Spesial Junsu’s Bday : A Fate Called Love (Chapt 01) [Fanfiction]

Annyeong ~~~

Ini FF Spesial Bday, siapa lagi kalau bukan buat oppadeul tercintahh.

Bagian ini spesail for My Daegu Harabeoji KIM JUNSU.

 

Eittt,,, STOOPPPPPP !!!!!

Bagi yang baru pertama kali membukanya, jangan berani lanjut sebelum membaca Prolognya terlebih dahulu.

Untuk yang pengen baca FF Spesial Bday untuk member lainnya, bisa liat punya  JUNHO  atau  JAEBUM & WOOYOUNG

 

 

Title               : A Fate Called Love (Junsu Part)

Author          : Cy Suchy

Main Cast    : Kim Junsu 2PM

                             Shin Eun Hwa @nurulate

Other Cast   :  2PM Member

                            Park Minra @arrynan

Chaptered   : 01

Genre            : Romance

Length          : Series

Tinggalkan sesuatu setelah membacanya yaa, biar Author semangat. Gomawoyo^^

** Author’s POV **

 

“ Hyung “ ujar seorang namja bertubuh jangkung itu melongok dari celah pintu yang tertutup. Orang yang dipanggil hyung itu menoleh kaget dan tersenyum.

“ Chansung-ah “ ujarnya sambil kembali menekan tuts-tuts piano dihadapannya.

“ Eotte ?! “ tanya namja bertubuh bongsor itu sambil memperhatikan hasil coretan namja tadi. Namja itu kembali tersenyum dan menggeleng perlahan.

“ Ahhh, aku sama sekali tak punya ide “

Dilepaskannya kacamata berbingkai tebal yang sedari tadi dipakainya, direnggangkannya otot-ototnya yang terasa kaku karena telah duduk diam selama hampir tiga jam di ruangan itu.

“ Kemana yang lain?! “ tanyanya karena tak biasanya dorm mereka terasa sesunyi ini.

“ Junho dan Wooyoung sedang latihan dance seperti biasa. Taec, Jaebum dan Khun hyung masih ada siaran radio. “ jelas sang maknae sambil mengunyah banana-nya yang kesekian.

“ Kau sendiri?! “ tanya namja itu heran, karena tak biasanya maknae mereka itu hanya diam di dorm tak melakukan apapun.

“ Ahh, aku tadi tertidur dan terbangun karena lapar. Aku baru ingat ada kimchi yang dikirimkan eomma, aku kemari mengajakmu makan bersama, kau pasti belum makan hyung. Kajja !! “

Namja itu kembali tersenyum, benar kata Chansung dia memang belum makan sepulang dari rekaman mereka tadi, tapi entah kenapa dia sama sekali tak lapar. Pikirannya yang tak bisa konsentrasi menyelesaikan lagunya itu membuatnya tak merasakan hal itu.

Dia berdiri dan mengambil jaket tebalnya yang tersampir di sandaran kursi serta kacamata dan penutup kepalanya.

“ Mianhae, Chansung-ah, hyung tak lapar. Kau makanlah saja dulu “ ditepuknya pelan bahu Chansung yang kini melongo heran menatapnya beranjak keluar itu.

“ Hyung eodiga?! “

Teriakan sang maknae itu masih terdengar begitu dia membuka pintu dorm mereka untuk keluar.

“ Mencari udara segar  “ teriaknya sebelum pintu kembali tertutup.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

 

Namja itu berjalan pelan ke arah taman kota yang terlihat agak sepi. Hanya ada beberapa orang yang terlihat disitu. Jelas saja, walaupun langit terlihat cerah dan banyak bintang, tapi udara di luar terasa begitu dingin. Namja itu merapatkan jaket tebal yang dipakainya dan berjalan ke kedai kecil yang ada di pinggiran taman. Dikeluarkannya beberapa uang receh untuk membeli segelas kopi hangat.

Dia pun beranjak duduk di bangku taman itu dan mulai mengeluarkan buku yang sedari tadi dibawanya. Buku itu berisi lirik-lirik yang ditulisnya. Dia sengaja datang kesini, mencari inspirasi untuk lagu yang sedang ditulisnya. Lagu itu akan dimasukkan untuk album terbaru mereka tentu saja. Aransemennya sudah jadi, hanya saja dia masih stuck dengan liriknya. Entah kenapa dia tak bisa menemukan ide yang tepat untuk lagunya kini.

Namja itu mulai mencoret-coret kertas kosong digenggamannya. Sesekali alisnya berkerut memikirkan kata-kata yang pas. Baru sekitar lima menit berlalu, tapi otot-ototnya sudah terasa kaku duduk di tengah udara yang cukup dingin itu. Dia meraih kembali kopinya yang tadi panas, mulai meminumnya. Namun ternyata kopinya itu tak lagi hangat, malah sudah menjadi dingin dan pahit.

Dengan kesal dia kembali beranjak menuju kedai kecil itu, membeli lagu segelas kopi panas yang baru. Saat dia kembali, di dekat tempatnya duduk tadi sudah ada seorang yeoja yang juga ikut duduk. Tubuh mungilnya itu dibalut dengan jaket ungu tebal. Pandangannya jatuh pada telepon genggam ditangannya.

Junsu yang dipikirannya kini bergelayut lirik-lirik lagu itu melewati yeoja itu begitu saja, kembali duduk dan melanjutkan konsentrasinya.

“ Nappun neo !!! “

Junsu yang sedang berusaha berkonsentrasi itu dikagetkan oleh suara teriakan kesal yeoja yang cukup dekat di telinganya. Kepalanya menoleh mencari asal suara, tapi tak ada yang ditemukannya di taman yang sepi itu. Yang ada hanya ahjumma penjaga kedai kopi tadi, tapi jaraknya cukup jauh bila dibandingkan dengan besar suara yang didengarnya tadi. Pandangannya kini terpaku pada yeoja berjaket ungu didekatnya itu, tapi dia terlihat tenang-tenang saja, tak tampak habis berteriak (?).

Junsu menggelengkan kepalanya, mungkin itu hanya pikirannya saja. Dia kembali memusatkan perhatiannya pada coretan-coretan ditangannya itu.

“ Bagaimana mungkin dia melakukan itu?! Dia tahu sendiri kalau aku susah payah mendapatkannya. Album bertanda tangan itu barang langka yang takkan mungkin kumiliki lagi “

“ Nappun nappun nappun saram !!!! “

Kali ini Junsu melotot menatap ke sebelahnya. Ya, itu benar, suara itu ada. Teriakan tadi bukan hanya ada dipikirannya, tapi benar-benar ada. Bahkan sekarang dia bicara.

Matanya terpaku pada yeoja berjaket ungu itu lagi. Ya, suara itu berasal darinya. Jelas-jelas Junsu mendengar yeoja itu bicara. Walaupun yeoja itu sama sekali tak membuka mulutnya, tapi jelas yeoja itu tadi bicara. Dia sedang kesal, kesal karena ada yang menghilangkan atau mengambil album langka miliknya. Tapi, bagaimana caranya?!

Dengan penasaran Junsu berdiri menghampiri tempat duduk yeoja itu, memberanikan diri menyapanya. Tidak, dia sama sekali tak takut atau berpikiran aneh-aneh. Dia hanya ingin tahu apa yeoja itu yeoja yang dulu ditemuinya. Ini bukan kali pertama dia mendengar suara-suara seperti itu.

“ Agasshi “

Yeoja itu mengangkat kepalanya kaget. Dia menatap namja dihadapannya itu heran. Diedarkannya pandangannya sekilas ke sekeliling taman itu. Tak ada orang lain disana, yang ada hanya dia dan namja ini. Apa namja ini berniat jahat?!

“ Mianhamnida, aku tak bermaksud jahat “

Ujar Junsu begitu menyadari ada ekspresi ketakutan diwajah polos yeoja itu.

“ Aku . . .  hanya ingin. . . .  bertanya “

Sambungnya lagi sedikit gugup.

“ Bertanya ?? Padaku ?? “

Junsu mengangguk menjawab pertanyaan yang tak disuarakan yeoja itu.

“ Apa kau,, maksudku… apa namamu Eunhwa? Shin Eunhwa? Apa benar kau Shin Eunhwa ?? “

Tanya Junsu beruntun, detak jantungnya bertambah cepat menunggu respon gadis itu.

“ Eomma . . . bagaimana dia bisa tahu namaku “

Yeoja itu menatap namja berjaket, kacamata  serta bertopi dihadapannya itu mulai menerka-nerka. Sementara Junsu yang mendengar jawaban yeoja itu segera tersenyum lega. Jadi dia benar yeoja yang dulu ditemuinya saat acara fan signing itu. Yeoja yang selama ini dicarinya.

“ Annyeonghaseyo Eunhwa-ssi, Kim Junsu imnida. Bangawoyo. Jeongmal bangawoyo “.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Yeoja berjaket ungu itu menoleh diam-diam pada namja yang berjalan disampingnya itu. Ini benar-benar tak bisa dipercaya. Dicubitnya pelan tangannya dan rasa sakit spontan terasa disana. Sial, ini bukan mimpi.

‘ Junsu oppa ‘

Namja yang disebutkan itu menoleh begitu mendengar yeoja itu memanggilnya, walau tanpa suara tentu saja, kemudian tersenyum memamerkan hamparan giginya yang putih.

Mereka berjalan dalam diam sampai akhirnya berhenti di depan sebuah rumah yang tak lain adalah rumah tempat tinggal yeoja itu. Yeoja itu meminta Junsu untuk mampir namun dia menolak.

“ Ini sudah larut. Lagipula member yang lain pasti sudah mencariku “ jawabnya sambil kembali tersenyum. Yeoja itu hanya bisa mengangguk mendengar jawaban itu, kemudian mereka terdiam lagi.

“ Kalau,, maksudku, bolehkah aku mampir kemari kalau tiba-tiba aku berada disekitar sini?! “ pertanyaan Junsu itu spontan membuat yeoja itu mengangguk senang.

Tentu saja boleh

Junsu tersenyum sebelum kemudian berbalik kembali pulang ke dorm. Baru 3 langkah kemudian dia menoleh dan melambai pada yeoja yang masih berdiri di depan pintu pagar rumahnya itu.

Yeoja itu menunggu Junsu menghilang dari pandangannya sebelum masuk ke dalam. Dia memasuki rumahnya dengan senyuman. Tapi senyumannya menghilang begitu melihat orang yang tadi membuatnya kesal kini berdiri sambil berkacak pinggang menatapnya. Kakak perempuannya, Minra.

“ Eunhwa-yaa, darimana saja kau?! Bahkan kau tak mengangkat telpon dari eonnie “ gerutu yeoja bertubuh tinggi itu pada adik semata wayangnya yang kini berjalan tanpa menghiraukannya itu. Dengan perasaan khawatir serta sedikit kesal diikuti langkah adiknya itu menuju kamarnya.

“ Darimana saja kau?! Siapa namja yang mengantarmu itu?! “

Pertanyaan beruntun dari kakaknya itu membuat yeoja bernama Eunhwa itu langsung menghempaskan dirinya di kasur begitu saja, masih kesal tentu saja, walau tak sekesal sebelum dia bertemu namja tadi.

“ Yaa~ kenapa kau tak menjawab pertanyaan eonnie?! Apa kau masih marah gara-gara eonnie lupa dimana meletakkan albummu itu?! Pliss deh, itu hanya sebuah album “

Eunhwa yang mendengar hal itu spontan segera terduduk dan menatap kakaknya dengan pandangan apa-kau-pikir-bagiku-itu-hanya-sebuah-album kesal.

“ Araseo araseo . . . Biar eonnie belikan lagi kau album itu “

Eunhwa kembali menatap kakaknya itu dengan kening berkerut.

“ Dan eonnie akan berdiri seharian di depan apartemen 2PM agar bisa meminta mereka menandatanganinya untukmu. Atau apa eonnie perlu menyandera mereka untukmu agar kau tak marah lagi?! “

Ucapan konyol Minra itu sukses membuat Eunhwa tersenyum, hal itu cukup memberi tahu Minra bahwa adiknya itu kini tak lagi kesal. Yah, mungkin masih sedikit kesal, tapi tak sekesal saat pertama kali dia sadar kalau Minra menghilangkan tepatnya lupa dimana dia menaruh ‘harta benda’ Eunhwa tersebut.

Yah walaupun senang, tapi sikap adiknya yang begitu cepat pulih dari kekesalannya itu membuat Minra heran. Ini tak biasanya. Apa terjadi sesuatu dengannya?! Apa itu ada hubungannya dengan namja yang tadi dilihatnya mengantarkan adiknya pulang itu.

“ Yaa~ kau belum cerita pada eonnie, siapa namja tadi?! “

Senyuman spontan yang menghiasi wajah Eunhwa, semakin membuat Minra penasaran. Ditatapnya baik-baik wajah adiknya itu seksama, tapi tampaknya gadis itu belum ingin bercerita apa-apa.

“ Apa dia namjachingumu?! “ tanya Minra sedikit ragu, karena setahunya adiknya ini tak memiliki teman lelaki yang dekat dengannya, apalagi pacar. Sesuai dugaannya, Eunhwa menggeleng pelan menjawab pertanyaan itu.

“ Chingu ?! “

Eunhwa terdiam selama beberapa detik sebelum mengangguk lagi dengan pelan. Minra memperhatikan ekspresi diwajah adiknya itu seksama.

“ Minra-yaa, ada telpon untukmu “

Suara bibi mereka itu memotong ‘interogasi’ Minra. Keduanya menoleh menatap bibi mereka yang kini berdiri di pintu kamar.

“ Apa kalian sudah baikan?! “

Eunhwa mengangguk mengiyakan jawaban itu, sementara kakaknya hanya bisa menyengir perlahan. Bibi mereka itu tersenyum menatap kedua kakak beradik yang sudah dianggapnya anak sendiri itu kembali akur seperti biasanya.

“ Araseo. Eunhwa-yaa, bukankah kau besok ada jadwal pagi, sebaiknya kau tidur sekarang “

Ucapannya bibinya itu spontan membuat Eunhwa menoleh ke arah jam berbentuk malaikat kecil di dinding kamarnya itu kemudian menepuk jidatnya pelan. Sudah larut ternyata, waktu di taman tadi benar-benar berlalu tanpa terasa.

Minra hanya bisa tersenyum melihat adiknya yang berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri itu. Pandangannya tak sengaja terpaku pada tempat majalah yang bergambar wajah salah satu personel 2PM itu, Kim Junsu. Dia terdiam selama beberapa saat, berusaha mengingat-ingat, wajah namja yang tadi mengantar Eunhwa pulang itu sedikit mirip dengan wajah main vocal 2PM itu. Tapi mana mungkin kalau seorang Kim Junsu bisa mengantar Eunhwa pulang.

Hhaha, sepertinya nanti saja dia menanyakan soal namja itu pada Eunhwa sebelum memikirkan hal-hal yang mustahil terjadi.

[to be continued again ]

8 thoughts on “Spesial Junsu’s Bday : A Fate Called Love (Chapt 01) [Fanfiction]

  1. Miannn baru nongol😀
    Yaa! Ige mwoya?? kenapa cuma segini??? onnie aku gak puas! sumpah! *gak bersyukur* aku mau yang buanyakkk,, disini blom keliatan T__T aku lebih berdebar(?) waktu baca prolognya dulu u,u /dilempar pisang

    @Ai, tenang aja onnie gak bakal terbang kok

  2. haaaaa…..
    apa nih apa….
    kenapa pendek gini T.T
    angel geer. kalo kita beneran sodaraan kamu pasti sebel mulu tiap hari ngel.
    i’m the best for annoying people. hehe

    queen udah wisuda?? woahhhh!!!
    congrats (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s