Balada New Comer [Fanfiction]

Annyeong~~~

LAalalalalalala . . .

dan setelah tadi publish biodata A-sin member, sekarang saia bakal publish sebagian cerita yang telah ditulis para membernya, yang sebagian lgi hilang tuh Y.Y

And this is The first FanFiction, yang membuka cerita awal keberadaan A-Sin. Berhubung kami dekatnya gara-gara SHINee, jadi sebagian besar cerita yang ada sampai sekarang adalah pair dengan member SHINee. Ada juga dengan pair yang lain yang pastinya menyusul. Cekidott…

Title       : Balada New Comer

Author : Leader Minra

Cast       : A-sin and SHINee Member

Length : Oneshoot

Genre   : Family, Comedy (?)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

A-Sin’s Dorm

Pagi itu suasana dorm a-sin tampak tenang. Keempat member a-sin sedang terlelap dengan nyenyaknya. Mereka tampaknya sangat kelelahan. Wajar saja, sudah 3 bulan ini mereka jungkir balik *emang atlit* mempersiapkan debut mereka. Sebagai girlband baru cukup banyak tantangan yang mereka hadapi, karena dunia band lebih banyak berisi makhluk-makhluk sejenis dewa zeus *baca: cowo*.

Tentu saja usaha mereka akhirnya membuahkan hasil yang menyenangkan. Semalam adalah puncak perjuangan mereka untuk membuktikan bahwa makhluk sebangsa athena *baca cewe*juga tidak kalah dalam hal berkiprah didunia musik.

Tok,,tok,,tok,,,,

Ring,,ding,,dong,, ring,,,ding,,dong,,,

Tiba-tiba suasana pagi yang damai terganggu dengan gedoran dan bunyi panggilan bel yang menandakan ada pengunjung yang ingin bertamu dipagi itu.

***Eun Hwa POV

“Siapa sih yang datang pagi-pagi. Ganggu orang tidur aja nih.” Perlahan aku bangun dan mencoba mengenyahkan kantuk.

“Iya,,iya,,, bentar. Ga sabaran amat sih.” Aku berjalan ke arah pintu untuk melihat si pembuat keributan. Jam berapa sih sekarang. ga tau apa kita lagi cape gara-gara perform semalam. Perlahan kupalingkan wajahku mencari letak jam dinding di kamar ini.

“omona~ jam setengah tujuh. Mati aku.” Buru-buru aku masuk ke kamar mandi. Bisa-bisanya aku tidur. Padahal hari ini aku ada kuliah. Yah walaupun sekarang kami sudah debut, tetap saja kami harus menghadiri kuliah seperti manusia normal lainnya. Tunggu dulu, kulirik tempat tidur di sampingku. Aigoo,,,, anak ini. Bisa-bisanya dia tidur. Memangnya dia tidak sekolah apa.

“So Yeon-ah bangun. Kau sekolah kan. Sekarang udah setengah tujuh, kalo ga bangun bisa telat loh.”aku mengguncang-guncangkan tubuh dongsaengku ini. Sebagai member termuda dia memang bisa dibilang paling manja. Tentu saja sebagai vokalis *ai ga boleh ge-er ya* dia yang paling banyak berinteraksi dengan penonton.

“ada apa onnie? Aku masih ngantuk.” Dia menatapku dengan mata yang setengah tertutup. Setelah mengucapkan satu kalimat itu, dia menutup kembali matanya. Melanjutkan mimpi.

Aisshh,, sudahlah. Kalau diteruskan aku yang akan terlambat. Biar saja Ri Sung onnie yang membangunkannya. Cepat-cepat aku menyelinap kedalam kamar mandi. Tak kupedulikan suara ketokan dan bel yang masih setia memanggil dari depan pintu kami.

***Ri Sung POV

Hmm,,,, sepertinya ada yang mengetuk pintu. Tapi aku malas. Biar Min Ra eonnie saja yang membukanya. Kulirik tempat tidur onnie untuk memintanya menjawab bel itu. Tapi ternyata onnieku sudah tidak ada di tempatnya. Tempat tidurnya pun sudah tampak rapi. Kemana dia? Tidak biasanya dia bangun sepagi ini. Sudahlah. Aku capek. Semalam benar-benar membuatku kehabisan tenaga. Rasanya aku tidak ingin melakukan apa-apa hari ini.

“Ri Sung ah bangun. Tolong bangunin Eun Hwa sama So Yeon. Sekalian anterin ke sekolah. Hari ini kau libur kan?!” suara Min Ra onnie terdengar dari arah pintu kamar.

“Mwo? Ah, ne onnie. Aku tak ada kuliah hari ni. Onnie sendiri?” aku mengiyakan pertanyaannya sambil balik bertanya pada onnieku. Aku memalingkan wajah mencari sosok onnieku. Ternyata dia sudah menghilang. Mungkin mau membukakan pintu yang sejak tadi masih berisik menganggu ketenangan pagi. Aku bangkit menuju kamar dongsaengku. Melaksanakan permintaan onnie mengantarkan mereka.

***Se Yeon POV

“So Yeon-ah bangun. Kau sekolah kan. Sekarang udah setengah tujuh, kalo ga bangun bisa telat loh.” Itu suara Eun Hwa onnie. Seperti biasa dia membangunkanku setiap pagi. Onnieku yang satu ini memang paling rajin soal bangun pagi. Berbeda sekali dengan aku dan kedua onnieku yang lain.

“ada apa onnie? Aku masih ngantuk.” Aku kembali memejamkan mata. Hmm,,, sebentar lagi tidak apa-apa kan.”

———————————–

———————————–

“eh, tadi onn bilang apa? Setengah tujuh?? Kyaaaa………………..” buru-buru aku bangun dan masuk kamar mandi. Sialnya Eunhwa onnie sedang ada didalam. Sebaiknya aku mandi di kamar Ri Sung onnie saja.

Brukkk…………

“aduh…..” kuusap-usap kepalaku yang terbentur meja rias. “siapa sih yang nabrak aku. Sakit tau.” Kuangkat kepalaku melihat pelaku yang menghambat waktu mandiku.

“onnie, ngapain disitu? Sakit nih ketabrak.” Aku bersungut-sungut pada Ri Sung onnie. Kenapa juga dia ada didepan pintu kamarku.

“hey saeng. Kamu ngapain lari-lari? Kalo pengen jogging tuh di luar noh. Bukannya dikamar.” Ri sung onnie malah balik ngomel.

“yee,,, yang mau joging siapa. Orang aku mau nebeng mandi di kamar onnie kok. Aku telat nih. Udah yaa…” buru-buru kutinggalkan Ri Sung onnie yang hanya bisa geleng-geleng dan ngelus dada.

“Hehe mian onnie. Darurat nih!”

***Min Ra POV

Aku berjalan ke arah pintu rumah kami. Siapa sih yang ribut pagi-pagi. Udah tau ga dibukain pintu. Bukannya pulang, malah ngotot. Ihh,,, bikin gemes aja.

“Annyeong.” Sebuah suara diikuti cengiran yang sangat kukenal datang dari makhluk yang sudah menjadi adikku selama 20 tahun ini.

“ahh,, noona. Ternyata kau yang membuka pintu. Kebetulan.” Dengan santainya sosok yang tak lain adalah si flame minho yang juga kebetulan adalah adikku masuk dan menyerbu ruang tamu rumah kami.

“aishhh,,, kau. Apa yang kau lakukan disini sepagi ini. Tumben kau bisa bangun sebelum matahari bergeser kebarat.” Aku menyindir adikku yang memang sangat hobby tidur *baca:kebo* itu.

“begini noona. Aku mau menyampaikan pesan. Kata manajer hyung…”

“kyaaa,,,,,,,,,,,” tiba-tiba terdengar teriakan dari bagian dalam. Buru-buru aku meloncat dari kursiku dan bergegas ke arah sumber teriakan, yang sepertinya milik maknae di rumah ini. Tak kupedulikan minho yang berteriak memberi tahu sesuatu. Tampaknya teriakan tadi tidak berarti apa-apa baginya.

“ada apa, So Yeon kenapa kau teriak……………” aku terpaku melihat dongsaengku sedang mengusap-ngusap kepalanya.

“Ri Sung-ah ada apa? Kenapa So Yeon teriak? Oh iya, kemana dia?” aku memalingkan wajahku mencari makhluk yang mengeluarkan keributan tadi.

“noh, dia di kamar kita. Lagi mandi. Tadi itu dia teriak karena udah telat. Mana pake acara nabrak aku lagi.” Ri sung bersungut-sungut menjelaskan.

“ya ampun,, ada-ada aja. Ya sudah. Kau siap-siap gih. Mau nganterin mereka kan?!! Onnie bau bikin sarapan dulu.” aku bergegas menuju dapur.

***Author’s POV

Setengah jam kemudian semua siap. Eunhwa dengan buku-buku kuliahnya yang tebal tampak berlari-lari menuruni tangga, sambil berulangkali melirik jam tangannya.

So Yeon yang juga menenteng tas sekolahnya tampak mengunyah sarapan dengan kecepatan yang menakjubkan. Berkali-kali pula ia melirik jam tangannya dan juga Ri Sung yang ajaibnya tetap makan dengan santai.

“onnie,, buruan makannya. Udah telat nih. Aku ada ulangan bahasa ingrris jam pertama.” Tak tahan lagi So yeon berteriak kepada Ri Sung.

“iya onn. Aku juga ada praktikum jam pertama. Kita berangkat yuk.” Eun Hwa ikut-ikutan sambil menarik tangan Ri Sung.

“aishh,,, ne. Kita berangkat. Kajja!!” akhirnya Ri sung bangkit melihat adik-adiknya yang seperti cacing kepanasan.

“jangan sampe ada yang lupa. Onn ogah kalo harus bolak-balik.” Ri Sung melotot tajam pada dua adikknya.

“ne onnie. Lengkap kok.” Eun Hwa nyengir sambil berlari menuju mobil.

“tenang. Aku udah meriksa kok tadi. Pasti lengkap.”

Segera setelah memastikan semuanya lengkap, mereka berangkat memulai aktivitas masing-masing.

Sementara itu,,,,,,

“noona, mereka kemana?”

***Min Ra POV

“noona,, mereka kemana?” tiba-tiba suara adikku terdengar bersamaan dengan kepalanya yang menyembul dari pintu ruang tamu.

“aigoo,, bagaimana aku bisa lupa denganmu. Ayo kesini. Kita makan.” Aku melambai memanggil adikku mendekat.

“ga deh, makasih. Aku udah makan. Tadi key hyung masak pagi-pagi.” Minho menolak ajakanku, tapi tetap saja mencomot sehelai roti.

“noona, mereka kemana?” dia mengulangi pertanyaannya tadi.

“sekolah. Kuliah.” Aku menjawab pendek.

“apa??? Ga salah noona? Memangnya mereka bisa? Apa manajer noona tidak mengatakan apa-apa pada kalian?” minho sepertinya kaget dengan jawabanku. Apa yang salah memangnya.

“memangnya kenapa? Ada yang salah?” aku balik bertanya padanya.

“semua salah noona. Sudahlah. Tidak ada waktu bertanya. Cepatlah suruh mereka kembali.” Aku akan memanggil SHINeedeul. Semoga belum terlambat.

“tapi, Minho-ah. Sebaiknya kau jelaskan dulu. Apa yang salah?” Dia ngomong apa sih. Aku curiga. Jangan-jangan dia belum benar-benar sadar dari tidurnya.

“cepatlah noona. Nanti saja kujelaskan.” Minho bergegas mengeluarkan hpnya. Sepertinya dia benar-benar menelepon teman-temannya. Segera aku melakukan hal yang sama.

“Yoboseo, Eun Hwa-ah. Kembalilah ke rumah. Segera. Tidak perlu bertanya, onn juga tidak mengerti. Pokoknya katakan pada Ri Sung untuk segera kembali. Arraso?”

***Eun Hwa POV

“yoboseo, onnie? Ah kami hampir sampai. Eh, kenapa harus balik? Baiklah. Kami,,,,”

“apa itu? Onnie, di kampusmu ada acara ya? Kok rame banget.” Itu suara So yeon.

“anni. Kenapa….” aigoo,,, apa ini. Kenapa rame sekali. Apa ada demo ya?”

“mungkin demo saeng. Biarlah. Onnie, bisa percepat. Aku terlambat.” aku menoleh pada Ri sung onnie.

“sebentar. Itu bukan demo. Itu fans. Fans kita.” Ri Sung onnie menjawab dan memperlambat laju mobil. Sebaiknya kita pulang. Barusan Min Ra onnie dan onew oppa sms.” Ri sung onnie memutar arah kami.

***Author’s POV

Ri sung bergegas mengubah tujuan mereka. Namun terlambat. Para fans yang berdiri di depan gerbang kampus Eun Hwa sudah melihat mereka. Dan dalam sekejap saja mobil itu dikerubuti fans yang ingin melihat new comer. Sebentar saja mereka bertiga sudah terpaku melihat derasnya arus fans yang ingin bertemu. Tiba-tiba……

“Lihat, itu Jonghyun oppa dan Taemin.” Salah seorang tiba-tiba berteriak dan menunjuk ke arah kiri mereka.

“oppa,,, oppa,,,,” dengan cepat aliran arus fans berpindah mengerubuti 2 SHINee member yang entah mengapa ada di tempat itu.

***Ri Sung POV

“geser.” Tiba-tiba pintu mobilku terbuka dan munculah wajah onew oppa, si leader SHINee yang juga sekaligus adalah calon suamiku *Ri Sung ngarep*.

“oppa, bagaimana kau bisa disini? Kenapa pula Taem dan Jjong ada disini?” aku bergegas berpindah tempat duduk dan menyerahkan kursi kemudi kepada onew oppa.

“aishhh,,,,, Pabo ya. Kenapa kalian keluar hari ini? Kalian ingin remuk dikerubuti fans.” Onew oppa mulai membawa kami kembali ke arah rumah.

“memangnya kenapa oppa? Apa salahnya. Aku Cuma mengantarkan mereka sekolah, kami…..”

“aishh,,, kalian itu new comer. Girlband baru. Kalian pikir bisa seenaknya berkeliaran dikota setelah semalam wajah kalian masuk TV dan beredar di kora-koran pagi ini. Apa manajer noona tidak bilang apa-apa?” onew oppa tampak kesal karena kami tidak tahu soal itu.

“mianhae oppa. Kami tidak tahu.”

“tapi oppa, bagaimana dengan Jjong oppa dan taemin?” kudengar suara So Yeon mengkonfirmasikan keadaan dua pahlawan kami.

“biarlah. Mereka sudah biasa menghadapi ini.” Oppa menjawab singkat dan menambah kecepatan mobil.

Sementara itu di rumah,

“Minho-ya. Seharusnya kau memberitahu noona lebih dulu. Bagaimana ya mereka.” Min Ra tampak mondar-mandir di ruang tamu rumah. Menunggu kembalinya adik-adiknya.

“mian noona. Kupikir manajer noona sudah memberi tahu. Tenanglah. Onew hyung pasti bisa membawa mereka kesini dengan selamat.

“benar kata minho. Sebaiknya noona duduk. Ini minumlah dulu.” Key menyodorkan segelas cappucino hangat padaku dan minho.

Aishh,,, enak saja mereka menyuruhku tenang. Tentu saja mereka bisa tenang. Mereka sudah berpengalaman. Lagipula aku yang bertanggung jawab atas adik-adikku disini. Tentu saja aku khawatir.

Kenapa pula manajer onnie tidak memberi tahu kami soal ini. Aishh,,, seharusnya kami bisa berpikir. Tentu saja tidak aman untuk berkeliaran ketika malamnya wajahmu baru saja tampil secara live di TV-TV dan disaksikan hampir semua penduduk kota.

“noona, tenaglah. Sebentar lagi mereka pasti muncul.” Suara key kembali terdengar. Menghibur.

“noona, itu mereka.” Tiba-tiba minho menarik tanganku *>_

“onnie…” ketiga adikku berlari ke arahku. Kami berpelukan selayaknya teletubbies. Untunglah tidak terjadi apa-apa.

“syukurlah. Kalian tidak apa-apa?” aku bertanya disela-sela pelukan kami. Mereka bertiga mengeleng dan pada detik selanjutnya kami sudah tertawa bersama. Memikirkan kebodohan kami. Dan kejadian yang hampir menimpa kami jika saja tidak ada para penolong itu.

“eh, Jjong oppa dan taemin bagaimana? Apa mereka baik-baik saja?” tiba-tiba So yeon melepaskan pelukan kami.

“kami baik-baik saja saeng. Terima kasih sudah khawatir.” Suara Jjong oppa terdengar dari arah belakang kami. Rupanya mereka sudah kembali tanpa kami sadari.

“baiklah. Sekarang kita masuk. Semua kejadian ini membuatku lapar lagi. Key, masak ya. Aku mau bicara dengan Min Ra dan ketiga adikknya. Minho, bantu aku menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Taem, kau bantu key masak. Pastikan ada ayam yang dihidangkan. Dan kau jonghyun, hubungi manajer hyung dan pastikan apakah kejadian tadi sudah masuk berita pagi atau tidak. Dan hubungi pula manajer noona dan suruh dia kesini.” Onew oppa membagi tugas kami masing-masing sambil menggiring kami berempat kedalam rumah. Rupanya inilah wibawa seorang leader. Meskipun kadang-kadang sangtaenya kumat, onew oppa ternyata sangat bisa diandalkan.

>The End

4 thoughts on “Balada New Comer [Fanfiction]

  1. Pingback: Annyeonghaseyo… A-sin Imnida ^^ [Share] « I am Hottest ♔ Queen's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s