Memory of The Past [Fanfiction]

Title            : Memory of The Past

Author       : Leader Minra

Main Cast : Park Minra A-sin

                        Key SHINee

#####################################

***Minra’s POV

Kututup pelan buku sketsaku. Fiuh,, akhirnya selesai juga ni tugas. Sudah hampir seminggu aku berkutat dengan sketsa ini. Untung selesai juga. Sekarang aku bisa makan dan tidur dengan tenang.

“Minra, ada yang mencarimu.” Kepala Risung tiba-tiba muncul dibalik pintu kamarku.

“Risung-ya. Jangan masuk tiba-tiba gitu ah. Kaget nih.” Aku memanyunkan bibir ke arahnya.

“hehe,, mian Minra. Ga sengaja. Palli ya. Tuh tamu ga sabaran loh. Dari tadi bawel mulu.”

Aku berdiri mengikuti Risung yang hendak keluar. Penasaran dengan sosok tamu tak sabaran yang dikatakannya.

Sreeetttt,,,,,,prang!!!

Tanpa kusadari strap handphoneku mengait dan menjatuhkan bingkai foto kecil disamping tempat tidurku. langsung saja kulupakan semua hal yang berseliweran dikepalaku. Kupunguti satu-satu pecahan benda itu. Tanpa terasa air mata menganak sungai di pipiku. Membawaku kembali ke kenangan 2 bulan silam.

###Flashback###

“Saengil chukkae.” Sebuah kado disodorkan kearahku. Dengan heran aku menerima bungkusan kecil yang diulurkannya itu. Bagaimana tidak, namja ini tak pernah sekalipun memyiratkan perhatiannya padaku. Tak peduli apapun status kami, dia tak pernah memperlakukanku sebagaimana layaknya. Namja misterius yang menjadi pacarku ini bahkan punya banyak hal yang tidak dibaginya denganku.

“apa ini oppa?” aku bertanya perlahan. Berharap tidak membuatnya tersinggung.

“hadiah. Hadiah ulang tahun untukmu.” Dia menjawab singkat. Seperti biasa.

“aku tahu ini apa oppa. Maksudku, kenapa? Kok tiba-tiba keq gini? Oppa ga pernah ngeginiin aku. Tapi tiba-tiba…..”

“boleh kan?!! Haruskah ada alasan?” dia memotong ucapanku. Dan seperti biasa aku tak bisa menemukan kata-kata untuk membalasnya. Entah sihir apa yang dia punya, aku selalu tak bisa membalas kata-katanya, padahal kata-kata yang dilontarkannya hanyalah kata” tak jelas yang justru makin membuatku penasaran saking pendeknya kalimat itu.

“boleh kubuka?” aku mengalah, mencoba membangkitkan suasana. Dia mengangguk dan perlahan kubuka kado kecil berwarna merah itu.

“waahhhh,,,, yeoppoda. Gomawoyo oppa. Nomu joahae.” Aku tersenyum girang. Benda itu sebuah bingkai foto berbentuk buku catatan terbuka dengan ukiran KIRA di bagian yang menjadi sampulnya. Didalamnya ada foto kami berdua yang sedang memamerkan boneka kelinci merah yang kuhadiahkan untuknya.

Kutatap matanya. Seulas senyum tampak di wajahnya. Senyum yang selalu membuatku yakin adanya kekuatan untuk semua hal yang kulakukan.

##End of Flashback ##

Itulah terakhir kalinya aku bertemu dengannya. Beberapa hari setelah ulang tahunku dia pergi. Meninggalkanku untuk selamanya. Membawa seluruh keyakinanku.

“Minra,,,, kok lama banget. Tamunya……” suara Risung terdengar tiba-tiba. Dengan cepat kuhapus air mataku. Berharap ia tak melihatnya.

****Key’s POV

“Risung noona, chankamman!!!” dengan cepat kuhampiri yeoja mungil berbaju pink itu.

“Apa Minra baik-baik saja?” kuajukan pertanyaan yang sudah bersarang dikepalaku 2 hari belakangan ini.

“eh, Minra? Ne, dia baik-baik saja. waeyo?” dia mengerutkan keningnya memandangku.

“ah gwenchanayo. Aku hanya ingin tahu. Akhir-akhir ini dia terlihat sangat berbeda. Terutama 2 hari belakangan ini.” Aku mengajukan alasanku.

“berbeda? Apa maksudmu?” risung noona tampak semakin heran.

Aku mengajaknya duduk di taman depan kelas kami. Aku tidak tahu kenapa, tapi perasaanku tak enak. Terakhir kali Minra bersikap seperti ini alasannya karena kematian namja yang bernama sama denganku itu.

“Begini noona. Aku juga tak yakin apa yang sedang terjadi. Tapi sepertinya Minra mulai menjauhiku. Sikapnya sama seperti 2 bulan lalu saat kematian pacarnya itu. Namja yang memiliki nama yang sama denganku. Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi? Sikapnya berubah. Dia bahkan memanggilku Key sekarang.” kutumpahkan uneg-unegku pada calon kakak iparku. Saat ini dialah satu-satunya petunjuk yang bisa menjelaskan berubahnya sikap Minra. Aku sudah mencoba menghubungi Soyeon, tapi sepertinya dia sedang pulang ke rumah orang tuanya dan sulit dihubungi.

“begitu? Ne. Aku memang merasa dia berubah akhir-akhir ini. 2 hari lalu aku mendapatinya menangis sambil memunguti pecahan bingkai foto bertuliskan KIRA dikamarnya. Darimukah benda itu?” jawaban Risung noona semakin membuatku was-was.

“Anniyo. Kira bukanlah singkatan nama kami. Aku sudah mengusulkan nama itu, tapi dia menolak.” Aku tertunduk pelan. Sepertinya perjuanganku masih harus berlanjut.

Risung noona tampak salah tingkah. Mungkin menyesal telah menyebut-nyebut soal bingkai foto itu. Aku menghela nafas keras. Mencoba meredam rasa frustasiku.

“Chagi, ngapain disini? Key? Kenapa wajahmu kusut begitu?” suara Onew hyung terdengar dari belakangku. Rupanya dia sudah datang untuk menjemput ratu ayamnya ini. Aku hanya bisa mengeleng pelan. Tak tahu apa yang harus kukatakan.

****Minra’s POV

“Minra-ah, ada yang mencarimu. Tamu yang kemarin datang lagi.”

Kepala Risung lagi-lagi menyembul di ambang pintu kamarku.

“Ne, gomawo Risung.”

Aku melangkahkan kakiku keluar kamar. Tak kupedulikan tatapan heran Risung padaku. Sepertinya dia kaget karena aku tak memprotes kedatangannya yang tiba-tiba seperti biasanya.

Kubuka pintu depan apartmentku berniat menemui tamu keras kepala yang selalu datang mencariku, dan saat itulah aku melihatnya. Sosok yang selalu kupikirkan beberapa hari belakangan ini., tiba-tiba menjelma menjadi makhluk nyata yang utuh. Terdiri dari darah dan daging.

Brakkk……..

Dengan cepat kubanting kembali pintu apartmentku. Mencoba menghilangkan bayangan itu. Aku pasti sudah gila. Bagaimana mungkin dia bisa muncul tepat di depan mataku. Bagaimana mungkin sosok itu kembali berdiri didepanku. Mungkin itu hanya hasil deviasi cahaya. Aku pasti salah lihat.

“Minra-ya. Ada apa?” kulihat Risung datang terburu-buru ke arahku. Mencoba mencari sumber suara keras tadi.

“Risung, aku minta tolong. Lihatlah apartment depan, Bisakah kau melihat sosok yang berdiri di depan pintu itu?” kudorong Risung ke arah pintu. Mencoba memastikan makhluk itu hanyalah hasil imajinasiku.

“Maksudmu Geun oppa? Ne. Aku bisa melihatnya. Ada apa denganmu Minra-ya?” risung mendekatiku. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran.

“Geun oppa kau bilang? Jadi dia manusia nyata? Bukan hasil proyeksi angan-angan sintingku.” Aku bergumam sambil berlalu menuju kamar. Kutinggalkan Risung yang terpaku menatapku.

“aku ga tw kau kenapa Minra. Dan aku ga tw apa hubungannya hal ini dengan sepupu Eunhwa yang ada di apartmen depan itu. Tapi kau harus berhenti bertingkah seperti ini. Key mengkhawatirkanmu. Aku juga. kau ga keliatan keq Minra yang biasanya. Ga bisa ya kau cerita apa masalahmu?”

Sayup-sayup kudengar suara Risung beberapa saat sebelum kututup pintu kamarku pelan.

****Key’s POV

Lama-lama aku bisa gila. Aku harus mencari jawaban. Aku ga suka dengan keadaan serba penuh pertanyaan keq gini.

“hyung, aku mau ketemu Risung noona. Bisakah hyung memintanya datang kesini?” kupandangi Onew hyung melas. Beberapa saat kemudian tiba-tiba saja Risung noona muncul. Sepertinya dia datang lebih cepat. Onew hyung bahkan belum menghubunginya. Mungkinkah dia membawa berita baru?

“Oppa, aku mau bicara dengan Key. Tapi aku butuh bantuanmu. Tolong suruh Jonghyun oppa dan Minho menjemput Soyeon dan Eunhwa. Suruh mereka kesini. Sepertinya masing-masing dari mereka mengetahui fakta-fakta kecil yang berhubungan dengan Minra. Rasanya aku bisa gila melihat tingkahnya yang aneh dan janggal di rumah.” Risung noona tiba-tiba memberi perintah pada Onew hyung. Dengan cepat Onew hyung melaksanakan permintaan si ratu ayam. Dan setengah jam kemudian aku dan Risung noona sudah duduk berhadapan dengan Soyeon dan Eunhwa yang tiba bersama si belo dan bling-bling. Mereka tampak heran dan ingin bertanya, namun terpotong karena tatapan onew hyung dan bisikan taemin.

“baiklah. Aku akan bicara lebih dulu. Dugaanmu benar Key. Minra memang aneh. dan rasa-rasanya hal itu ada hubungannya dengan sepupu Eunhwa yang tinggal didepan rumah kami. Dia baru saja pindah kesitu seminggu yang lalu.”

‘Seminggu lalu? Ya. Rasa-rasanya Minra memang mulai berubah sejak saat itu. Dia yang awalnya baik-baik saja, riang dan tanpa beban tiba-tiba berubah menjad aneh, linglung dan suka menggumam tak jelas.’

“Mwo? Geun oppa? Kok bisa onn?” Eunhwa nyeletuk heran.

“Onn ga tw. Tapi kemaren Minra tiba-tiba menutup pintu apartmen kami, tepatnya membanting pintu, sesaat setelah melihat sepupumu.”

“seperti apa orang itu?” Taemin mendahuluiku mengajukan pertanyaan yang sama.

“aku punya fotonya.” Eunhwa mengeluarkan sebuah album foto dari tasnya. Sepertinya itu album foto keluarga.

“ini album foto keluargaku. Orang ini adalah Geun oppa.” Eunhwa menunjuk seorang namja yang berdiri di ujung barisan.

“oppa!!!” tiba-tiba suara Soyeon terdengar pelan.

“Mwo Soyeon? Oppa? Apa maksudmu? Jonghyun hyung mengambil tempat disamping Soyeon sambil mengajukan pertanyaan yang sama-sama muncul di kepala kami semua.

“Orang itu. Namja itu terlihat sama seperti oppaku. Wajah mereka sangat mirip.” Soyeon menjawab pertanyaan Jonghyun hyung dan memandang tepat kearahku.

“maksudmu, oppamu Kibum? Namja yang meninggal dua bulan lalu itu? Oppamu yang pacar Minra itu?” Kali ini suara Risung noona yang terdengar.

Soyeon mengangguk pelan. Ia mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan foto oppanya. Wajah yang sama seperti wajah namja sepupu Eunhwa tampak memandang kami. Senyum yang khas dan ekspresi yang identik seakan-akan mereka kembar tampak jelas dikedua foto itu.

‘Aku terdiam. Lidahku kelu. Inikah penyebabnya? Mungkinkah Minra berubah karena namja ini? Seorang pengganti dari kekasih yang telah pergi. Pengganti yang memiliki wajah yang mirip.  Apakah aku dibanding dirinya? Mungkinkah aku memiliki kesempatan karena namaku juga sama dengan namja itu? Tidak! Dua bulan lalu Minra bahkan tidak mau memanggilku Kibum, karena nama itu mengingatkannya pada orang itu. Bagaimana dengan wajah, akan samakah kesannya? Aku harus memastikan. Akan kupastikan sendiri.’

****Normal POV

Key tiba-tiba berdiri dan masuk ke kamarnya.

“aku akan memastikannya sendiri. Aku harus tahu. Apa sebenarnya yang membuatnya berubah.” Key melangkahkan kakinya keluar. Tujuannya jelas menuju tempat tinggal Minra dan Risung. Mencari jawaban semua pertanyaan yang berkecamuk dikepalanya. Diketuknya pintu depan apartmen mereka. Diketuknya tak sabar sampai Minra membukakan pintu.

“Minra-ah. Kumohon, berhentilah bersikap seperti ini. Berhentilah menyiksaku dan yang lainnya. Berhentilah menyiksa dirimu. Cukupkan semuanya sampai disini. Tak bisakah kau merelakannya?” Key langsung mengungkapkan isi kepalanya. Wajahnya tampak berkerut-kerut tersiksa. Tampak bahwa ia sekuat tenaga menahan perasaan.

“Mianhae Key,,,,”

“cukup Minra. Kenapa kau mulai lagi? Selama ini kau selalu memanggilku Kibum. Mengapa berubah? Tak pantaskah aku menyandang nama itu untukmu? Haruskah sepupu Eunhwa operasi plastik untukmu?” Key memotong ucapan Minra kasar. Ia tak tahan lagi. Semua emosi selama 2 bulan ini seakan-akan terkuras.

“Mianhae,,,, aku…..” tangisan Minra pecah. Tak tahu lagi apa yang harus dikatakan. Key hanya diam. Memandang Minra penuh dengan ekspresi yang sulit diartikan. Mencoba menyelami perasaan masing-masing.

“Key-ssi. Jeosonghamnida. Jeongmal Jeosonghamnida. Sepertinya aku masih diikuti bayangannya. Jujur, hari-hari yang kulalui denganmu memang indah. Semua terasa berbeda dengan sebelumnya. Mungkin karena kepribadianmu yang sangat berbeda dengannya. Kau adalah kebalikan dari kibum oppa.

Aku merasa menjalani hari-hari baru bersamamu. Tapi sepertinya Tuhan masih belum mengizinkanku melupakannya. Aku ingin merelakannya, namun sepertinya oppa belum ingin kurelakan untuk pergi.”

“Maafkan aku Kibum-ah. Selama ini aku sudah mencoba merasakannya. Tapi baru kusadari, kau masih tetap bagai adik untukku. Namdongsaeng yang baik hati dan selalu menjagaku. terima kasih untuk semua itu. Tapi aku tak bisa memberi lebih. Ini tak ada hubungannya dengan namamu ataupun wajah orang itu. Please dont hold onto me anymore. I dont wanna hurt anyone anymore.” Minra menghembuskan nafas berat. Mencoba membuang semua rasa sakit yang membebani.

“begitu? Jadi ini tak ada hubungannya dengan namaku ataupun wajah orang itu. Kalau begitu aku masih bisa berharap kan?! Kau takkan membuangku dari hidupmu kan?! Aku boleh tetap disisimu kan?! Akan kubuktikan, namdongsaengmu yang baik ini bisa menjadi kibum yang baru untukmu. Jika perlu akan kusuruh orang itu pindah agar wajahnya tak menganggumu lagi. i’m still wanna hold on to you. i don’t wanna give it up yet!”

Key menggenggam tangan Minra erat. Mencoba menyalurkan kekuatan sekaligus menyerap ketabahan.

Minra tertawa mendengar ucapan key. Seulas tawa kecil yang menyiratkan awal yang baru. Mewujudkan janji namdongsaeng yang baik dengan cara berbeda. Tawa kecil yang menjadi awal langkah mereka.

>The End

4 thoughts on “Memory of The Past [Fanfiction]

  1. Pingback: Annyeonghaseyo… A-sin Imnida ^^ [Share] « I am Hottest ♔ Queen's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s