You Might Comeback, Right?! (Chapter end) [Fanfiction]

Tittle            :    You Might Comeback, Right?! (Ending)

Cast             :    Park Jae Bum

                          Kim Junsu

                          Nichkhun Horvejkul

                          Ok Taecyeon

                          Jang Wooyoung

                          Lee Junho

                          Hwang Chansung

Length          :   Doubleshot  (Ending)

Genre           :   Friendship, Family

Backsound    :   Only You – 2pm (Yang versi Acoustic lebih pas)

auxipk6cmaaals_

Sebelum membacanya, ini nih link part 1-nya ….

######################################

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

** Author’s POV **

Wooyoung yang duduk di samping Junho, tiba-tiba menyenggolnya. Junho menoleh sambil asyik menyeruput kuah ramennya. Kedua alisnya terangkat bertanya,

“ Kenapa kau tadi tertawa ?! Apa ada yang lucu ?! “

Member lain yang masih penasaran ikut-ikutan memandangi Junho menunggu jawabannya. Junho segera meneguk air yang ada di dekatnya, sebelum kembali tertawa memamerkan ‘eye smile’-nya.

“ Tadi aku baru sadar, ternyata aku memakai celana ini. “

Ujarnya sambil berdiri memamerkan celana pendek hitam dengan garis-garis putih biru sebagai motifnya. Yang lainnya tampak mengerutkan keningnya heran, belum mengerti dengan arah perkataan Junho.

“ Wooyoung-ah, apa kau ingat saat Jaebum hyung ketahuan memberikan celana ini padaku?! “ ujarnya lagi sambil memandang Wooyoung. Yang ditanya malah diam sebentar sambil mengerutkan kedua alisnya, tapi tiba-tiba wajahnya berubah cerah dan ikut-ikutan tertawa.

“ Ne, aku ingat. Saat itu, aku marah pada Jaebum hyung karena hanya kau yang diberikan celana. Lalu, karena merasa serba salah, dia berkelit dan mengatakan bahwa kau yang mencuri celana itu darinya. Bukan dia yang memberikan padamu “

Wooyoung tertawa lepas diikuti dengan beberapa member.

“ Setelah itu, dia yang jadi uring-uringan meminta maaf padaku karena telah menjadikanku kambing hitam. “

Junho meneguk airnya lagi sebelum kembali tertawa.

“ Dasar leader tak waras “ sambung Nichkhun yang juga ikut-ikutan tertawa.

“ Aisshh,, aku benar-benar merindukannya “ sahut Junsu yang mulai menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal. Yang lain ikut-ikutan mengangguk mengiyakan, sambil terus bercerita tentang hal-hal bodoh yang sering dilakukan hyung mereka itu. Larut dalam kenangan indah mereka bersama.

Tiba-tiba, Taecyeon berdiri sambil menggebrak meja. Suara tawa mereka spontan terhenti, masing-masing terkejut memandangi Taecyeon yang berdiri dengan ekspresi marah. Kedua matanya mulai memerah, sementara rahangnya mengeras menahan amarah.

“ Hyung . . . “ ujar Chansung pelan. Ditatapnya wajah Mr. Boston itu, tak ada lagi tawa serta keceriaan yang biasa hinggap disana.

“ Mulai sekarang, berhentilah menyebut nama orang itu. Berhentilah membicarakannya, bahkan berhentilah mengingatnya “

Ujarnya sambil melangkah pergi, meninggalkan kelima orang yang saling berpandangan heran. Apa yang sedang terjadi dengan Sang ‘Butter Prince’ mereka itu. Biasanya dia yang sering sekali tiba-tiba berbicara tentang Jaebum. Tapi kenapa hari ini dia jadi begitu aneh?!

“ Hyung . . . “ ujar Wooyoung sambil menatap Nichkhun, ekspresi sedih mulai menghiasi wajahnya. Nichkhun balas menatap Wooyoung diam, ditolehkannya kepalanya menghadap Junsu yang kini menunduk tak bicara.

“ Apa ini karena perkataan Jin Young hyung semalam di KBS itu?? “ ujar Chansung memecah kesunyian di antara mereka. Member yang lain pelan-pelan mengangguk ragu. Mungkin saja . . .

“ Biar aku bicara dengannya “ ujar Junsu sambil bangkit dari tempat duduknya, menyusul Taecyeon. Wooyoung yang masih uring-uringan ikut berdiri menyusul Junsu, menyisakan Junho, Chansung dan Nichkhun yang masih saling diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.

“ Apa yang dibicarakan Taec dan Jin Young hyung semalam, kenapa dia bisa jadi semarah itu dengan Jaebum hyung?! “ tanya Nichkhun sambil merenung, pikirannya sibuk menerka-nerka.

“ Apa hal itu juga yang menyebabkan Taecyeon hyung mengatakan hal seperti semalam itu?! “ sahut Chansung sambil kembali mengingat peristiwa wawancara dadakan mereka.

Junho menatap Chansung miris, matanya mulai berkaca-kaca. Tak butuh waktu lama membuat genangan itu mengalir di wajahnya, membuat wajahnya yang biasa dihiasi tawa itu kini basah.

Sementara itu, Taecyeon yang masih dipenuhi amarah segera masuk ke kamarnya, Dia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Diraihnya begitu saja selimut yang ada disitu untuk menutupi wajahnya. Selang beberapa menit kemudian, terlihat Junsu dan Wooyoung yang ikut masuk ke kamar itu menyusulnya. Namun dia tetap diam, tak menghiraukan kehadiran mereka.

“ Taecyeon-ah “ ujar Junsu sambil menyingkap selimut yang menutupi wajah main rapper 2pm itu, ditatapnya Taec dengan pandangan penuh tanya. Sementara itu Taec malah menatap Junsu tanpa ekspresi, dia masih merasa sangat marah dengan topik barusan, tapi sama sekali tak ingin melimpahkan kemarahannya itu pada sang main vocal.

Wooyoung yang merasa suasana menjadi tak enak, mendekati Junsu dan menariknya hingga duduk di tempat tidur yang satunya lagi. Biarkan mereka bicara tapi tetap dalam suasana kekeluargaan seperti biasanya, tanpa emosi.

“ Apa maksudmu ?! “ tanya Junsu to the point, dia jadi kehabisan kata-kata untuk topik yang satu ini.

Taecyeon menatap kedua saudaranya itu sekilas, kemudian menghela nafas berat.

“ Bukankah semuanya sudah jelas. Aku meminta kalian untuk tak menyinggung-nyinggung soal orang itu lagi mulai sekarang. “

“ Mwo?? Orang itu? Kau . . .“

“ Hyung, bagaimana pun keadaan kita sekarang, Jaebum hyung tetaplah bagian dari kita, bagian dari 2pm. “ ujar Wooyoung langsung memotong ucapan Junsu yang langsung emosi begitu mendengar perkataan Taecyeon.

“ Apa kau membencinya? Apa kau begitu tak menyukainya sampai tak mau menyebut namanya lagi? wae ? WAE ?? “

Yang ditanya malah diam, tak menjawab. Kini wajahnya tertunduk, dia menatap bisu selimut yang teronggok lemas di pangkuannya. Mereka bertiga masih diam selama beberapa saat, sibuk menahan gejolak emosi masing-masing.

“ Hyung, sebenarnya apa yang terjadi!? Dan kenapa semalam kau malah berkata seperti itu di hadapan wartawan? Kau tahu kan efek berita itu untuk kita semua?! “ tanya Wooyoung memecah kesunyian.

“ Bukankah itu benar ?! “

Taec menoleh menatap Wooyoung yang matanya kini berkaca-kaca.

“ Bukankah itu benar ?! Bukankah kita memang tak pernah berhubungan lagi dengan orang itu setelah dia keluar. Bukankah dia memang tak pernah sekalipun berinisiatif untuk menghubungi kita?! Padahal kita mati-matian mencari cara menghubunginya di tengah gejolak berita waktu itu. “

Mereka bertiga diam, tak ada yang membantah, sama-sama membenarkan hal yang sejatinya hanya diketahui mereka dan manajemen mereka itu.

“ Bahkan kau, adik kesayangannya juga diabaikannya bukan?! Tahukah dia bagaimana keadaanmu setelah dia pergi? Apa dia peduli pada kau yang jadi pendiam, selalu menyendiri dan tak mau percaya lagi pada kami? Apa dia pernah memikirkan bagaimana dirimu yang setiap saat hanya menangisinya dan tak mempedulikan kami?! Apa orang seperti itu sekarang pantas untuk dirindukan, huhh?! “

Wooyoung terdiam mendengar ucapan penuh amarah yang terucap begitu saja dari mulut Taecyeon. Wajahnya kini sudah basah dengan air mata. Air matanya malah bertambah semakin deras mengingat saat-saat awal leader mereka itu pergi. Hal itu merupakan saat-saat tersulit dalam hidupnya.

“ Harusnya kau tahu kalau Jaebum hyung waktu itu juga sedih. Kau pikir enak dicaci-maki fans, dihina mereka, diminta keluar, disumpahi agar segera mati, hal itu sama sekali tak enak, Taecyeon-ah. Kondisi Jaebum waktu itu pasti benar-benar drop. Dia juga pasti butuh waktu untuk bisa kembali beraktivitas normal “

Ujar Junsu kali ini dengan suara pelan, sadar kesedihan mulai menguasai pikirannya, topik tentang leader mereka itu memang selalu sensitif.

“ Berapa lama? berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk menyembuhkan luka itu? Apa dia pikir kita tak terluka? Apa dia pikir para Hottest juga tak terluka? Apa dia pikir kalau dia satu-satunya korban dalam hal ini?! “ Taecyeon menghela nafas sejenak, kemudian menyambung ucapannya lagi,

“ Bukankah Jin Young hyung awalnya sudah memberikan kesempatan itu padanya. Kesempatan untuk kembali bergabung bersama 2pm. Para fans yang membencinya juga sudah memaafkan kesalah pahaman itu dan memintanya kembali. Tapi apa, bukannya kembali pada kita, dia malah datang dengan membawa masalah baru. Kali ini, bahkan Jin Young hyung saja tak mau bertoleransi. Kalau begitu, siapa yang sebenarnya egois disini? Siapa yang sebenarnya tak peduli? Kita atau orang itu ?! “

“ Cukup . . . “  pintu kamar terbuka secara tiba-tiba, mengantarkan Nichkhun dan kedua member lainnya ke dalamnya, membuat kamar itu jadi terasa sesak menampung tubuh mereka berenam. Junsu dan Taecyeon menoleh mendapati kehadiran tiga member yang lainnya, sementara Wooyoung duduk terdiam di sudut kamar dengan air mata yang masih terus mengalir.

Dengan segera Nichkhun berjalan mendekatinya, mendekap tubuh sang eternal maknae itu dengan lembut. Dielusnya perlahan lengan Wooyoung untuk menenangkannya, namun hal itu malah semakin memperkuat isak tangis sang Toshio.

“ Taecyeon-ah, berhentilah mengungkit masalah itu. Bukankah kita sudah sepakat untuk tak menyinggungnya lagi “ ujar Nichkhun pelan, berusaha meredakan amarah diantara mereka.

“ Sampai kapan kita akan terus-terusan mendiamkan masalah ini, huhh?! Apa kita akan terus membiarkannya sampai kita tua dan melupakannya begitu saja ?! “ sahut Taecyeon tak mau kalah.

“ Hyung, bukankah kita sendiri juga tak tahu masalah apa yang menyebabkan Jaebum hyung keluar?! Jadi bagaimana kau mau menyalahkannya begitu saja untuk hal yang sama sekali kita tak tahu?! “ ujar Chansung yang sedari tadi diam.

“ Bukankah Jin Young hyung bilang kalau masalah itu benar-benar tak bisa ditoleransi lagi?! Bukankah itu artinya masalah itu sangat besar ?! “ Taecyeon masih keras kepala, bersikeras dengan argumennya.

“ Lalu apa sepenuhnya kau mau menyalahkan dia, hyung?! Bukankah dia juga manusia, sama seperti kita yang selalu berbuat salah. Bukankah kita sebagai keluarganya lah yang seharusnya lebih dulu memaafkannya, bukan malah ikut-ikutan menentangnya. “ tambah Junho yang kini duduk sambil berurai air mata.

“ Taecyeon-ah, para Hottest, para Jaywalkers,,, berapa lama, berapa lama mereka mengenal Jaebum dibanding kita?! Seberapa dekat mereka dengan Jaebum dibanding kita?! Tapi,  apa kau lihat seberapa besar pengorbanan dan keinginan mereka untuk mendukung Jaebum dan memintanya kembali?! Seberapa lama mereka mau menunggu untuk melihat kita kembali lengkap, kembali bertujuh?! “  Junsu mengusap pelan air mata yang menetes perlahan di wajahnya.

“ Mereka tetap berdiri disana, setia menanti disana, karena ada setitik keyakinan dan harapan di hati mereka, bahwa kelak, suatu hari nanti 2pm akan kembali bertujuh.  Karena mereka tahu, ada 7 huruf yang tersusun indah bersama membentuk  HOTTEST. Karena mereka tahu, satu detik berharga yang dulu hilang itu akan kembali lagi, membuat 1:59 pm akan kembali lengkap menjadi 2:00 pm. Sama seperti dulu hyung, selalu sama dan tetap selamanya bersama “  sambung Wooyoung yang masih sesenggukan.

“ Taec, apa kau tak menyayangi leadja lagi?! Apa kau tak merindukan ketakwarasannya?! Apa kau tak menginginkan kehadirannya?! “

Taecyeon terdiam menghadapi pertanyaan Nichkhun yang diucapkannya perlahan itu. Dengan lemas, sang main rapper itu kembali duduk, menatap kosong lantai di bawahnya. Dari kedua matanya perlahan mengalir butiran bening yang sedari tadi mati-matian di tahannya.

“ Bohong, bohong kalau aku bilang aku tak menyayanginya. Bohong kalau aku bilang aku tak merindukannya. Bohong kalau aku bilang aku tak ingin kita kembali lengkap bertujuh seperti dulu. Bohong “ isaknya tertahan. Chansung segera mengambil tempat disebelah Taec, menenangkan hyung-nya yang bertubuh bongsor itu.

“ Kalian tahu sendiri bukan, saat Jaebum hyung pergi adalah saat dimana grafik kehidupanku turun paling drastis di angka terbawah “ **Taec oppa beneran bilang ini lho, check it out videonya di Oh My School**

 

“ Aku, aku hanya tak bisa terima kenapa sampai sekarang dia tak menghubungi kita. Kenapa sampai sekarang dia seolah-olah mengabaikan dan tak mempedulikan kita lagi “

“ Kau salah hyung, sebagai dongsaeng kesayangannya, aku yakin dia pasti sangat merindukan kita. Hanya saja dia semakin sibuk dengan comeback-nya di dunia musik, dan kita semakin sibuk dengan promo Jepang kita. “

Ujar Wooyoung yang sudah mulai terlihat tenang.

“ Enak saja, aku yang dongsaeng kesayangannya. Aku yang diberikan celana ini olehnya, bukan kau “ sahut Junho kekanak-kanakkan. Mendengar hal itu, mata Wooyoung membulat menatap Junho, seakan tak terima.

“ Mwo?! Dari dulu aku yang selalu diperhatikannya. “

“ Aniyo ! Wooyoung-ah, kau sudah punya Khun hyung, Junho-ya kau sudah punya Junsu hyung. Jadi Jaebum hyung milikku. Dia yang selalu setia memberikanku banana. “

“ Andwae ! Dia punyaku “

“ Punyaku “

“ Punyaku “

Ketiga maknae yang tadi menangis itu kini malah saling berebut. Seakan kesedihan yang tadi hinggap telah menguap entah kemana.

“ Yaa~ Woo, Chanana, Junho, kalian jadi dongsaeng kesayanganku saja. Untuk apa memperebutkan leader yang tak waras itu. Bagaimana dia mau menjaga kalian dengan tubuh kecilnya dan tulang-tulang rapuhnya itu. Aku lebih cocok jadi hyung kesayangan kalian. “ sahut Taec tiba-tiba, membuat pertengkaran kecil itu terhenti. Nichkhun dan Junsu yang daritadi hanya ikutan menonton spontan tertawa. Sepertinya main rapper mereka sudah menemukan ‘kesadarannya’ lagi sekarang.

“ Aku tak mau punya hyung dengan gigi yang banyak dan telinga yang besar “ sahut Wooyoung entah terlalu polos atau terlalu jujur. =.=”

Junho dan Chansung ikut-ikutan mengangguk membenarkan.

“ Setidaknya aku tak seperti kakek-kakek, yang perlu minum ‘glukosamin’ untuk mengobati pegal-pegal di tubuhnya “ bela Taecyeon tak terima. Aisshh,, lagi-lagi mereka menyinggung hal itu.

“ Yaa~~ bagaimana mungkin kau mau menjadi hyung yang baik kalau kau selalu menghabiskan jatah makanan dan tak menyisakannya untuk dongsaeng-mu. Bagaimana kau mau mengajari mereka style yang keren, dengan icon ‘fashion terrorist’-mu itu “ sambung sebuah suara tiba-tiba.

“ Siapa yang bilang aku . . .” bantah Taecyeon tak terima, sembari menoleh ke asal suara yang terlalu mengekspos fakta tentang dirinya itu. Niat awalnya ingin ‘membalas’ perkataan orang itu, namun begitu mendapati sesosok namja bertubuh mungil di depan pintu, dia hanya bisa terdiam. Matanya membulat membesar, mulutnya terbuka tak jadi mengeluarkan sepatah kata pun. Suasana menjadi senyap selama beberapa saat, seakan ada yang iseng menghentikan waktu sehingga mereka bertujuh hanya bisa terdiam kaku di posisi masing-masing.

“ Yaa~~ apa sekarang aku menjadi jauh lebih tampan dan keren sehingga para namja ini jadi langsung terpesona melihatku?! “ heran orang itu. Dengan segera dia memperhatikan refleksi dirinya yang terpantul di layar hp.

“ Memang sihh, sekarang aku menjadi jauh lebih imut. Tapi kan. . . “

“ Hyuuuuuungg . . . “ teriak Chansung yang berdiri paling dekat dengan namja narsis itu. Dengan segera dia menabrakan tubuh raksasanya, memeluk erat namja kecil yang kini kesulitan mengambil nafas.

“ Chanana. . .  sesak . . . aku . . .”

“ Hyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung . . . . . “

Ibaratnya, belum lepas dari dekapan seekor beruang raksasa, kini tubuhnya kembali didekap erat oleh 5 ekor beruang lainnya.

“ Aku . . . mau . . . mati . . . “  ujar namja itu susah payah. Satu-persatu, para beruang itu melepaskan pelukan erat mereka dari mangsa kecil itu, dan bergantian menatapnya.

“ Apa ini benar kau hyung ?! “ sahut Junho sambil meraba-raba wajah tampan di hadapannya itu. Dengan sedikit kesal orang itu mengibaskan tangan Junho dan menatap 6 orang itu sinis.

“ Yaa~~ apa sekarang seorang Park Jaebum begitu terkenal sampai ada yang mau merubah wajah dan penampilannya persis sama sepertiku?! Ini aku babo . . . Jaebum, Park Jaebum, The only one Leadja in the world “ senyum narsis kembali menghiasi wajah tak waras itu.

Keenam orang yang mendengarnya kembali diam tak bicara. Masing-masing kembali diliputi aura kelam di wajahnya, bahkan Wooyoung sang ‘Ang-ang’ kini sudah kembali menyucurkan air matanya.

“ Aigoo,, Wooyoungie, uljima. Aku tadi buru-buru kemari sampai tak sempat membelikanmu es krim. Uljima . . . “ ujar Jaebum sambil menghapus aliran air mata di wajah sang eternal maknae itu. Namun, bukan Wooyoung namanya kalau bisa berhenti menangis begitu saja. Malah perlakuan Jaebum itu semakin memperderas air matanya.

“ Wooyoung-ah, tadi tak ada Jaebum hyung kau menangis, sekarang orangnya sudah ada disini kau menangis juga. “ sahut Chansung sambil memasang tampang bingung.  Jaebum terkekeh pelan kemudian menolehkan kepalanya menatap namja tinggi di sampingnya itu.

“ Yaa~~ Chanana, apa aku yang tubuhnya menyusut atau kau yang terus-terusan bertumbuh? Kenapa aku jadi harus semakin mendongak saat melihatmu seperti ini ?! “ tanya Jaebum dengan bodohnya. Yang lain hanya bisa terkekeh mendengarnya.

“ Kenapa kau tertawa Mr. Boston?! Apa kau tak sadar kalau kau juga semakin terlihat menjulang?! Dan kenapa gigimu kelihatan semakin banyak saja? Apa dia juga terus bertumbuh ?! “

“ Khunnie, kau juga, baru setahun aku meninggalkanmu, kau sudah mendekati yeoja lain. Bukankah sudah kubilang kalau aku akan menjodohkanmu dengan yeodongsaeng-ku?! Supaya nanti keponakanku bisa punya wajah yang sangat tampan “

Para korban sang leadja hanya bisa tertawa mendengar ucapan-ucapan bodoh yang selalu keluar dari mulutnya itu. Sudah setahun lebih mereka tak mendengarnya, dan mereka benar-benar merindukan hal itu. Ditatapnya dongsaeng-dongsaeng-nya itu dengan ekspresi ‘tak waras’. Rasanya benar-benar sudah sangat lama sekali mereka tak berkumpul seperti ini lagi.

“ Kalian berdua juga, aku sudah melihat MV baru kalian. Kenapa kalian mendapat bagian menyanyi yang lebih banyak?! Seharusnya itu berbagi denganku “ ujarnya sambil menunjuk Jun Brother. Keduanya hanya bisa kembali tertawa menanggapi perkataan konyol satu-satunya leader mereka itu.

“ Siapa suruh kau terlalu lama kembali hyung. Padahal kami sengaja menunda debut kami di Jepang untuk memastikan keadaanmu. Tapi karena kau juga malah comeback dengan album baru, maka kami pun memutuskan debut di Jepang kali ini tanpamu “ ujar Junsu sambil meninju pelan bahu Jaebum.

“ Aku sengaja babo. Aku dengar kalian akan debut di Jepang, makanya aku memutuskan untuk membuat album baru saja. Kalian tahu sendiri aku paling malas belajar bahasa Jepang “ jelas Jaebum dengan alasan bodoh.

“ Sudah setahun lebih kau masih tetap saja tak waras hyung. Apa kau masih suka lupa dimana kau meninggalkan kesadaranmu?! “ tanya Junho sambil kembali memamerkan eye smile-nya. Jaebum menoleh ke arah Junho dengan tampang yang dibuat sepolos mungkin.

“ Yaa~~ ini kan celanaku. Cepat kembalikan !! “ ujarnya tiba-tiba sambil mulai menarik-narik celana yang masih dipakai Junho itu.

“ Hyung, kau sudah memberikannya padaku. Mana bisa kau mengambilnya lagi “

“ Aku sudah mencari-cari celana yang seperti ini, tapi tak ada lagi. Ini satu-satunya yang tersisa di dunia” bantah Jaebum berlebihan.

“ Andwae ! Sekarang ini milikku !”

“ Punyaku “

“ Bukan “

“ It’s mine “

“ Nooo “

“ Punyaku “

“ Bukan “

“ Hyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung “

************************************ Series 01 – END

 

 

Only you neomani nareul sallil su isseo

I nunmureul meomchul su isseo

Geureoni eoseo naege dorawajwo baby

Only you niga anim nal gochil su eobseo

nan dasi useul suga eobseo

It’s only you my baby it’s only you

 

Only you, only you can bring me to life

I can’t stop these tears

So just come and return to me

Only you, if it’s not you, I can’t be fixed

I can’t bring myself to smile again

it’s only you my baby it’s only you

(ONLY YOU – 2PM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s