto itu selama beberapa saat. Pikirannya masih dipenuhi dengan kenangan-kenangan tentang hyung-nya tersayang itu. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan seseorang yang membuka pintu kamarnya secara tiba-tiba. Taecyeon muncul dari balik pintu itu, memandangnya heran. Dengan enggan dia kembali meletakkan foto itu di tempatnya semula, dan segera berdiri mendekati Taecyeon.

“ Waeyo ?! “

Taecyeon masih terdiam memandangnya, mencoba membaca ekspresinya, namun Nichkhun malah kembali menampilkan ekspresinya yang seperti biasa.

“ Minjae hyung meneleponmu lewat telpon dorm “

Dengan segera namja Thailand itu mengangguk dan berjalan keluar mendahului Taecyeon, yang masih terdiam menatap foto berbingkai itu. Dia mengernyit perlahan, kemudian berbalik menyusul Nichkhun.

Sementara itu, di ruang tengah tampak Junho yang asyik bergelut dengan boneka beruang putihnya. Ditatapnya hyung-nya yang sedang asyik menerima telpon itu. Setelah beberapa saat, namja itu ikut bergabung dengannya, duduk malas di sofa yang cukup besar itu.

“ Kau tak syuting WGM dengan Vic noona, hyung ?! “

Tanya Junho memecah kesunyian diantara mereka. Namja yang ditanyai itu, hanya menggeleng malas sambil mulai mengganti-ganti channel TV di depannya.

“ Wae ?? “

Tanyanya masih penasaran, sama sekali tak puas dengan jawaban singkat dari hyung-nya.

Nichkhun menghela nafas panjang dan memandang Junho yang balas menatapnya dengan mata sipitnya itu.

“ Tadi Minjae hyung menelepon, katanya hari ini syuting WGM ditunda, karena Victoria sedang sibuk dengan album baru mereka “

Junho hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya mendengar hal itu. Entah itu hanya perasaannya saja atau memang benar, sepertinya sang ‘Prince Thailand’ ini sedang dalam suasana hati yang tak baik. Hidungnya juga terlihat sedikit memerah.

‘ Apa dia baru saja menangis ?! ‘ batin Junho.

Dia mengangkat kedua bahunya tak tahu dan kembali bergelut dengan beruang raksasa di pelukannya itu. Memain-mainkannya layaknya anak kecil. Pikirannya kembali teringat saat-saat dimana leader mereka yang tersayang itu sering memainkan boneka putih ini layaknya teman sendiri. Dia menggigit bibir bawahnya, menahan agar air matanya tak jatuh begitu saja. Namja itu, bahkan dengan mengingatnya sekilas saja bisa membuat orang rindu dan ingin menangis.

“ Kau dimana hyung?! Aku sekarang begitu kesepian karena tak ada lagi yang bisa adu dance denganku. Anak-anak bodoh ini sama sekali tak memiliki kemampuan sehebat dirimu untuk menyaingiku. Babo. Kenapa kau tak segera datang dan kembali pada kami, sih!? Aku begitu merindukan guyonanmu yang sering kali tak lucu dan tak masuk akal. “

Dia benamkannya kepalanya ke tubuh beruang putih itu. Menghalangi akses yang lain untuk melihat wajahnya yang kini mulai terasa panas. Air matanya  perlahan jatuh, dia menundukkan kepalanya kemudian, menggunakan tubuh boneka itu untuk menghalangi wajahnya. Pandangannya terjatuh pada celana pendek hitam yang digunakannya.

“ Huhh, kau tahu hyung. Aku benar-benar merindukanmu. Bahkan sekarang aku memakai celana yang dulu kau berikan. Kau ingat insiden celana ini bukan ?! “

Tanpa sadar dia mulai tertawa, semakin lama semakin keras.

“ Yaa~ wae ironi?! Mengapa kau tertawa tiba-tiba “

Tanya Chansung yang kebetulan lewat. Dipandanginya Junho dengan wajah heran.

Sementara itu Junho masih tertawa, dengan pelan diangkat kepalanya. Chansung semakin heran menyadari Junho yang tertawa lepas, tapi juga sambil berderai air mata, membuat mata sipitnya semakin menghilang. Nichkhun yang sedari tadi diam, ikut-ikutan memandang Junho heran.

“ Junho-ya, apa yang terjadi? Mengapa kau tiba-tiba tertawa sambil menangis? “

Yang ditanyai masih asyik tertawa sambil menghapus jejak air mata dari wajahnya. Junsu dan Taecyeon yang datang mendengar suara tawa Junho pun ikut-ikutan memandangnya heran.

“ Hey, ramennya sudah matang. Ayo makan !! “

Ajak Wooyoung tiba-tiba. Dipandanginya semua member 2pm yang terheran melihat Junho yang tertawa.

“ Junho-ya, berhentilah tertawa, ayo makan !! “

“ Hyung, Channie, ayo makan !! “

Ajak Wooyoung sekali lagi. Junho yang pertama kali bangkit mengikuti ajakan Wooyoung ke dapur, diikuti oleh member 2pm lain yang masih keheranan.

Semuanya duduk melingkar di meja itu, mulai memandangi ramen spesial buatan Wooyoung. Yah, walaupun hanya ramen, setidaknya mereka tak kelaparan pagi ini.

“ Tadi aku sudah memberitahu Minjae hyung, persediaan makanan kita sudah habis “

Ujar Junsu yang mulai menuangkan ramen ke mangkuknya. Member yang lain mengangguk-angguk bersemangat.

Setidaknya nanti mereka tak perlu makan ramen lagi. Untuk sesaat masing-masing sibuk melahap ramennya, saling diam tak bicara.

Wooyoung yang duduk di samping Junho, tiba-tiba menyenggolnya. Junho menoleh sambil asyik menyeruput kuah ramennya. Kedua alisnya terangkat bertanya,

“ Kenapa kau tadi tertawa ?! Apa ada yang lucu ?! “

Member lain yang masih penasaran ikut-ikutan memandangi Junho menunggu jawabannya. Junho segera meneguk air yang ada di dekatnya, sebelum kembali tertawa memamerkan ‘eye smile’-nya.

“ Tadi aku baru sadar, ternyata aku memakai celana ini. “

Ujarnya sambil berdiri memamerkan celana pendek hitam dengan garis-garis putih biru sebagai motifnya. Yang lainnya tampak mengerutkan keningnya heran, belum mengerti dengan arah perkataan Junho.

“ Wooyoung-ah, apa kau ingat saat Jaebum hyung ketahuan memberikan celana ini padaku?! “ ujarnya lagi sambil memandang Wooyoung. Yang ditanya malah diam sebentar sambil mengerutkan kedua alisnya, tapi tiba-tiba wajahnya berubah cerah dan ikut-ikutan tertawa.

“ Ne, aku ingat. Saat itu, aku marah pada Jaebum hyung karena hanya kau yang diberikan celana. Lalu, karena merasa serba salah, dia berkelit dan mengatakan bahwa kau yang mencuri celana itu darinya. Bukan dia yang memberikan padamu “

Wooyoung tertawa lepas diikuti dengan beberapa member.

“ Setelah itu, dia yang jadi uring-uringan meminta maaf padaku karena telah menjadikanku kambing hitam. “

Junho meneguk airnya lagi sebelum kembali tertawa.

“ Dasar leader tak waras “ sambung Nichkhun yang juga ikut-ikutan tertawa.

“ Aisshh,, aku benar-benar merindukannya “ sahut Junsu yang mulai menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal. Yang lain ikut-ikutan mengangguk mengiyakan, sambil terus bercerita tentang hal-hal bodoh yang sering dilakukan hyung mereka itu. larut dalam kenangan indah mereka bersama.

Tiba-tiba, Taecyeon berdiri sambil menggebrak meja. Suara tawa mereka spontan terhenti, masing-masing terkejut memandangi Taecyeon yang berdiri dengan ekspresi marah. Kedua matanya mulai memerah, sementara rahangnya mengeras menahan amarah.

“ Hyung . . . “

ujar Chansung pelan. Ditatapnya wajah Mr. Boston itu, tak ada lagi tawa serta keceriaan yang biasa hinggap disana.

“ Mulai sekarang, berhentilah menyebut nama orang itu. ”

” Berhentilah membicarakannya, bahkan berhentilah mengingatnya “

>>>>>>>>>>>>>>>    TBC

One thought on “You Might Comeback, Right?! (Chapt 01) – [Fanfiction[

  1. Pingback: You Might Comeback, Right?! (Chapter end) [Fanfiction] « I am Hottest ♔ Queen's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s