Pinky Proof [Fanfiction]

Ini FF A-sin lainnya,,

enjoyy~~

Title            : Pinky Proof

Author       : Leader Minra

Main Cast : Park Minra A-sin

                        Key SHINee

Other Cast : A-sin and SHINee Member

Length       : Oneshoot

Genre         : Romance Comedy

 

 

 


###########################################

 

******Risung’s POV

Brakkk,,,,,

Kututup lemari bajuku dengan kesal. Kemana sih benda itu? Sudah seharian aku mencarinya, tapi tetap saja ga ketemu.

Menyebalkan!!!

Dimana lagi aku harus nyari,,, semua bagian rumah sudah kutelusuri :((

Onnie pasti ngamuk kalo liat kondisi rumah yang super duper berantakan ini.

Tiba-tiba mataku menangkap sebuah benda yang terlihat sangat aneh. Bukan karena bentuk dan warnanya, tapi karena letak dan posisi benda itu. Sejak kapan dia punya benda begini??

“Onnie,,, punya siapa benda ini?” kucegat Minra onnie yang baru saja memasuki kamar.

“Punyaku.” Ia menjawab singkat setelah melirik benda yang kumaksudkan.

“Jinja??? Onn beli atau ada yang ngasih?” aku terbelalak.

“Ada yang ngasih.” Tentu saja, tidak mungkin dia membeli benda ini.

“Nugu? Onn suka pink sekarang?” aku mencecarnya lagi, tidak puas dengan jawaban singkatnya.

“Andwae. Onn lupa. Sudah lama sekali.” Minra onnie berlalu dari hadapanku setelah memberikan jawaban singkat yang benar-benar menjengkelkan.

Tapi,,,,,

“Risung-ah. Ngapain aja kau seharian ini? Kamar kita kau apain?” Minra onnie sudah kembali berdiri di depanku dengan pose khasnya saat menunggu penjelasan.

“Mianhamnida onnie. Aku lagi nyari sesuatu. Dari tadi udah kucari tapi ga nemu juga tuh barang.” Aku berlalu dari kamar dan merebahkan tubuhku di sofa, lemas.

Ahh,,,, Aku sudah lupa dengan barang itu sampai onnie meneriakkan namaku.

otokhe?

 

******Eunhwa’s POV

“onnie,, ngapain disini? Kok lemas gitu?” kuhampiri Risung onnie yang terlihat sangat merana.

“huwaaaaaaaaaaaaaaaa………………….” tiba-tiba saja Risung onnie meraung

“Eunhwa-ah. Onn kehilangan barang. Barang berharga.”

“mwo? Barang apa?” aku bertanya kaget. Masa iya ada pencuri di dorm kami.

“boneka. Boneka kesayangan onn. Itu pemberian onyu oppa saat pertama kami ketemu. Hikss,,,” Risung onnie tiba-tiba meneteskan air matanya. Sepertinya dia benar-benar serius.

“boneka? Lah, itu yang onn pegang apaan?” aku menunjuk boneka pink berbentuk coklat batangan raksasa yang ada di tangannya.

“bukan yang ini. Kalo ini punya eonnie.” Risung onnie mengangsurkan boneka itu ke tanganku.

“mwo? Minra eonnie punya boneka pink? Kok bisa?” aku terhenyak.

Mencoba mencerna fakta bahwa onnieku punya benda dengan warna luar biasa ini. Buat yeoja lainnya, pink adalah warna yang sudah biasa. Tapi Minra onnie tidak pernah menyukainya. Dia tidak membencinya, hanya saja onnie tidak suka dengan benda-benda berwarna terang. Dan mengingat ia sekamar dengan Risung onnie yang pink mania, maka hal itu sungguh menggelikan.

“onnie, kajja! Kubantu kau mencarinya. Tapi onn harus bantu aku nyari tw darimana asal boneka ini.” Aku menarik tangan Risung onnie.

“andwae. Kata onnie itu pemberian temannya. Tapi dia lupa siapa orangnya. Katanya sudah lama sekali.” Risung onnie menolak ajakanku.

“aishh onnie, masa kau percaya gitu aja. Walopun Minra onnie pelupa, tapi ga mungkin dia ga ingat siapa yg ngasih benda ini. Warnanya ini kan ga biasa buat dia.” Aku meyakinkan Risung onnie.

“Ne, kau benar eunhwa. Tapi onnie memang biasa dapat barang begitu. Dia Cuma ga pernah nyimpen smua barang itu. Yang ada juga semuanya dikasih ke aku.” Risung onnie masih berkeras.

“ahh,,,, aku yakin yang ini pasti ga. Minra onnie pasti masih ingat. Kajja!!”

Kutarik lengannya menuju kamar Minra onnie. Aku benar-benar penasaran dengan benda di tanganku ini.

 

******Minra’s POV

“Ahh,,,, aku yakin yang ini pasti ga. Minra onnie pasti masih ingat. Kajja!!” kudengar suara Eunhwa yang memaksa Risung untuk menemuiku.

Aigooo….. ada-ada saja si Risung. Gimana coba dia bisa nemu tuh boneka. Perasaan udah kuumpetin deh jauh-jauh dalam lemari. Mereka pasti penasaran. Kalo dipaksa cerita gimana nih? Ottokhajo?

 

###Flashback###

“Hati-hati di jalan. Jaga diri baik-baik ya Rei.” Mama dan papa memelukku bergantian. Melepasku untuk mengejar mimpiku. Sekilas kulirik seorang namja yang ada di samping ayahku. Kenapa dia diam saja. Tidak adakah yang bisa dia katakan padaku? Aku akan pergi menyeberangi lautan dan dia tidak menunjukkan tanda-tanda apapun. Selalu dingin seperti biasanya.

 “attention plese. Passenger of Flight 317 to South Korea please come aboard trough gate 7.”

Tiba-tiba terdengar pengumuman dari pengeras suara di atasku. Yup, ini saatku pergi. Itu penerbanganku. Benda yang akan membawaku melintasi lautan luas meninggalkan Tokyo. Memisahkanku dari papa dan mama dan membawaku menuju abang”ku  yang lebih dulu mengejar mimpinya di Seoul.

“ittekimasu,,, mama,,,papa,,,” sekali lagi aku memeluk beliau berdua. Mencoba menguatkan niat untuk pergi. Menahan air mataku yang sudah tergantung di ujung mataku.

Perlahan aku berjalan menuju gerbang 7. Masih sempat kutolehkan kepalaku pada namja itu, berharap mendapat satu kata perpisahan, tapi dia tetap saja bergeming. Asyik dengan renungannya. Aku menyerah. Kulangkahkan kakiku mantap, bersiap menyongsong segalanya.

###Flashbanck end###

 

“Onnie….. liat boneka ayam Risung onnie ga? Oh iya, siapa yg ngasih boneka ini?” tanpa kusadari Eunhwa dan Risung sudah berdiri di depanku.

“ga tuh. Boneka ayam yg mana?” aku mencoba menampilkan wajah tanpa ekspresi seperti biasa.

“yang kemarin dikasih onyu oppa. Boneka ayam warna pink.” Risung menjawab pelan. Dia merebahkan diri di kasurnya, pasrah.

“andwae. Onn ga liat. Bukannya semalam masih ada. Kalo ga salah kamu bawa-bawa boneka norak dan aneh itu kemana-mana kan?! Kali aja ketinggalan.”

“enak aja norak dan aneh. pink itu bagus tw. Warna cewe. Key aja suka.” Risung mengajukan pembelaan sengit. Aku hanya tertawa melihat wajahnya.

Kulirik Eunhwa yg masih tetap diam sejak tadi. Ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak.

“norak dan aneh? kalo gitu ini apa? Onn dapat dari siapa, kenapa disimpan? Biasanya kan ga.” Tanpa peringatan Eunhwa mengajukan pertanyaan bertubi-tubi. Anak ini, selalu saja to the point. Ekspresinya sekarang menyiratkan bahwa dia tak akan pergi sebelum aku bicara.

“Hufffttttttt………………. ne.ne. arasso. Onn bakal ceritain. Tapi diam dan jangan menginterupsi.” Aku memandang dua wajah didepanku. Untung saja si maknae lagi sekolah. Kalo tidak hebohnya pasti minta ampun. Risung yang sejak tadi berbaring tiba-tiba bangkit dan duduk didepanku. Bersiap mendengarkan kisahku.

 

###Flashback###

Kurebahkan diriku disamping kakakku. Mencoba beristirahat.

“Rei, ada kiriman untukmu.” Tiba-tiba oppa menyodorkan sebuah bingkisan kecil padaku.

“Nani? Bingkisan apa ini. Aku kan baru nyampe. belum ada yg tw alamat sini. Kecuali mama dan papa.” Rasanya tidak mungkin mama dan papaku mengirimkan ini, mengingat aku baru berpisah dari mereka kurang dari 24 jam.

“Molla. Yang aku tahu itu ada di locker bawah dengan namamu. Tadi Kyo-nii yg ngasih.” Kyu oppa menjawab pertanyaanku dengan gelengan.

Aku membolak balik benda itu. Mencoba mencari nama pengirimnya. Tapi yang kutemui hanya namaku dengan alamat apartment oppa. Akhirnya kuputuskan untuk membukanya. Toh benda itu pasti berasal dari Tokyo karena nama yang tertulis adalah Park Rei. Tidak ada satupun keluarga atau temanku di Seoul yang memanggilku demikian. Apalagi aku baru saja tiba, dan belum memberitahu siapapun soal kedatanganku kecuali pada Kyu oppa dan Kyo-nii, kedua kakak kembarku yg tadi menjemputku.

Setelah membukanya dengan hati-hati, tampaklah sebuah benda berbulu halus dengan warna yang tidak kusukai. Memang sih benda itu bentuknya cokelat favoritku, tapi mana ada cokelat yang warnanya pink? Ada-ada saja.

Aku memungut sehelai amplop yang jatuh saat aku mengangkat boneka itu. Ternyata sebuah surat. Surat dengan nama yang sangat kukenal.

 

“Oi, genki desuka? Kuasumsikan kau sudah sampai di korea dengsn selamat. Mengingat kau sudah membaca surat ini, itu artinya Kyo-nii benar-benar menepati janjinya ^^

Ahh,, gomen ne. Aku tidak bermaksud mengacuhkanmu di bandara. Hanya saja aku tidak ingin melihatmu bersedih. Aku tidak kuat melepasmu, tapi juga sekaligus sangat senang.

Kau tahu kenapa? Karena aku akan kembali ke korea. Aku akan menyusulmu. Itu artinya kita akan bertemu lagi. Tolong jaga boneka ini baik-baik. Suatu saat nanti, saat kita benar-benar bertemu, aku akan memberimu cokelat yang benar-benar berwarna cokelat J

Jaga dirimu, jangan terlalu memaksakan diri saat latihan.

Semoga kita bertemu lagi saat ingatanku telah kembali.

Arigatou ne, kau sudah merawat dan mejagaku selama di Jepang.

Hontouni arogatou. Matta Ne Rei,,,,”

Kei.

###Flashback End###

 

Aku memandangi kedua dongsaengku. Sepertinya mereka terpukau dengan ceritaku.

“ya dongsaeng ah. Kalian kenapa?” aku menggerak-gerakkan tanganku di depan wajah mereka.

“onnie, siapa dia? Udah ketemu lagi belom?” respon eunhwa sangat cepat. Seperti biasanya to the point.

“andwae. Onn ga pernah liat dia lagi.” Aku mengeleng.

“jadi itu alasan onn nyimpan boneka ini. Masih percaya kalo onn bakal ketemu dia lagi? Eh, ngomong-ngomong dia siapa sih? Kok bisa kenal onn?” kali ini pertanyaan Risung benar-benar menyusahkan.

“mollayo. Onn ga tw kenapa masih nyimpan boneka ini. Mungkin onn masih berharap. Mungkin juga ga. Yg pasti onn ga yakin bakal ngenalin dia kalo ketemu lagi.

“sebenarnya dia siapa onn?” tiba-tiba suara Soyeon terdengar dari pintu kamarku. Kami bertiga menoleh.

“sejak kapan kau disitu saeng? Kok onn ga dengar kau masuk?” Eunhwa mendahuluiku bertanya.

“aku dah disini dari tadi. Aku juga ikut denger cerita onnie. Abisnya seru banget, ya iyalah ga nyadar aku masuk.” Soyeon masuk dan duduk tepat disampingku. “aish,,, katakan, dia siapa onnie. Jangan bikin penasaran dong”

“jujurnya onn ga tw dia siapa. Pokoknya dia namja yg tinggal dirumah onn sebagai korban longsor waktu lagi maen ski. Dia amnesia dan ga bisa ngingat apa-apa bahkan namanya. umma dan appa onn manggil dia Kei biar gampang, alasannya nama itu sama keq nama onn, Rei.” Aku menjelaskan panjang lebar.

“gitu doang?” aduh, si maknae bawel deh

“hu’umph.” Aku mengangguk mengiyakan.

“ah, onn ga seru nih.” Risung berdiri sambil tetap membawa bonekaku. Eunhwa dan Soyeon pun ikut-ikutan berdiri. Sepertinya mereka kecewa dengan ending critaku.

“Ya,,, ada apa dengan wajah itu. Onn kan ga pernah bilang ceritanya bakal menarik.” Aku tertawa melihat wajah lesu mereka.

“bukan begitu onnie. Rasanya keq baca novel atau komik. Begitu nyampe di bagian yang seru, ehh tamat kalo ga TBC.” Mereka bertiga memasang muka manyun dan duduk di depan TV.

 

Tiba-tiba…..

Bel dorm berbunyi. Menandakan ada tamu untuk kami siang ini. Risung bangkit dengan gontai untuk membuka pintu. Mungkin dia masih lesu memikirkan boneka anehnya yang hilang itu.

 

******Soyeon’s POV

Risung onnie berjalan lesu ke arah pintu. Sementara itu Minra eonnie terlihat sangat geli melihat kami. Aishh,,, aku ikut kecewa mendengar cerita onnie. Tw gitu tadi aku ga ikutan dengerin.

“annyeong…..” ternyata yang datang adalah tetangga kami. Onew, Minho, Jonghyun oppa melangkah masuk ke ruang tamu kami. Taemin dan Onew oppa malah langsung menyerbu kulkas. Sepertinya mereka mencari ayam dan eskrim seperti biasanya. Kuedarkan kepalaku mencari Key oppa. Dimana dia, kenapa dia ga keliatan ya. Aku kan mau ngajak dia nemenin shopping. Entah kenapa moodku berubah setelah mendengar cerita Minra eonnie. Mengajak Risung onnie dan Eunhwa onnie rasanya tidak mungkin. Mereka terlihat sangat tidak bergairah untuk melakukan apapun saat ini.

“oppa, mana key oppa? Aku mau ngajak dia nemenin aku shopping.” Aku bertanya pada Jjong oppa yang entah sejak kapan ada di sampingku. Dia mulai mengambil posisi berbaring dengan kepalanya di pahaku. Aishh orang ini, apa dia tidak malu dengan orang lain yang ada di sini. Belum lagi mata Taem, Eunhwa onnie dan Minho oppa yang menatap kami.

“key? Mungkin masih di luar. Tadi dia seperti kaget melihat Risung.” Jjong oppa menjawab pertanyaanku santai. Kuedarkan pandanganku mencari Risung onnie. Saat aku akan bangkit tiba-tiba Key oppa masuk dengan terburu-buru. Di tangannya ada boneka cokelat raksasa berwarna pink yang jadi sumber kekecewaan kami.

“Minra-ya. Ini milikmu?” tiba-tiba Key oppa menarik tangan Minra eonnie yang sedang duduk di samping Taemin dan Minho oppa. Minra onnie  hanya mengangguk bingung melihat tingkah Key oppa.

“dapat dari siapa?” Key oppa lagi-lagi mengajukan pertanyaan yang aneh.

“seorang teman memberikannya untukku.” Onnie menjawab pelan.

“itu boneka tanda perpisahan key-ah. Onnie baru saja menceritakan kisahnya pada kami sebelum kalian datang.” Risung onnie tiba-tiba nimbrung.

“ne, yang ngasih cowo amnesia yang dirawat onnie dulu pas masih di Jepang.” Eunhwa onnie turut menyumbang jawaban.

“itu kejadian sebelum onnie datang ke Korea kok oppa. Waeyo oppa? Oppa jeles ya? Kan itu cerita lama.” Aku latah ikut menggoda Key Oppa.

“Rei………………………………..

Kaukah Park Rei? Kau pasti Rei.” Key oppa tiba-tiba memeluk Minra onnie dan membuat kami semua terpana tak mengerti.

 

******Minra’s POV

“Rei………………………………..

Kaukah Park Rei? Kau pasti Rei.” Tiba-tiba saja Key memelukku. Setelah membisikkan namaku. Bagaimana dia bisa tahu namaku. Jangan-jangan……

“Muskastte…….. anata ga, Kei?” tanpa sadar aku menggumam dengan bahasa Jepang. Bahasa yang sudah lama tidak kupergunakan kecuali berbicara dengan ayah dan ibuku yang ada di Jepang. Bahkan dengan Kyo-nii aku menggunakan bahasa Korea sekarang.

“Haik,,, Boku wa Kei desu. Ini aku. Akhirnya aku bisa melihatmu lagi.” Key berbisik di telingaku, memelukku semakin erat tanpa peduli dengan 7 pasang mata yang menatap kami heran.

“Usoo,,, hontouni Kei ga?” aku melepaskan pelukannya dan menatapnya. Masih tidak percaya kalo namja amnesia yang dulu kurawat dan sering membuatku kesal sekarang benar-benar berdiri dihadapanku. Nyata dan utuh. Hadir sebagai salah satu tetangga sekaligus rekan kerjaku.

“Haik. Boku ga Kei. Ohisashiburi Rei. Jeongmal bogoshippo.” Tanpa sadar Key mencampurkan kedua bahasa itu. Betapapun anehnya, aku tak bisa tertawa. Aku hanya bisa menatapnya. Sampai dia kembali memelukku.

 

******Risung’s POV

“Ahh,,, jinjayo onnie. Jadi Kei yang onn ceritakan tadi itu si Key ini? Omo~ dunia memang sempit.” Aku kaget melihat adegan didepanku. Pantas saja tadi key terlihat shock saat melihat boneka yang kupegang. Pantas pula dia mengucapkan nama “Rei” didepanku. Ternyata itu maksudnya. Onnie,,, aku turut bahagia untukmu. Kulihat Minho merangkul Eunhwa seketika, sepertinya terbawa suasana KeyRa yang sedang berlangsung, meski kurasa dia tak mengerti apa yang terjadi. Melihatnya aku ingin tertawa. Jarang-jarang si belo berani mengumbar kemesraan mereka di depan kami. Tidak seperti Jjong oppa yang terlihat tak peduli dan tetap berbaring di pangkuan Soyeon yang tersenyum senang dengan wajah memerah. Aku menaikkan alisku dan tertawa menggodanya.

“ahh,,, aku lupa. Ngomong-ngomong soal boneka, noona. Ini bonekamu. Sebenarnya aku pengen ngasihnya ga didepan onew hyung, tapi apa boleh buat.” Taemin menyodorkan boneka ayam berwarna pink yang sedari tadi kucari-cari hingga mengacak-acak dorm.

“bonekaku.. gomawoyo Taeminnie. Jeongmal gomawo. noona pikir boneka ini sudah lenyap.” Aku memeluk taemin senang.

“ehmm,,,,,” terdengar suara deheman keras dari belakangku. Aku menoleh dan tertawa melihat onew oppa tampak kesal.

“tenang oppa. Aku hanya bilang makasih kok. U’re everything to me.” Aku memeluk onew oppa sambil menggenggam erat boneka ayam pink pemberiannnya. Aku janji bakal ngejaga boneka ini baik-baik. Ga akan lagi kutinggalkan dimanapun seperti semalam. Siapa tahu suatu saat nanti boneka ini bisa jadi legenda seperti milik Minra Eonnie. The Pinky Proof.

 

>The End

4 thoughts on “Pinky Proof [Fanfiction]

  1. Pingback: Annyeonghaseyo… A-sin Imnida ^^ [Share] « I am Hottest ♔ Queen's

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s