Gimme Chicken [Fanfiction]

Title            : Gimme Chicken

Author       : Queen Risung

Main Cast : A-sin Member

Genre         : Comedy maybe

 

########################################################

 

Risung’s POV

 

“ Yaa~~ Risung-ah, irona. Kau mau tidur sampai kapan huhh?? “

Seseorang menggoyang-goyangkan tubuhku dengan kuat. Aku mencoba membuka mataku, beradaptasi dengan banyaknya sinar yang saling berlomba masuk ke dalam indera penglihatanku. Saat mulai terbiasa, samar-samar tampak seorang yeoja yang berkacak pinggang di samping tempat tidurku. Kukerjap-kerjapkan kedua mataku agar bayangan samar itu menjadi jelas.

 

“ Waeyo eonnie, aku masih amat sangat mengantuk. “ ujarku begitu menangkap bayangan pelaku yang telah merusak tidur indahku. Aku kembali memeluk guling di dekatku dan berbalik ingin kembali tidur.

 

“ Mwo?? Kau bilang kau masih mengantuk !? IRONA . . . Kau tahu jam berapa sekarang huhh !? “ kali ini dia mendekatkan tubuhnya padaku, sehingga suaranya benar-benar terdengar sangat keras di telingaku. Aku menggeleng malas sambil tetap memejamkan mata.

 

“ Kau tidur sampai tak sadar kalau kau telah melewatkan waktu sarapan dan makan siang. Jangan bilang kalau kau ingin tidur seharian, Shin Ri Sung. Palli, Palli, irona . . .  !!! “

 

“ Eonnie, aku baru bisa tidur tadi pagi jam 6. Jadi biarkan aku tidur lagi, seluruh tubuhku sakit selesai pentas semalam. “

Aku kembali merapatkan selimut hingga menutupi tubuhku, udaranya benar-benar terasa dingin, membuatku semakin malas untuk bangun. Ada jeda sesaat sebelum kudengar pintu tertutup diiringi dengan gerutuan tak jelas dari Minra eonnie.

 

Aisshh , ,  aku kan benar-benar capek. Jadwal kami seminggu ini benar-benar padat tanpa waktu tidur yang cukup. Jadi apa salahnya kalau aku tidur seharian saat ada waktu luang?! Yah,, anggap saja aku sedang mengumpulkan jam-jam tidurku yang telah dirampas begitu saja. Huaaaammm . . .

 

Itulah salah satu hal yang aku tak suka saat menjadi terkenal. Aku tak punya kesempatan dan waktu lagi untuk bermalas-malasan. Aku juga tak diijinkan lagi untuk melakukan hal-hal yang kusukai. Online semalaman, membaca buku sepuasnya, nonton film semaunya, serta aku harus menjaga pola makan dan olahraga teratur. Aku harus terus mengkonsumsi buah dan sayuran, serta mengurangi konsumsi lemak. Bayangkan saja, selama hampir seminggu ini aku tak menyentuh ayam segala jenis sama sekali.

 

Kruyuk~~ Kruyukkk~~

 

Aisshh,, mengingat ayam membuat perutku bereaksi. Aku lapar. Aku menyampirkan selimut dan bantalku, merubah posisiku hingga terduduk. Mataku yang masih berat menatap samar ke arah jam dinding dengan hiasan telinga kelinci pink di dinding. Sudah jam 03.00 rupanya, pantas tadi Minra eonnie semangat sekali membangunkanku.

 

Aku melangkah gontai, membuka pintu kamar mandi, dan segera menuju wastafel. Kubasuh wajahku berulang dengan air yang dingin itu, berusaha mengusir rasa kantuk yang masih menggelayutiku. Setelah melakukan ritual cuci muka, sikat gigi dan sedikit senam wajah, aku keluar dari kamar, segera mencari satu-satunya hal yang paling kuinginkan saat ini. Ayam, ayam, aku benar-benar lapar dan ingin makan ayam. Nyam nyam nyam . . .

 

Aku mendengar suara ribut-ribut dari arah dapur, dengan semangat aku segera menuju kesana. Kudapati Eun hwa yang sedang asyik memotong sayuran dan meramu bahan-bahan lainnya yang tak kuketahui namanya dengan jelas.

 

“ Akhirnya kau bangun juga eonnie “

Dia tersenyum senang melihatku yang telah tersadar dari tidur panjangku. Aku melangkahkan kakiku mendekatinya, mengamatinya yang sibuk bergelut dengan bahan masakan itu.

 

“ Eunhwa-ya, kenapa kau sudah memasak jam segini?! “

Memang aneh sih, ini masih terlalu cepat untuk persiapan makan malam. Dia menatapku kemudian tersenyum malu.

 

“ Aniyo, aku hanya mempersiapkan bahannya saja. Nanti Minra eonnie yang akan memasaknya saat makan malam. Aku . . . ada urusan “

“ Urusan apa?? Sampai-sampai kau repot seperti ini “

 

Wajahnya kembali memerah saat aku kembali bertanya. Ada apa dengan anak ini!?

“ A,, aku ada janji dengan,, Minho oppa “

Ujarnya pelan nyaris tak terdengar. Omo,, anak ini ada kencan dengan Minho rupanya. Apa itu sebabnya Minra eonnie bersedia menggantikannya memasak makan malam??

 

Aku mengangguk-angguk memaklumi. Dasar, orang yang sedang jatuh cinta, bahkan disela-sela waktu luang yang sangat langka saja masih sempat-sempatnya kencan. Tapi, kenapa si maniak ayam itu malah tak mengajakku kencan ?? =.=”

 

“ Eunhwa-ya, sebelum kau pergi, maukah kau memasakkan ayam goreng untukku!? Nanti aku akan kembali memanaskannya saat makan malam “

Pintaku dengan wajah memelas padanya. Karena nanti, wajah memelasku ini takkan mempan di depan Minra eonnie, dia akan menyuruhku untuk memasak ayam itu sendiri. Eun hwa mengangguk mengiyakan permintaanku. Dia melepaskan sayuran di tangannya dan berjalan ke lemari pendingin, membuka freezer untuk mengambil persediaan daging ayam kami.

 

Tapi,

“ Eonnie, ayamnya tak ada “

Ehh,, bagaimana itu bisa terjadi??

 

“ Jinjayo !? “

Aku mendekat ke arah lemari pendingin, memeriksa sendiri, tapi ternyata dia tak bergurau, memang freezer itu kosong, tak ada ayam ataupun daging sapi dan sejenisnya di dalam. Bagaimana bisa?? Bagaimana mungkin kami sama sekali tak punya persediaan ayam secuil pun.

 

“ Mungkin Minra eonnie lupa membelinya “

 

Aku segera berbalik, mencari keberadaan yeoja yang satu itu. Minggu ini memang gilirannya untuk berbelanja persediaan makanan kami. Tapi, kenapa dia bisa melupakan hal yang sepenting itu. Aku mencarinya keseluruh ruangan dan mendapatinya sedang asyik membaca sambil mendengarkan lagu di teras samping.

 

“ Eonnie “

Aku melepaskan earphone yang terpasang ditelinganya. Dia menatapku sambil mengangkat kedua alisnya bertanya.

 

“ Kau bangun juga ?? “

 

“ Apa kau lupa membeli persediaan ayam untuk kita minggu ini ? “

Aku mengabaikan pertanyaannya dan malah langsung menodongnya dengan pertanyaan lain.

 

“ Waeyo? Memangnya tak ada daging ayam di lemari pendingin? “

Aku menggeleng sambil cemberut menjawab pertanyaannya. Dia mengerutkan alisnya sesaat, tampak mengingat sesuatu.

 

“ Tiga hari yang lalu aku meminta manajer eonnie untuk berbelanja persediaan dapur kita, waktu itu aku ada wawancara radio dengan Soyeon. Mungkin,, aku lupa menulis ayam di daftar belanjaan itu, sehingga dia tak membelinya. “

Ujarnya santai sambil kembali memasang earphone di telinganya dan kembali fokus pada buku tebal bersampul hijau itu. Aku mendengus kesal mendengar jawabannya. Oh My God . . . haruskah setiap minggu aku yang pergi belanja agar tak ada yang melupakan stok ayamku?? Bagaimana mungkin dia bisa melupakan makanan pokok untukku itu!? Dasar eonnie pelupa. . .

 

Aku melangkah kesal meninggalkannya, berjalan masuk kembali ke dalam dorm. Eottokhae!? Sekarang aku harus bagaimana agar bisa makan ayam?! Aku menatap nanar ke arah jendela yang menampakkan cuaca mendung di luar, hujan makin lama malah semakin deras saja. Kenapa malah hujan saat seperti ini?? Dan kenapa pula mobil kami harus dibawa manager eonnie, kalau tidak aku kan bisa pergi ke restoran fastfood untuk membeli beberapa buket ayam.

 

Aha,, aku naik taksi saja. Aku akan menelepon taksi untuk menjemputku, lalu aku akan.. .

Aniyo, aku takut kalau pergi sendirian. Aku tak mau kejadian yang menimpa Minra eonnie serta Eunhwa terulang padaku. Aku tak mau berkeliaran diluar sendirian, nanti kalau ada fans yang ‘menyerang’-ku bagaimana!? Lagipula, bisa-bisa aku malah nyasar, aku belum terlalu mengenal jalan pulang kembali ke dorm. Aha, Soyeon . . .

 

Aku segera berlari membuka pintu kamarnya. Sore-sore seperti ini dia pasti sedang duduk manis di depan layar laptopnya, online. Begitu aku membuka pintu, tampak seorang yeoja yang sedang berbaring telungkup di atas kasurnya. Dia terlihat asyik memainkan laptop di depannya sambill memeluk boneka raksasa kuning berbentuk buah pisang. Aku melangkah ke arahnya sambil tersenyum senang. Kubaringkan tubuhku di sampingnya, ikut melihat tampilan layar laptopnya. Aigoo,, anak ini. Dia malah merubah tampilan toolbar serta windowsnya penuh dengan gambar si Bling-bling. Ckckckckck . . .

 

“ Eonnie, kau berhasil dibangunkan juga rupanya?! Syukurlah,, “

Dia memeluk lenganku erat, kemudian melepaskannya kembali mengutak-atik tampilan layar di laptopnya.

 

“ Kau tahu eonnie, kami bertiga sudah berusaha membangunkanmu dari pagi, tapi kau tak bangun sama sekali, tidur seperti kerbau. Kau benar-benar dikalahkan oleh ayam “

 

Yak~~ aku mendarat jitakan kecil di kepalanya. Anak ini benar-benar.

“ Dasar maknae bawel. Ayo, kau ikut, temani eonnie beli ayam. “

 

Dia membulatkan kedua bola matanya menatapku. Kemudian menggeleng beberapa kali.

“ Shiro. Kau ajak saja yang lain eonnie, aku sedang malas keluar hari ini. Lagipula Jjong oppa menyuruhku untuk istirahat total selama 2 hari ini. Aku diharuskan diam saja di dorm. Mianhae eonnie “

 

“ Aigoo,, kita hanya keluar sebentar membeli ayam lalu kembali lagi. Ayolah, dongsaeng-ah… cuman kau satu-satunya orang yang bisa eonnie ajak pergi. Eunhwa sedang sibuk di dapur dan Minra eonnie sedang sibuk dengan buku tebalnya. “

Aku menampakkan wajah memelasku lagi, kali ini dihadapannya. Dia berpaling, berlagak sibuk dengan laptop di hadapannya. Oh God, eottokahae??

 

“ Telpon delivery order saja eonnie “

Wuaa, benar. Kenapa aku tak memikirkannya ya daritadi?! Aku segera berlari keluar kamar, menyambar telepon dan segera menekan nomor delivery order yang sudah kuhafal diluar kepala.

 

Tuut tuut tuut . . .  ~~~

Aisshh,, kenapa malah putus. Aku mendiall kembali nomor tadi, namun hal yang sama kembali terjadi. Dengan kesal kubanting gagang telepon itu dan segera berlari kembali ke kamarku mengambil hp. Setelah handphone telah di tanganku, aku kembali menekan nomor delivery order tadi.

 

Tulalitt . . . tulaliiitt . . . ~~~

Aigoo,, apa yang terjadi sebenarnya!? Kenapa telepon ini tak ada satupun yang berhasil. Kuraih handphone Minra eonnie yang terletak begitu saja di meja rias, kembali menghubungi nomor yang sama. Tapi, semuanya tetap seperti sebelumnya, tak bisa tersambung. Apa karena hujan deras ini sehingga jaringan telepon jadi bermasalah ?!

 

Aku membaringkan diri lemas di atas tempat tidurku. Aku ingin makan ayam . . .   >.

 

Aku membuka-buka kontak di hp-ku. Mungkin aku bisa minta tolong seseorang untuk mengantarkanku ayam. Umma, appa, ummm, andwae. . . Jarak dari rumahku ke dorm begitu jauh. Kasian mereka nanti, lagipula kalau pun mereka mengantarkan kemari, butuh berapa puluh jam?!

 

Manager eonnie sedang berlibur bersama sepupunya. Onew oppa, aniyo, dia sekarang sedang sibuk syuting reality shownya yang terbaru, aku tak boleh mengganggunya. Member SHINee yang lain. Aku segera mencari-cari daftar nama SHINee di kontakku dan mendiall nomornya.

 

Ada nada sambung yang terdengar, aku menunggu selama beberapa saat,

 

“ Yoboseo “

Terdengar suara Taemin di seberang.

 

“ Taeminnie, eodiseyo ?? “

 

“ Oh,, Risung noona. Aku ada di.. “

 

“ Yaa~~ Risung-ah, jangan mengganggu Taemin dulu, aku sedang menyuruhnya belajar sekarang. Telpon lagi nanti “ Tuut tuut tuut . . .

 

Aku mendengus kesal menyadari telponku ditutup mendadak. Dasar Jonghyun oppa jelek. Seenaknya saja menutup telponku. Pertama melarang Soyeon keluar, sekarang melarang Taemin menerima telpon. Aisshh . . .

 

Aku mencari kontak Minho di hp-ku, mendiall nomornya, namun sebelum telpon itu tersambung, aku segera menutupnya. Andwae,, Minho ada kencan malam ini dengan Eunhwa. Dia pasti sekarang sedang sibuk siap-siap. Mana bisa aku memintanya untuk membelikanku ayam di saat begini.

 

Satu-satunya yang tersisa adalah si Umma. Tapi, nanti bisa-bisa dia malah mengeluarkan kebawelannya padaku. Tapi, cuman dia satu-satunya harapanku sekarang. Dengan segenap keberanian aku mencari kontaknya dan mulai menelpon. Aku menunggu sesaat, kemudian ada nada sambung yang terdengar.

 

“ Yoboseo, Key-ah, ini aku . . .”

 

“ Yak, selanjutnya masukan semua bumbu ke dalam wadah pengorengan dan ditumis sampai masak. Tunggu sampai bumbu itu menghasilkan bau yang harum, kemudian masukkkan . . “

Tuut tuut tuut~~

 

Aku segera memutuskan sambungan dengan Key. Apa yang anak itu lakukan? Apa dia sedang mendengarkan resep masakan baru? Aigoo . . . Dia akan membunuhku kalau sampai memintanya mengantarkan ayam padaku saat ini. Hufff,, aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kesal. Eottokhae??

 

Aku membuka kembali daftar kontak di hp-ku. Mencari nomor si maniak ayam, aku benar-benar tak tahan. Kenapa ingin makan ayam saja susahnya minta ampun. Setelah beberapa detik, ada nada sambung yang terdengar, pada deringan ketiga telpon tersebut diangkat.

 

“ Yoboseo “

 

“ OPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA . . . “

 

“ Ehh?! “

 

“ GIMME CHICKEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNN . . . .”

 

*******

 

Normal’s POV

 

“ GIMME CHICKEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNN . . . .”

 

Semua orang di studio terpaku mendengar suara teriakan maha dahsyat itu. Mereka saling berpandangan dengan ekspresi kaget. Sepertinya akan ada berita baru untuk situs-situs pemberitaan malam ini.

 

 

<the end=”

One thought on “Gimme Chicken [Fanfiction]

  1. Pingback: Annyeonghaseyo… A-sin Imnida ^^ [Share] « I am Hottest ♔ Queen's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s