More Than Chicken (Chap 02) [Fanfiction]

Title            :  More Than Chicken ( Chapter 02)

Main Cast  :  Shin Ri Sung a.k.a  author

                         Onew SHINee

Other Cast  : Shin Min Ra  a.k.a  Park Min Ra

                        Shin So Yeon  a.k.a  Choi So Yeon

                        Shin Eun Hwa  a.k.a  Shin Eun Hwa

Genre           : True Story,,  ^^v

Length          : Makan saja ayamnya biar kenyang, hitung saja sendiri biar senang   :p

Backsound   : Semua lagu yang mengandung unsur suaranya Onew 😀

Author            : CySuchy

 

 

STOP !!!!

Have you read chapter 01?! Not yet?! Click here

>>>>>> >>

Aku membuka mataku dan berusaha beradaptasi dengan keadaan sekitar. Aku dimana yaa?! Kupandangi kamar berukuran sedang itu dengan wajah bingung. Cat dindingnya yang berwarna kecoklatan jadi tak terlihat karena didominasi dengan poster 2 orang namja dan seorang yeoja yang memegang tongkat. Namja tampan yang di tengah memakai kacamata bulat dengan mata berwarna hijau. Yang disebelahnya seorang yeoja cantik dengan rambut cokelat yang bergelombang. Sedangkan namja satunya bertubuh jangkung dengan rambut merah dan tampangnya yang terlihat agak bodoh. Siapa mereka ?! Lagipula ini bukan kamar dan juga bukan barang-barangku.

Pintu di sebelah kiriku tiba-tiba terbuka, keluarlah seorang yeoja yang sedang mengeringkan rambutnya. Begitu melihatku yang sudah membuka mata, dia pun melemparkan handuk yang dipakainya ke arahku,

“ Ayo cepat mandi, kau tak ke kampus memangnya ?! “

Aku melemparkan handuk itu kembali padanya,

“ Eonnie, kenapa aku tidur disini ?! “ tanyaku sambil menggeliat malas dan segera duduk di pinggiran tempat tidur. Dia memandangku heran kemudian tertawa,

“ Ya~ apa kau lupa ?! Semalam lampu kamarmu mati dan seperti orang yang dikejar setan kau lari kemari dan malah tidur disini.Ckkck,, dasar pikun “

Aku mengingat-ingat kembali kejadian semalam. Oh iyaa, benar katanya. Semalam aku sedang asyik di depan layar laptop-ku, asyik mendownload video-video Detective Conan, tiba-tiba lampu kamarku berkelap-kelip seperti  lampu disko. Sejenak aku mengabaikannya karena terlalu asyik dengan laptopku, tapi begitu kegelapan total menguasaiku, spontan aku berteriak dan lari ke kamar tedekat. Ya, aku memang tak suka dengan kegelapan. Bukan takut melihat hantu atau sejenisnya, hanya saja saat gelap aku merasa seperti sesak dan kesulitan bernafas dan itu yang membuatku takut.

“ Ayo keluar, kau mau melihat aku berganti pakaian yaa?! “

Di dorongnya aku sampai keluar kamar dan menguncinya. Dasar, memangnya kalau aku melihatnya berganti pakaian kenapa, toh aku juga tak bernafsu pada yeoja. Aku kan masih normal, masih menyukai namja. Buktinya aku menyukai Shinichi, bukan Ran. Tsk . . .

Aku masuk ke kamar mandi dan mulai melakukan ritual pagiku, sikat gigi, cuci muka dan sedikit senam wajah. Aku sedang malas mandi, lagipula aku juga tak akan ke kampus. Aku masih tak ingin menyibukkan otakku yang sedang mumet ini dengan kumpulan rumus-rumus itu. Aku melangkah lemas ke arah meja makan, membuka tudung sajinya, namun tak menemukan apapun di dalamnya. Begitu berbalik, aku mendapati Minra eonnie yang sedang memilih-milih sepatunya.

“ Eonnie, kau tak memasak yaa?! “

Dia menoleh mendapatiku yang sedang cemberut sambil memegang tudung saji.

“ Aniyo, aku tak sempat. Ada bahan makanan koq di kulkas, kau masak saja  “ ujarnya santai sambil melangkah keluar pintu.

“ Mwo ?! “  aku terkejut mendengar perkataannya. Memangnya dia sedang kena amnesia atau sengaja meledekku sih ?! Aku akan sama sekali tak bisa memasak, aku dilahirkan tidak dengan keahlian itu. Makanya cita-citaku adalah mencari suami yang bisa memasakkan makanan untukku. Atau aku akan mencari suami kaya yang bisa menggaji orang untuk memasak, jadi aku tak perlu repot-repot belajar memasak.😀

“ Ri Sung-ah “

Kepalanya melongok dari balik pintu,

“ Kalau kau mau, ada sisa ayam goreng semalam di dalam lemari, kau bisa memanaskannya “

Dengan gembira aku membuka pintu lemari dan melihat beberapa potong ayam goreng bertengger anggun disana. Hhahahah,, I like it.

Aku melangkah menuju ruangan tengah sambil membawa ayam goreng itu. Senangnya bisa makan ayam goreng setiap hari. Oh ya, yang tadi itu eonnie-ku. Namanya Shin Minra. Dia mengambil kuliah di jurusan planologi, itu loh tata letak kota. Aku juga tak mengerti mengapa dia mengambil jurusan itu, kenapa dia tak mengambil jurusan ilmu sihir saja seperti tokoh idolanya si Potter. :p

Aku juga punya seorang yeodongsaeng, namanya Shin So Yeon. Kalau jam segini sih, biasanya dia ada di sekolah. Aku melangkah menuju sofa yang ada didepan tv, namun betapa terkejutnya aku begitu mendapati yeodongsaeng yang ku anggap sedang menuntut ilmu di sekolahnya, malah asyik bertengger manis di depan tv. Tatapannya lurus menatap layar tv yang menampilkan namja-namja yang sedang menyanyi sambil menari. Pandangannya terpaku di layar sambil senyam-senyum sendiri. Aku mengambil tempat di sebelahnya, kemudian mulai melahap ayamku.

“ Saeng, kau tak ke sekolah ?! “ aku memandang seragam lengkap yang dipakainya. Dia menggeleng tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun dari layar tv. Aisshh . . . anak ini.

“ Waeyo ?! “

“ Ada rapat guru “

Aku melengos mendengar alasannya. Jangan-jangan anak ini hanya berpura-pura ada rapat guru , sehingga dia bisa bolos dan menonton orang-orang itu. Kupandangi lagi  televisi yang sedang menampilkan lima orang namja dengan pakaian unik berwarna-warni sedang bernyanyi dan menari energik. Cihh,, apa hebatnya mereka sih ?! Bukankah artis-artis seperti mereka hanya bisa bernyanyi, menari, ataupun sekedar akting di depan kamera. Sama sekali tak keren. Kerenan juga Shinichi-ku, dia tampan, pintar, detektif, jago maen bola, misterius, cool, walaupun tak bisa menyanyi. Tapi, aku rasa Shinichi lebih membanggakan daripada mereka. Andai saja ada Shinichi di dunia ini, aku pasti akan segera memintanya menjadi namjachingu-ku.

Tampilan di televisi berubah menjadi latar sebuah ruangan dimana kelima namja yang tadi duduk saling berdampingan. Seorang ahjumma yang masih kelihatan cantik, duduk di sebuah kursi terpisah, sedang mewawancarai namja-namja itu. Ahjumma cantik itu bertanya sesuatu tentang lagu, dan pandangan kamera beralih ke namja yang duduk di tengah, begitu dia mulai bicara, orang di sebelahku menjerit kecil.

“ Kyaaa,, Jjong oppa “

Eh ?! Aku melirik aneh pada dongsaeng-ku yang tak kunjung sadar-sadar juga. Ya ampun, jangan-jangan dongsaeng-ku mulai tak waras. Teriakan-teriakan kecil berasal dari mulutnya begitu layar menampilkan namja-namja itu bergantian. Begitu pertanyaan selanjutnya, kamera terfokus pada seorang namja berambut kecoklatan dengan mata sipit. Namja itu menjawab pertanyaan diiringi senyuman yang membuat matanya membentuk satu garis lurus. Dasar mata bulan sabit. Mau tak mau aku memperhatikan namja yang sedang berbicara itu.

Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya?! Aku berusaha menggali ingatanku tentang orang itu. Pandanganku tiba-tiba terpaku pada ayam di genggamanku, seketika itu juga aku ingat. Wajahnya sangat mirip dengan namja di taman yang menawariku ayam goreng 3 hari yang lalu. Ya, aku ingat wajahnya dengan jelas. Walaupun waktu itu orang itu memakai syal dan penutup kepala yang hampir menghalangi akses ke wajahnya. Tapi, raut wajah dan senyumannya, senyuman mata bulan sabit itu aku ingat. Dan persis sama dengan namja di layar televisi itu.

“ Saeng, siapa nama namja itu ?!”

Pertanyaanku sukses membuatnya menoleh dan menatapku bingung. Aku tahu mungkin dia kaget, karena selama ini aku tak terlalu peduli dengan orang-orang yang digilainya setiap waktu. Bahkan ini pertama kalinya dalam sejarah hidupku bertanya sesuatu tentang mereka, biasanya kan aku tak mau tahu.

Tangannya menunjuk layar tv yang masih menampilkan namja tadi, aku mengangguk menjawab kebingungannya.

“ Namanya Onew, eonnie. Dia itu leader-nya SHINee . . . . . . . . “

Aku tak mendengar penjelasannya lebih lanjut. Mataku terpaku lagi ke layar kaca, Onew ?! Jadi, nama namja itu Onew. Berarti orang aneh yang di taman itu bukan dia. Aku ingat, orang itu memperkenalkan dirinya bukan dengan nama Onew.  Juno, Junho, Jino, Jin,, aha… Jinki. Ya, aku ingat. Waktu itu dia bilang namanya Jinki. Lee Jinki. Bukan Onew.

Kalau begitu, mereka berdua orang yang berbeda. Tapi, kenapa bisa terlihat sama ?! Apa mungkin, ada dua orang yang memiliki raut wajah dan senyum yang terlihat sangat mirip ?!

*******

Aku melirik jam di tanganku kesal. Aisshh . . . anak itu, apa yang dia lakukan sebenarnya ?! Sudah hampir setengah jam tapi dia tak muncul-muncul juga. Memangnya aku pacarnya apa, sampai harus menunggunya disini. Lagipula, yang seharusnya menunggu itu kan dia, bukan aku. Dia yang memintaku untuk menemaninya mencari kado. Awas saja kalau dia muncul nanti. Takkan kuampuni. Aku akan . . .

“ Annyeong hasseyo “

Sebuah suara spontan menghentikan omelanku, begitu aku menoleh kudapati seorang namja berdiri di sampingku sambil tersenyum. Wajah dan tubuhnya ditutupi dengan jaket serta topi, matanya juga ikut bersembunyi dibalik bingkai kacamata gelapnya. Aku melongo menatap orang itu, aigoo,, siapa nih ?! Melihat dari cara berpakaiannya yang serba hitam, jangan-jangan dia anggota kawanan baju hitam !? Ituloh, yang bikin tubuh Shinichi mengecil. Jangan-jangan dia bermaksud,

“ Annyeong haseyo, Ri sung-ssi “ ujar sosok itu sambil melepaskan kacamatanya. Tampaklah sepasang mata bulan sabit yang terlihat ramah.

“ Kau,, “ aku tertegun menatapnya, dia kan namja yang itu. Kali ini dia tersenyum melihat ekspresiku yang telah mengenalinya.

“ A,, annyeong haseyo, Jinki-ssi “

“ Sedang apa disini ?! “ tanyanya sambil mengambil tempat di sampingku. Aku teringat pertama kali kami bertemu dan dia terlihat begitu gugup waktu itu.

“ Aku sedang menunggu seseorang “ ujarku tersenyum. Tapi, entah ini hanya perasaanku atau memang benar, wajahnya terlihat sedikit kesal saat mendengar itu.

“ Kau sendiri sedang apa disini ?! “  tanyaku memecah kesunyian yang sempat tercipta.

“ Ri sung-ah . . . “ sebuah teriakan mencegahnya menjawab pertanyaanku. Aku segera berdiri begitu melihat orang yang berlari memanggilku itu mendekat. Aissh . . .  anak ini. Akhirnya dia muncul juga.

“ Mianhae, tadi aku.. “ penjelasannya terpotong begitu menatap namja yang berdiri di sampingku. Ekspresi kaget luar biasa tercipta di wajahnya. Aku memandang namja itu yang juga berbalik heran menatapku.

“ Ya~ kau kenapa?! Habis melihat hantu ya!? “

“ Onew oppa “

Sepertinya dia menggumamkan sesuatu sambil menatap namja itu.

“ Kyaaa,, On,, hmmmppp “

Aku juga tak begitu jelas melihat apa yang terjadi, semuanya terjadi begitu cepat. Saat mataku telah menangkap refleksi kehadiran mereka. Tangan Jinki sedang membekap kuat mulut Eun Hwa yang sepertinya sedang berusaha untuk berteriak. Awalnya aku bingung melihat apa yang terjadi, namun aku pun akhirnya membantu Jinki membuat Eun Hwa tenang, kenapa dia bisa terlihat se-syok ini hanya melihat Jinki.

Setelah itu, aku segera mengajak Eun Hwa segera mencari kado untuk namjachingu-nya sebelum gelap. Jinki juga ikut bersama kami. Kini dia telah memasang lagi kacamatanya, mungkin takut Eun Hwa atau nanti ada orang yang histeris melihatnya. Tapi kenapa, memangnya dia artis apa?!

Sepanjang perjalanan, Eun Hwa yang biasa ribut itu, tak banyak mengeluarkan suara. Satu-satunya pertanyaan yang dia ajukan padaku adalah apakah aku mengenal orang ini. Begitu aku mengangguk mengiyakan, matanya tiba-tiba jadi berbinar indah, sama seperti mata Soyeon saat melihat artis-artis Korea yang disukainya itu. Tapi, Jinki kan bukan artis?!

Entah kenapa aku merasa Eun Hwa ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi begitu melihat Jinki mendekat, seketika itu juga dia langsung diam. Pada akhirnya, saat kami selesai membeli kado tersebut, dia segera menyuruhku segera pulang bersama Jinki. Sebelumnya, aku melihat dia sempat mengulurkan sebuah kertas dan pena pada Jinki. Kulihat Jinki sedikit kaget, tapi akhirnya tetap menerima kertas itu, mencoret sesuatu di atasnya dan mengembalikannya. Apa itu ?! Apa mereka saling menukar nomor telpon ?!

Kami berpisah di persimpangan jalan dan sebelum menghilang kudengar Eun Hwa sempat meneriakkan kata semangat untukku. Memangnya apa yang kulakukan ?! Jinki bersikeras untuk mengantarku pulang walaupun aku telah menolaknya. Kami berjalan dalam diam, masing-masing sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba, langkahku terhenti karena melihat sesuatu di hadapanku, sepasang kekasih yang sedang asyik berciuman. Aku terpaku di tempatku sesaat, kaget. Aku bukan kaget melihat kejadian itu, tapi aku kaget melihat pelakunya. Dia ?!

Begitu aku sadar, Jinki sudah berada di sebelahku, menyampirkan tangannya di bahuku dan menyeretku berjalan. Tubuhnya yang lebih tinggi dariku menutupi aksesku melihat kejadian yang berlangsung di samping jalan itu. Aku terdiam, membiarkan tangannya masih merangkul tubuhku. Begitu tiba di depan rumahku, aku segera melepaskan diri darinya.

“ Gamsahamnida  “ ujarku sambil berbalik masuk ke dalam rumah.

“ Maukah kau berjanji ?! “ langkahku terhenti karena ucapannya yang tiba-tiba. Kenapa anak ini doyan sekali mengatakan sesuatu tiba-tiba saat aku telah berbalik akan pergi. Aku berbalik, menatapnya tak semangat. Aku mengangkat kedua alisku bertanya.

“ Maukah kau berjanji padaku, mulai saat ini, jangan pernah bersedih lagi. Jangan pernah terlihat murung lagi. Tetaplah bersemangat, tetaplah gembira. “

“ Dan mulai sekarang, apapun yang terjadi, saat kau merasa marah, sedih, kesal atau sedang susah, kau bisa mengandalkanku. “

Aku terdiam menatapnya. Kata-katanya masuk ke telinga dan mengalir ke hati dan pikiranku.

“ Ne, “ aku menjawabnya pelan, sangat pelan diiringi anggukan lemah. Entah kenapa, aku bisa mengiyakan permintaannya itu. Padahal aku baru dua kali bertemu dengannya. Padahal aku belum begitu mengenalnya. Bagaimana aku bisa semudah itu percaya pada orang asing yang hanya kuketahui namanya ini.

Namun, entah kenapa, aku merasa bahwa aku telah cukup lama mengenalnya . Entah kenapa, jauh di dalam hatiku merasa tenang dengan janjinya itu. Entah kenapa, aku merasa ada tangan takdir yang mengikat kami disini, bersama mengikat janji. Entah kenapa  . . . .

>>>>>>>>  to be continued

3 thoughts on “More Than Chicken (Chap 02) [Fanfiction]

  1. Pingback: More Than Chicken (Chap 03) [Fanfiction] | The Queen's ♔

  2. Pingback: More Than Chicken (Chap 04) [Fanfiction] | The Queen's ♔

  3. Pingback: More Than Chicken (Chapt 05) [Fanfiction] | The Queen's ♔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s