Spesial Junho’s Bday : A Fate Called Love (Chapt 01) [Fanfiction]

Annyeong~~~~

Masih tetep dengan FF Spesial Bday buat oppadeul seorang.

Dan Masih tetap update chapter 01 buat FF Spesial for My Smiling Prince LEE JUNHO ♥♥♥

Eittt,,, STOOPPPPPP !!!!!

Bagi yang baru pertama kali membukanya, jangan berani lanjut sebelum membaca Prolognya terlebih dahulu.

Untuk yang pengen baca FF Spesial Bday untuk member lainnya, bisa liat punya  JUNSU  atau  JAEBUM & WOOYOUNG

Title               : A Fate Called Love (Junho Part)

Author          : Cy Suchy

Main Cast    : Lee Junho 2PM

                             Shin Ri Sung  @CyCySuchy

Other Cast   :  2PM Member

                            Choi Soyeon @SoYeon_Ai

Chaptered   : 01

Genre            : Romance

Length          : Series

Tinggalkan sesuatu setelah membacanya yaa, biar Author semangat. Gomawoyo^^

 

** Author’s POV **

 

Dua orang namja itu terlihat asyik mempelajari gerakan dance terbaru. Masing-masing memperhatikan bayangan mereka yang terpantul di cermin besar di hadapan mereka itu.

Tak ada yang bersuara diantara mereka, terlalu sibuk berkonsentrasi menghapal gerakan. Suasana sekitarnya juga terlihat tenang, tak ada suara orang lain disekitar mereka, bahkan suara musik yang seharusnya diputar mengiringi gerakan-gerakan itu tak ada, sengaja dimatikan.

Tiba-tiba tanpa disangka suara ribut justru berasal dari arah luar, semakin lama semakin terdengar, mendekat ke arah pintu masuk ruangan itu.

“ Yaa~ kenapa juga kita harus latihan malam-malam seperti ini. Bukankah Choi songsaenim menyuruh kita istirahat saja malam ini supaya besok bisa mempelajari gerakan baru lagi “ gerutu seorang yeoja yang jelas berasal dari luar ruang latihan itu.

Kedua namja yang tadinya fokus itu spontan menghentikan gerakan mereka. Keduanya berpandangan dan menoleh penasaran mendengar gerutuan itu.

“ Yaa eonnie, justru itu. Bagaimana mungkin besok kita akan menghapalkan gerakan baru, sementara gerakan yang pertama saja kita belum hapal. Apa kau mau Mr. Choi menghukum kita?! “ kali ini suara yeoja lain yang menyahut tak kalah keras. Mereka seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar, terlalu ribut.

“ Tapi kenapa juga kita harus latihan disini, kenapa bukan di tempat biasa saja?! Bagaimana kalau ada para senior yang sedang latihan di dalamnya “ ucap yeoja pertama itu ragu-ragu. Keduanya kini masih berdiri di depan pintu masuk.

“ Eonnie, apa kau tak mendengar kalau di dalam itu tenang, tak ada suara musik?! Itu artinya tak ada yang sedang latihan di dalam. Lagipula Miss A dan 2AM sunbaenim sedang ada di Jepang, Wonder Girls sunbaenim sudah kembali ke syuting di Amerika “ jelasnya sambil membuka pintu ruangan itu, mereka berdua melangkah masuk.

“ Dan kau tahu kan 2PM sunbaenim sedang sibuk dengan World Tour mereka, jadi tak mungkin ada yang . . . “ penjelasan yeoja itu terhenti begitu menyadari ada dua makhluk yang kini menatap ke arah mereka. Dua makhluk itu saling berpandangan heran ikut mengikuti pembicaraan kedua yeoja yang kini hanya bisa melongo kaget itu. Orang yang mereka bicarakan ada dihadapan mereka, bagaimana bisa?!

“ Umm, sepertinya mereka telah kembali ke Korea “ ujar yeoja yang satunya lagi sambil tersenyum gugup ke arah dua senior mereka itu.

“ A.. Annyeonghaseyo. Kami trainee baru. Annyeonghaseyo sunbaenim “ yeoja yang sedari tadi berceloteh itu segera menguasai dirinya dan membungkuk sopan memberi hormat pada kedua namja yang kini menahan tawa itu. Yeoja pertama yang daritadi menggerutu itu ikut-ikutan membungkuk memberi salam pada keduanya.

“ Mianhamnida. . . kami pikir tadi tak ada orang. Kajja, Soyeon-ah “ ujar yeoja itu sambil buru-buru menarik tangan yeoja yang satunya lagi pergi dari ruangan itu. Mau tak mau yeoja itu pun ikut pergi  dari ruangan itu, tapi baru sampai di depan pintu sebuah suara menghentikan langkah mereka.

“ Risung-ah, changkaman. “ ujar namja berambut merah itu tiba-tiba. Yeoja yang mendadak dipanggil itu menoleh kaget, bagaimana orang itu bisa tahu namanya.

“ Ah, kalau kalian mau kalian bisa ikut latihan di ruangan ini. Toh ruangan ini cukup besar “ ujar namja itu lagi sambil tersenyum yang sukses memamerkan eye smile-nya.

Yeoja bernama Risung yang masih sedikit kaget spontan menggeleng dengan cepat, menolak.

“ Ahh gwaenchaseumnida, kami akan latihan di tempat biasa saja. Gamsahamnida “ tolaknya halus sambil buru-buru menyeret temannya yang satu itu sebelum temannya itu mendadak sadar dan menyutujui usul senior mereka.

Namja berambut merah itu hanya bisa terdiam saat sarannya ditolak. Dia segera berbalik dan mengambil botol air mineral yang tergeletak di sudut. Namja satunya lagi yang sedari tadi hanya bisa memandang heran temannya itu.

“ Junho-ya, sepertinya kau mengenal trainee baru itu, kau memanggilnya dengan akrab “ ucapan itu spontan menghentikan gerakan Junho yang sedang meneguk airnya, dia hanya melirik temannya itu sekilas dan tersenyum sekilas.

“ Tapi sepertinya dia tak mengenalmu “ sambung temannya itu lagi. Junho hanya bisa terkekeh mendengar ucapan itu, dia berjongkok untuk memperbaiki ikatan sepatunya.

“ Sepertinya begitu “ ujarnya pelan. Dia mendekat ke arah speaker dan mulai menekan tombol untuk menghidupkan musik.

“ Kajja, kita latihan lagi “ ujarnya sambil memulai gerakan. Temannya yang sedari tadi menatapnya itu mau tak mau ikut menggerakkan badannya sesuai irama. Mereka pun kembali fokus pada latihan itu, berusaha mengabaikan kejadian barusan.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

 

Junho menyampirkan handuk yang selesai dipakainya itu begitu saja. Dibukanya lemari pakaiannya mengambil t-shirt bersih yang akan digunakannya. Mandi selesai latihan memang benar-benar menyegarkan, walaupun air panasnya tak begitu berguna di tengah udara dingin ini. Tapi setidaknya pikirannya bisa lebih segar sekarang.

Tak ada masalah soal dance baru mereka nanti, masalah yang mengganggu pikirannya sekarang adalah yeoja itu . Yup yeoja yang baru saja ditemuinya saat latihan tadi. Yeoja yang sama yang beberapa saat lalu pernah dijumpainya saat acara fan meeting. Yeoja yang sama yang pernah ada di masa lalunya. Yeoja yang sama yang mengetuk pintu hatinya sejak pertama. Dan juga yeoja yang sekarang sama sekali tak mengenalnya. Tapi kenapa, apa dia sekarang terlihat berbeda sampai-sampai yeoja itu tak mengenalinya lagi?! Tapi kan . . .

Dia meraih bingkai foto yang terletak di samping tempat tidurnya itu dan tersenyum simpul.

‘ Hyung, bagaimana keadaanmu disana?! Apa kau baik-baik saja?! Gadismu sekarang ada disini. Ya, gadis kecilmu yang dulu. Sekarang dia benar-benar sudah tumbuh dewasa. Tapi dia masih tetap gadis kecilmu yang dulu. Tatapannya masih sama, senyumnya juga masih sama ‘

Junho mengelus wajah tampan yang sedang tersenyum di foto itu. Memori kenangan 8 tahun lalu kembali terputar di kepalanya. Samar-samar butiran bening mulai mengintip di sudut mata kecilnya. Dengan cepat dia menghapusnya begitu menyadari kehadiran Wooyoung yang baru saja kembali dari kamar mandi. Dia meletakkan kembali bingkai foto itu di tempatnya semula dan berpura-pura sibuk dengan cermin di hadapannya.

Wooyoung yang sudah melihat gelagat aneh namja itu mengerutkan kedua alisnya heran. Ditatapnya namja yang sudah seperti saudaranya sendiri itu baik-baik. Tanpa dikatakan pun, Wooyoung tahu ada yang tak beres dengan anak itu.

“ Junho-ya, neo,, gwaenchana?! “

Junho yang sedang berusaha mengendalikan pikirannya itu spontan kaget dengan ucapan Wooyoung, dia menatap bayangan namja itu dari pantulan cermin dihadapannya dan berusaha tersenyum. Wooyoung yang paham bahwa anak itu tak mau membahasnya kembali menatapnya sesaat sebelum beranjak menuju lemari pakaiannya, mengambil baju ganti.

Keduanya terdiam selama beberapa saat, sibuk dengan pikiran masing-masing. Sebelum akhirnya Junho meraih jaket dan handphonenya.

“ Eodiga?!”

“ Aku ingin menghirup udara segar sebentar “

Ujar Junho sambil beranjak keluar. Wooyoung yang ditinggalkan sendiri hanya bisa melongo menatap pintu kamar yang tertutup dengan sendirinya. Diikuti oleh bunyi suara kunci otomatis yang menandakan pintu depan telah dibuka. Dia menoleh menatap bingkai foto yang tadi diperhatikan oleh Junho.

‘ Apa terjadi sesuatu padanya?! ‘ tanya Wooyoung samar pada sosok tampan yang tersenyum di foto itu.

>>>>>>>>>>>

 

 

Yeoja itu menunduk mengamati bagian bawah mesin minuman itu. Sial, koin satu-satunya yang tersisa darinya harus berakhir di bawah mesin besar sialan itu.

Padahal dia sengaja keluar dari apartemennya buru-buru hanya untuk membeli coke dingin kesukaannya itu. Tapi sialnya, satu-satunya koin yang dibawanya malah terperosok disana. Dia menggapai-gapaikan tangannya ke bawah mesin itu tapi tak muat. Jarak antara bagian bawah mesin dan lantai tidak cukup lebar untuk memberikan akses ke tangannya yang kecil itu untuk masuk.

Dia masih berjongkok disana mencoba meraihnya tapi sia-sia. Sial, dia tak bisa tenang malam ini kalau tak minum coke seperti biasanya. Dia masih dalam posisi hampir telungkup, disandarkannya kepalanya ke lantai menyerah, saat bunyi suara koin dimasukkan kedalam mesin terdengar.

Diangkatnya kepalanya melihat keatas dan disana ada sesosok namja yang berniat membeli minuman. Dia bangun tapi masih dalam posisi berlutut menggeser tubuhnya ke samping agar namja itu dapat mengambil minumannya. Dia masih cemberut saat namja itu menyodorkan sebuah coke dingin ke depan wajahnya. Dengan melongo di tatapnya wajah namja itu yang kini tersenyum memamerkan eye smilenya itu.

Dia melongo selama beberapa saat, sebelumnya akhirnya berdiri dengan kaget, itu namja yang tadi ditemuinya di ruang latihan, member 2PM. Dengan sopan dibungkukkan badannya sopan ke arah namja yang masih tersenyum menatapnya itu, tanpa suara.

“ Untukmu “

Yeoja itu terkejut tampak dari ekspresinya, dengan sopan dia menggeleng menolak pemberian itu. Tapi namja itu kembali tersenyum dan menyodorkan coke dingin itu lagi.

“ Kau pasti gelisah kan karena sudah lama tak minum ini. Sekarang ambilah untukmu, gratis koq “

Ujar main dancer 2PM itu tanpa melepaskan senyuman dari wajahnya yang menyebabkan eye smile bertebaran di udara.

Yeoja itu menatap coke kesukaannya serta wajah namja dihadapannya itu bergantian, dengan gerakan pelan dia mengambil coke yang diberikan padanya itu dengan tersenyum. Junho yang melihat yeoja itu tersenyum pun kembali tersenyum. Setidaknya yeoja itu mau menerima pemberian kecilnya kali ini. Dengan segan yeoja itu mengucapkan terima kasih dan membungkuk. Keduanya terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya yeoja itu pamit permisi kembali ke apartemen para trainee yang berada beberapa lantai di atas lantai ini.

“ Queen-ah “

Ucapan Junho membuat langkah yeoja itu terhenti. Dengan kening berkerut dia berbalik menatap Junho yang kini menatapnya itu. Bagaimana mungkin namja ini memanggilnya dengan panggilan itu. Ini pertama kalinya dia mendengar seseorang memanggilnya dengan panggilan itu, tapi entah kenapa dia merasa panggilan itu benar-benar familiar.

‘ Queen-ah ‘

Seperti  ada orang yang sering memanggilnya dengan panggilan itu, memorinya berusaha mencari tahu hal itu, tapi nihil.

“ Risung. Shin Risung imnida “

Yeoja itu terdiam menatap Junho sebelum akhirnya membungkuk memperkenalkan dirinya. Junho kembali menarik kedua sisi wajahnya menampakkan senyuman yang malah menyembunyikan kedua matanya itu.

“ Gomawo “

Yeoja itu mengerutkan kedua alisnya lagi mendengar ucapan terima kasih Junho yang terasa aneh itu. Kenapa dia berterima kasih pada yeoja yang tak melakukan apa-apa itu.

“ Gomawo, sudah mau datang kemari “

Kali ini Junho menyambung ucapannya tadi. Walaupun diliputi rasa bingung tapi yeoja bernama Risung itu mengangguk mengiyakan dan akhirnya berjalan kembali ke apartemennya. Meninggalkan Junho yang terus menatap yeoja itu sampai dia menghilang masuk kembali ke dalam lift.

Junho masih menatap pintu lift yang tertutup itu selama beberapa saat sebelum akhirnya dia berjalan pulang kembali ke apartemennya. Dari wajahnya yang masih terlihat tersenyum itu sepertinya dia benar-benar merasa senang sekarang. Dan hal itu disebabkan oleh yeoja itu tentu saja.

Queen . . .

 

[to be continued :p ]

 

9 thoughts on “Spesial Junho’s Bday : A Fate Called Love (Chapt 01) [Fanfiction]

  1. i hate this -_-
    kenapa kita gak terima usul junho buat latihan bareng hah??? hah??
    wae wae wae wae?
    and what is that ? kenapa situ gk kenal junho?
    jangan bilang kejadian.a kayak MTC

  2. jadi ceritanya ini kepisah sama yg junsu ya???
    is that means eunhwa and i won’t show up in this part of story?
    lagi..lagi…

    itu si risung kenapa ga kenal junho hah?!! jangan bilang ini ternyata masa lalu risung sebelum mtc *nah loh
    ntar jangan” risungnya amnesia gitu.
    haaahhhh…..

    trus-trus.. hyung yg 8 taon lalu itu siapa? jaebum?
    lanjuuutttt..

    • sbnarnya kan tadinya nyambung kan, keq wktu aku publish prolognya d fb itu,,
      crtanya nyambung loh,
      cman di publishnya terpisah aja,,
      ada koq,,
      tpi klo di junho aku ama si maknae yg bkal kebagian bnyak,
      klo di junsu, angel ama kamu eonnie,,

      andwae andwae andwae,,,
      ini semuanya pada ngira keq mtc sih, gara2 risung gak nyapa junho,
      itu pas ktmu di mesin coke kan dy sadar itu member 2pm,
      itu juga pas di prolog dy dtg k acra fanmeeting,
      brrti dy kan kenal,

      aduh ini koq aku jdi jelasin crta yaa,
      ntar kan gak seru lgi ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s