Happy White Day, A-sin [Fanfiction]

Title : Happy White Day, A-sin

Author : Queen Risung

Main Cast : A-sin Member

Genre : Family, Friendship

#################################

 

** Author’s POV **

11 Maret 2011 (Dorm A-sin)

 

 

Seorang yeoja sedang asyik berkutat dengan laptop kecil dihadapannya. Wajahnya terlihat begitu serius menatap tampilan windows itu, mengarahkan pointer mouse di tangannya kesana kemari, meng-klik link-link dari website yang terpajang di tampilan layar laptop tersebut.

 

“ Arrrggggghhh . . .  “

 

Teriakan kecil terdengar tiba-tiba dari mulutnya. Membuat tiga yeoja lain yang sedang asyik dengan kesibukan masing-masing spontan menoleh.

 

“ Yaa~~ maknae, kau kenapa?! “ tanya yeoja bertubuh tinggi yang sedang asyik memindah-mindah channel TV dihadapannya.

 

“ Gwaenchana, soyeon-ah?! “ kali ini yeoja kalem yang sedang asyik membuka-buka majalah itu ikut-ikutan bertanya.

Maknae dari sebuah Girl band bernama A-sin itu memandang kedua eonnie-nya dengan wajah cemberut, ekspresinya benar-benar terlihat lucu.

 

“ Waeyo?? Gosip Si Bling-bling dengan Se Kyung kembali hot yaa?! “ tanya yeoja lain yang asyik nongkrong di meja makan sambil melahap sepotong ayam besar di tangannya. Di hadapan yeoja itu terhidang sepiring besar ayam goreng yang masih mengepulkan asapnya, panas.

 

“ Eonnie . . . “ rengekan manja Soyeon itu terarah pada yeoja tadi, tapi yeoja itu malah me-merong-kan lidahnya mengejek sang maknae.

 

Dengan malas, Soyeon segera beranjak dari kursi yang di tempatinya, dimatikannya laptop putih yang malah membuatnya semakin kesal itu. Dengan malas, dia bergerak, mengambil tempat disebelah Minra yang masih terus-terusan memindah channel TV.

 

“ Eonnie, apa kita tak punya job dalam minggu ini ?? “ tanya Soyeon dengan gaya aegyo-nya. Minra menggeleng lemas tanpa mengalihkan pandangannya dari TV.  Padahal layar TV hanya menampilkan CF Nana B yang dibintangi SHINee.

 

“ Kita kan selama beberapa bulan ini sibuk dengan promosi dua single kita. Kata manager eonnie, ini waktunya kita istirahat, sambil mempersiapkan diri buat promo single ketiga kita “ jelas Eunhwa yang kini ikut-ikutan duduk manis disebelah Soyeon.

 

Soyeon mengangguk-angguk tanda mengerti mendengar ucapan Eunhwa.

 

“ Tapi, masa kita tak ditawari pekerjaan lain ?? “ maknae ini masih terus meluncurkan pertanyaan-pertanyaannya yang tak berujung pangkal.

 

“ Pekerjaan lain ?! “ tanya Risung yang kini ikut-ikutan duduk di samping Minra. Otomatis mereka berempat duduk berdesak-desakan di sofa kecil itu. Tapi tak ada satu pun orang yang berinisiatif untuk pindah. Dasar aneh . . .

 

“ Ne, bagaimanapun kita kan juga artis pendatang baru, masa tak ada satu pun yang menawari kita membintangi CF, jadi guest Reality show, atau pun sekedar wawancara radio “ ujar Soyeon menjawab pertanyaan eonniedeul-nya.

 

“ Mungkin para produser sedang tak ingin membuat CF “ sahut Minra ngasal.

 

“ Ne, mungkin juga acara reality show serta radio itu sudah punya jadwal guest star-nya untuk seminggu kedepan “ tambah Eunhwa sambil mengangguk-angguk, membenarkan ucapannya sendiri.

 

“ Jangan-jangan, kita tak laku lagi !? “ Risung ikut bersuara, sambil tetap melahap ayam gorengnya tentu saja. Ucapan Risung itu membuat tiga yeoja yang lain saling berpandangan prihatin.

 

“ Apa itu benar eonnie?! “ tanya maknae dengan ekspresi was-was. Minra hanya menatap wajah saengdeul-nya bergantian.

 

“ Umm, mungkin ada yang memberi kita job, tapi manager eonnie menolaknya karena ingin kita istirahat total “ ujar Minra berusaha menenangkan kekacauan hati para dongsaeng-nya.

 

“ Tapi, bukankah biasanya sebagai Girl band baru, kita seharusnya punya banyak tawaran job ?! Kata Jiyeon, waktu T-ara baru mau debut saja, ada 7 perusahaan yang meminta mereka jadi bintang CF-nya. Masa kita nggak ?! “ bantah Risung yang malah semakin membuat member yang lainnya gelisah.

 

“ Jangan-jangan, kita benar-benar tak laku,, “ bahkan Eunhwa saja yang biasanya selalu berusaha berpikiran positif, ikut-ikutan jadi berpikiran aneh. Keempat member itu saling berpandangan, dari ekspresi mereka tergambar jelas kecemasan yang tak bisa disembunyikan. Apa benar, sebagai Girl band baru, mereka tak cukup terkenal?!

>>>>>>>>>>>

 

 

** Minra’s POV **

 

Aku terdiam. Menatap poster-poster serta foto kami berempat yang terpajang rapi di dinding-dinding kamar. A-sin.

Apa benar kami tak ada tawaran job sama sekali selama musim liburan ini?! Padahal kami masih dibilang fresh di dunia musik, tapi kenapa malah sepi ?! Ini saja baru menginjak bulan, bagaimana kalau menginjak tahun?! Atau memang diperlukan waktu yang lama agar kami bisa kebanjiran job ?! Jadwal kami penuh hanya saat-saat kami sibuk promo dua single debut kami itu. Tapi, saat masa vakum, kenapa job yang lain juga ikut-ikutan vakum ?! Huhh,, menyebalkan. Apa yang harus kulakukan?! Apa aku harus berkonsultasi tentang masalah ini pada manager eonnie? Tapi, saat aku menelpon semalam ingin bertanya tentang rencana promo single ketiga kami saja, dia malah memarahiku. Melarangku untuk bicara soal pekerjaan saat masa istirahat ini. Apalagi kalau aku malah menyinggung job lain yang tak kunjung kami terima. Aisshhh,, eottokhae?!

 

Aku harus menanyakan hal ini pada orang yang sudah ahli. Para leader berpengalaman yang lain tentunya. Umm, Taeyeon eonnie. Ah, aniyo, SNSD kan sekarang sedang sibuk promo di Jepang. Pasti mereka sekarang tak punya waktu libur sedikitpun.

 

Leetuk oppa, aishh, walaupun dia sangat baik, tapi aku tak cukup dekat dengannya.

 

Aduhh, apalagi Yunho oppa, aku sama sekali tak terbiasa berbincang-bincang akrab dengannya.

 

Vic eonnie, dia pasti sibuk dengan WGM-nya bersama namja Thailand yang sangat diidolakan Risung itu.

 

Satu-satunya pilihan yang tersisa, adalah leader SHINee, si raja ayam. Yah, walaupun agak aneh, tapi bagaimana pun dia adalah leader SHINee, dia telah memimpin SHINee hampir 3 tahun. Dan mereka benar-benar dibilang sukses.

 

Aha, aku tahu, suruh Risung saja yang berkonsultasi masalah ini dengan Onew oppa. Lagipula selama ini dia kan yang meminta-minta menjadi jubir A-sin kalau ada hal-hal penting yang harus dibicarakan dengan Onew. Hhahaha, dasar . . .

>>>>>>>>>>>

 

 

** Risung’s POV **

 

Aku menutup komik conan di hadapanku. Aisshh,, menyebalkan. Bahkan membaca conan tak lagi menenangkan hatiku seperti dulu. Pikiran tentang keterpurukan A-sin jauh lebih menyita perhatianku dibanding kasus pembunuhan dengan trik melipat tubuh itu. Eottokhae??

 

Kenapa A-sin jadi semerana ini sih. Soo Man ahjussi juga tak berbuat apa-apa dengan nasib kami ini. Kenapa dia tega membiarkan ‘anak baru’ seperti kami ini nganggur, tak ada job. Hiks. . .

 

“ Risung-ai “

 

Aku menoleh, mendapati Minra eonnie yang berjalan ke arahku. Bukannya tadi dia bilang dia mau tidur.

 

“ Kau sedang apa ?! “

 

Aku menggeser tumpukan komik Conan sehingga dia bisa melihatnya. Dipandangnya komik Conan itu dengan tatapan biasa, tak berselera. Lihat kan, bahkan Minra eonnie juga tak berselera melihat tumpukan komik Conan ini. Nampaknya nasib kami telah merubah pikiran kami juga.

 

Dia kembali memandangku dan menyodorkan handphone ber-casing bentuk coklat batangan miliknya ke arahku. Aku mengangkat kedua alisku heran.

 

“ Telpon suamimu, kita harus membicarakan hal ini dengannya. “

 

Aku masih belum mengerti arah pembicaraannya. Apa hubungannya nasib kami dengan Onew oppa?!

 

“ Dia satu-satunya leader yang punya kesempatan untuk dihubungi saat ini “

 

Aku menatapnya selama beberapa saat, kemudian mengangguk senang.

 

“ Pakai nomorku saja eonnie “

 

Ujarku sambil menekan speed dial nomor 3 di handphone-ku. Aku menunggu selama beberapa saat, pada deringan kelima, telpon diangkat, terdengar suara orang yang begitu kukenal diseberang.

 

“ Yeoboseo “

>>>>>>>>>>>>>

 

 

** Eunhwa’s POV **

 

“ Pakai nomorku saja eonnie “

 

Aku menoleh ke asal suara itu, mendapati Minra eonnie dan Risung eonnie yang sedang duduk di teras samping. Karena tak ada kerjaan, aku mendekat menghampiri mereka berdua. Ternyata Soyeon juga mengikutiku dari belakang.

Pandanganku tertuju pada tumpukan komik Conan yang ada di meja di depan Risung eonnie. Lagi-lagi dia memulai kebiasaannya, membaca tumpukan komik Conan sampai lupa waktu.

 

“ Yeoboseo “

 

Aku mengambil tempat, duduk di bangku di depan mereka, menatap Risung eonnie yang mulai khusyu bicara dengan orang di telpon. Dari ekspresi wajahnya, aku sudah bisa menebak siapa yang ditelponnya itu.

 

“ Oppa, Queen imnida “

 

Benar kan tebakanku, itu salah satu jurus andalannya kalau mau merayu sesuatu dari Onew oppa. Kalau berkaitan dengan masalah tadi, mungkin dia ingin berkonsultasi atau pun sekedar bertanya tentang job kami pada leader SHINee itu. Aku juga ingin sekali membicarakan masalah ini dengan Minho oppa, tapi sekarang dia masih sibuk dengan Dream Team-nya. Aku hanya tak ingin pikirannya ikut terbagi dengan masalah kami ini.

 

Aku tertegun menatap Risung eonnie yang menutup telponnya dengan lesu. Dia menyandarkkan kepalanya lemas pada sandaran kursi.

 

“ Eonnie, waeyo ? Apa kata Onew oppa ? “

 

Dia menatapku dan Minra eonnie bergantian, kemudian menggeleng pelan.

 

“ Katanya dia juga tak tahu kenapa kita bisa sepi job seperti ini. Sejak debut pertama sampai sekarang,  jadwal SHINee selalu penuh. “

 

Aku ikut-ikutan merebahkan kepalaku di atas sandaran kursi itu. Hahahaha,, tak kusangka nasib A-sin bisa setragis ini.

>>>>>>>>>>>>

 

 

** Soyeon’s POV **

 

Hufftt,, aku merebahkan kepalaku di bahu Minra eonnie. Kupandangi wajah eonniedeul yang lain, sama tak bersemangatnya seperti diriku. Huhh,, sungguh malang nasib kami. Mengapa hanya kami sendiri yang sunyi sepi tak ada job. Bahkan, grup lain yang waktu debutnya hampir bersamaan dengan kami sekarang sedang dipenuhi dengan syuting CF terbaru, wawancara, maupun pemotretan.

 

Yang paling menyebalkan adalah kenapa kami tak ikut menjadi model untuk pemotretan spesial White Day. Padahal dari pihak SM Ent. sendiri melakukan pemotretan spesial untuk tanggal 14 nanti. Super Junior dengan SNSD, dan SHINee dengan f(x). Huhh,, menyebalkan, kenapa SHINee tak berpasangan dengan kami saja. Bagaimanapun kami kan juga masih satu manajemen dengan mereka. Padahal aku ingin sekali menjalani pemotretan bersama Jjong oppa. Pasti asyik kalau kami di foto bersama oleh fotografer-fotografer profesional itu. Pasti menyenangkan kalau foto kami terpajang di halaman-halaman majalah.

 

“ Eonnie . . . “

 

Aku memandang mereka lagi bergantian dengan ekspresi sedih. Tapi percuma, sepertinya mereka juga terlalu tak bersemangat untuk sekedar menghiburku seperti biasa. Oh My God. . .  kenapa kami bisa seapes ini sih??

>>>>>>>>>>>

 

 

** Author’s POV **

14 Maret 2011

 

“ Risung, palli, palli, apa lagi yang kau cari ?! “ teriak Minra sambil berkacak pinggang di depan pintu.

 

“ Changkaman eonnie, aku lupa dimana aku menyimpan jaketku “ sahut Risung sambil bolak-balik membongkar semua lemari di ruangan itu.

 

“ Sudahlah, pakai yang lain saja. Nanti kita terlambat. “ desak Minra tak sabar.

 

“ Eonnie, palliwa. Manager eonnie udah ngomel tuhh “ kali ini Eunhwa yang datang memanggil kedua yeoja yang masih diam di kamar itu. Risung mendengus kesal, menghentikan pencariannya. Disambarnya jaket kotak-kotak pink yang tergantung di lemari terdekat dan segera menyusul member lainnya yang telah duluan.

 

Dia segera keluar, mengunci pintu apartemen dan berlari kecil menuju tempat mobil van mereka di parkir. Di dalamnya sudah menunggu 3 member A-sin yang lain beserta manager mereka dan supir mobil van tersebut. Dia segera masuk, mengambil tempat di sebelah Soyeon. Begitu dia menutup pintu, mobil itu pun segera melaju, membelah jalanan kota Seoul di sore hari itu. Selama di perjalanan dari dorm mereka menuju kantor pusat SM Ent. tak ada satu pun dari mereka yang membuka suara, masing-masing disibukkan dengan pikirannya.

 

Begitu mobil itu memasuki tempat parkir gedung perkantoran salah satu manajemen yang melahirkan artis-artis ternama itu, mereka segera keluar. Keempat yeoja itu bersama manager mereka segera menaiki lift yang membawa mereka ke lantai 5, ke salah satu ruangan yang biasa dijadikan tempat pertemuan para artis dengan petinggi-petinggi SM Ent. Begitu sampai di depan pintu ruangan itu, keempat yeoja itu terdiam saling berpandangan, tak tahu apa sebenarnya alasan mereka dipanggil mendadak kemari.

 

“ Masuklah, eonnie masih ada urusan dengan Pak Lee. “

 

Manager mereka pun segera beranjak, berbelok ke kanan, menuju ruangan salah satu petinggi di SMEnt itu, meninggalkan member A-sin yang masih gugup. Akhirnya, dengan mengumpulkan segenap keberaniannya, Minra membuka pintu tersebut. Dia segera masuk, diikuti dengan dongsaeng-dongsaengnya yang lain. Tapi, di dalam ruangan itu masih kosong, tak ada siapapun di dalam. Keempatnya kembali berpandangan, kali ini dengan ekspresi keheranan.

 

“ Apa kita datang terlalu cepat, eonnie?? “ pertanyaan pun meluncur dari mulut Soyeon. Ketiga eonninya menggeleng sama-sama tak tahu.

 

Dengan ragu, mereka segera mengambil tempat, menempati kursi yang biasa mereka tempati. Dan duduk diam menunggu. Karena bosan, Eunhwa mengambil salah satu majalah yang terletak di meja terdekat, mulai membuka-bukanya dengan malas. Majalah itu merupakan majalah terbitan khusus yang berisi aktivitas para artis yang berada di naungan SMEnt.

 

“ Lihat, para sunbaenim sekarang punya proyek pemotretan bersama. “ ujar Eunhwa sambil menunjuk halaman yang menampilkan para senior mereka. Ketiga yeoja yang lain memandang majalah itu dengan lesu. Isinya sama persis dengan berita yang dilihat Soyeon beberapa hari yang lalu.

 

“ Mereka di foto dalam rangka White Day “ sambung Soyeon lagi sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang didudukinya.

 

“ White Day?? “ tanya Minra sambil mengangkat kedua alisnya. Yang ditanya menganggukkan kepalanya dengan lesu. Setelah itu, keempatnya kembali diam, tak lagi ada yang bicara. Lagi-lagi pikiran mereka mulai meracau tak jelas. Tentang masalah job mereka tentu saja, tentang nasib karier keartisan mereka, juga tentang maksud dari pertemuan dadakan ini. Mereka tadinya sedang asyik bersantai ‘menikmati’ liburan mereka. Tapi tiba-tiba manager mereka datang dan menyuruh mereka segera berangkat ke kantor SMEnt saat itu juga. Tanpa mengatakan apa yang sebenarnya mengharuskan mereka datang kemari.

 

“ Apa A-sin akan dibubarkan ?? “

 

Pertanyaan Risung itu malah memancing sejuta emosi yang selama ini berkecamuk di benak mereka. Tak terasa, butiran bening mulai terlihat di pelupuk mata mereka. Tanpa komando, mereka berempat saling mendekat, berpelukan, menguatkan diri masing-masing. Sama sekali tak pernah berpikir kalau A-sin mungkin saja akan berakhir. Untuk beberapa saat itu, mereka masih bertahan dalam posisi seperti itu, saling berpelukan, saling menguatkan.

 

tuuut tuuut  turuuuuutututututttt . . .. **anggap saja itu bunyi terompet**

 

“ Happy White Day . . . . “

 

Tiba-tiba pintu yang membatasi ruangan itu terbuka, tampak berkumpul puluhan orang yang memegang terompet serta spanduk besar bertuliskan “ HAPPY WHITE DAY, A-SIN “. Puluhan sorotan kamera serta lampu blitz yang menyala bergantian menghujani keempat yeoja yang kini terlalu shock untuk sekedar melepaskan pelukan atau menghapus  air mata mereka itu. Mereka hanya bisa terpaku melihat kerumunan orang yang kini mengelilingi mereka, tanpa bisa berkata apa-apa.

 

Kemudian, dengan pelan Eunhwa bangkit, melihat keadaan sekitarnya yang jadi sangat terang benderang dipenuhi cahaya dari kamera. Ditatapnya namja jangkung yang memegang sebuket bunga di tangannya. Namja tampan itu hanya tersenyum manis menyadari Eunhwa yang kini menatapnya, dengan pelan dia berjalan ke arah Eunhwa yang masih memandangnya takjub.

 

“ Happy white day, Eunhwa-ya “

 

Ujar Flame Charisma –nya SHINee sambil menyerahkan buket bunga tadi pada Eunhwa. Sementara Eunhwa masih terpaku tak bergerak.

 

“ Apa maksudnya ini?? “ tanya Minra yang telah sadar, ditatapnya Key yang ikut-ikutan menyerahkan sebuket bunga padanya.

 

“ Ini bagian dari rencana kami untuk mengerjai kalian tau. Hahahaha . . . “

 

Tawa khas dari Sang Almighty itu melengking membelah udara (??), memecah kekakuan yang masih dirasakan keempat member A-sin.

 

“ Mengerjai kami ?? “ Maknae pun kembali melancarkan pertanyaannya, ditatapnya sebuket bunga di tangannya serta namja yang memberikannya bunga itu bergantian. Sementara itu, sang Lead Vokal SHINee yang bersuara emas hanya bisa tersenyum sambil mengangguk-angguk.

 

“ Itu salah satu tradisi di SMEnt, setiap bb atau gb yang baru saja debut, harus dikerjai dulu oeh para seniornya. Kami juga dulu seperti itu koq “ jelasnya.  Kilatan lampu blitz kembali menyerang member A-sin beserta SHINee yang berada di dekat mereka.

 

“ Jadi, waktu aku menelpon itu, kau berbohong padaku oppa?? “ tanya Risung sambil menghapus sisa airmata di wajahnya. Sang tersangka hanya bisa tersenyum lebar, membuat mata sipitnya kembali membentuk garis lurus.

 

“ Mianhae, Queen-ah “

 

Leader SHINee itu pun menyerahkan buket bunga di tangannya pada Risung yang masih cemberut. Dia memandang bunga tersebut, perlahan-lahan wajahnya mulai terlihat senang.

 

“ Untung kau membawa bunga berwarna pink, coba kalau tidak, kau takkan ku maafkan “ ujar Risung yang membuat semua orang di ruangan itu ikut tertawa.

 

Suasananya menjadi ribut seketika. Para senior dan staf SMEnt bergantian memberi selamat kepada mereka. Para wartawan dan kameramen sibuk mengabadikan momen kekeluargaan itu.

 

Bisa dipastikan, beritanya akan menjadi Hot topic di semua situs pemberitaan untuk beberapa hari kedepan. Wah,, sepertinya dugaan dan ketakutan para personel A-sin tentang nasib karier mereka sekarang malah menjadi tak beralasan.

>>>>>>>>>>>>>>

 

THE END

One thought on “Happy White Day, A-sin [Fanfiction]

  1. Pingback: Annyeonghaseyo… A-sin Imnida ^^ [Share] « I am Hottest ♔ Queen's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s