It’s Okay Even If It Hurts [Fanfiction_Edit Vers.]

Tittle             : It’s ok even if it hurts

Main cast    : Park Soyeon T-ara

                          Yang Seungho MBLAQ

Length         : Oneshoot

Genre           : Horror ##bo’ong ding,, Romance lahh

Backsound : SeoHyun SNSD – It’s Ok even if it hurts

soyeon-twitter-111202

Skrmavbild2010-07-06kl82737

Soyeon’s POV

 

It’s okay even if I can’t see
It’s okay even if I can’t breath
If I could meet you only once
If I could give you all my heart

Kupandangi lagi foto yang terpajang di dinding kamarku. Aku tertawa sendiri mengingat semua kenangan  yang telah lewat. ‘Huhh, aku merindukanmu Yang Seungho’, ujarku sambil menghembuskan nafas. Ya, aku benar-benar merindukannya. Merindukan tingkahnya yang selalu sukses membuatku tertawa, merindukannya tutur katanya yang selalu apa adanya, merindukan hari dimana aku selalu menghabiskan waktu bersamanya. Tapi, sekarang dia malah pergi, mengambil kesempatan meneruskan kuliahnya ke Aussie dengan beasiswa yang diperolehnya. Aku turut senang sekaligus sedih. Senang karena akhirnya dia bisa menggapai cita-citanya mengambil kuliah musik di luar negeri. Tapi sedih karena dia meninggalkanku sendiri disini. Duniaku benar-benar terasa berbeda tanpanya. Hampa.

Sudah hampir setahun berlalu sejak dia pergi. Sejak itu, kami tetap saling berhubungan via telepon ataupun email. Komunikasi kami tak pernah putus. Dia selalu menceritakan apa saja yang dia lakukan setiap harinya, begitu pula aku. Tapi, tetap saja rasanya beda. Aku terbiasa melihatnya, aku terbiasa menatapnya, aku terbiasa bicara langsung dengannya. Jadi, walaupun dia tetap meneleponku, tak pernah berhenti memberi kabar kepadaku, tetap saja rasanya berbeda dengan berhadapan langsung dengannya. Aku benar-benar merindukannya. Rindu mendengar langsung suara tawanya. Rindu menatap langsung mata beningnya. Rindu bertemu dengannya.

How much more do I have to miss you
So that maybe you could know my heart?
How much more do I need to cry and cry
So that tears could be dry?

Mataku terbuka perlahan. Kuperhatikan benda-benda disekitarku secara samar. Aku tertidur rupanya. Drrrttt … Drrrtttt …. Drrrttttt ….

Aku menoleh ke asal suara itu. Apa itu?? Benda apa yang bergetar itu?? Kupandangi benda mungil berwarna putih yang ada di dekat bantalku. Kuperhatikan baik-baik sambil berusaha mengumpulkan nyawaku yang masih melayang. Setelah kesadaranku mulai pulih, aku baru sadar bahwa itu adalah telepon genggamku yang bergetar.

Aku mengambilnya, terlihat ada satu pesan baru. Dengan pelan kubuka kunci tombolnya dan mulai membaca pesan tersebut. Aku terpaku membaca isi pesan tersebut. Kuulangi lagi membaca pesan itu, kali ini dalam posisi duduk, siapa tahu saja tadi aku salah membaca karena sedang berbaring. Kubaca berulang kali isi pesan itu, tapi tetap saja sama seperti yang kubaca pertama kali. Benarkah ini ??

From : Ssong~

Sso-yaa, besok aku pulang ke Seoul. Jemput aku ya di bandara.

Pesawatku akan tiba jam 2 siang. Jangan lupa !!

Kalau sampai kau tak menjemputku, habislah kau. J

 

Aku masih terpaku menatap pesan itu. Yaa~ aku benar-benar sedang tak berhayal bukan?! Ini bukan mimpi kan?! Dia akan pulang. Namja yang kusukai akan pulang ke Seoul besok. Dia akan pulang. PULANG . . .

Hahahahaha,, aku tertawa senang. Kuraih boneka beruang putih pemberian Seungho dan memeluknya dengan erat. Akhirnya, hari yang kutunggu-tunggu itu tiba juga. Setelah satu tahun mengharapkannya pulang, akhirnya besok dia akan kembali ke Seoul. Aku sungguh senang. Nampaknya Tuhan mendengar doaku kali ini. Hhhehe . .  .

day08hoyeon2

 

******

Does it hurt because of loving you?
Is it the punishment for loving you so much?
Even though you say that I can lose everything
It’s okay if I just have you to be with me

“ Aku pulang “

Kulihat umma sedang asyik menonton di depan TV. Mendengarku datang, dia menoleh dan tersenyum.

“ Kau sudah makan, Soyeon?! Kalau belum, biar umma panaskan lagi makanannya untukmu “ ujar umma sambil berdiri dan berjalan menuju dapur.

“ Aniyo umma. Tak perlu. Aku tadi sudah makan bersama Seungho “ ujarku tersenyum sambil menahan tangan umma. Dia balas tersenyum memandangku dan mengelus pipiku lembut.

“ Apa kau senang hari ini?? “

Aku tersenyum malu menanggapi pertanyaannya dan mengangguk pelan. Dia menatapku dengan mata teduhnya dan tetap tersenyum.

“ Istirahatlah kalau begitu “ ujarnya lagi menggandeng tanganku dan mengantarku sampai ke depan kamarku. Aku memeluknya sekilas dan masuk ke kamar. segera kuletakkan tasku di atas meja, mengambil handuk dan mandi biar segar lagi.

Hari ini memang aku sangat lelah. Sejak Seungho datang berlibur ke Korea, setiap hari kuhabiskan untuk jalan bersamanya. Pergi nonton, shopping ataupun hanya sekedar jalan-jalan. Tiada hari kuhabiskan tanpanya. Aku benar-benar harus memanfaatkan hari-hari selama liburannya disini. Membuat kenangan sebanyak mungkin dengannya. Agar semakin banyak hal yang bisa kukenang tentang dia. Aku kembali tersenyum. Air hangat mengguyur tubuhku. Seakan mengusir semua rasa pegal itu jauh-jauh. Selesai mandi aku segera mengambil piyama biru dan memakainya. Rasa capek dan mengantuk kontan membuatku membatalkan niat untuk melakukan hal lain. Aku pun segera naik naik ke tempat tidur dan menutup tubuhku dengan selimut putihku.


Drrrtt. . . Drrrttt. . . Drrtttt. . .

Belum sampai 2 menit aku memejamkan mata, tiba-tiba kurasakan hp-ku bergetar. Kulirik benda putih itu dengan malas, ternyata ada 1 pesan baru. Aku membuka pesan itu segera begitu melihat nama pengirimnya, Ssong~. Aku tersenyum setelah membaca pesannya. Dia bilang besok sore ingin bertemu denganku di lapangan dekat sekolah kami dulu. Rupanya dia juga punya pikiran yang sama denganku, ingin menghabiskan waktu disini sebanyak mungkin bersama. J

******

Even if my heart is broken when loving you
Even if my heart is separated when waiting for you
It’s okay because I love you
It’s okay even if I get hurt

Aku merapikan lagi rambutku. Menatap kembali pantulan bayanganku di cermin dan tersenyum. Hari ini aku memakai mantel putih oleh-oleh Seungho dari Aussie. Sepertinya dia benar-benar tahu dengan ukuranku. Aku tersenyum sambil menuruni tangga, melihat umma yang sedang asyik mencoba resep barunya. Aku tersenyum padanya sekaligus ijin keluar. Dia mengangguk mengiyakan begitu kukatakan aku akan pergi menemui Seungho.

Aku berjalan santai menuju tempat pertemuan kami. Jarak dari rumahku dengan tempat itu memang tak terlalu jauh. Sewaktu sekolah dulu, Seungho selalu memboncengku di sepedanya, mengantarku pulang ke rumah, setelah itu baru dia pulang. Kadang-kadang kalau hari minggu datang, dia akan mengajakku berjalan-jalan mengililingi kompleks dengan sepedanya. Benar-benar indah waktu itu.

Tak terasa, kakiku sudah menginjak lapangan tempat pertemuan kami. Kuperhatikan sekeliling lapangan itu. walaupun disekitarnya sudah didirikan banyak bangunan baru, tapi lapangan ini masih tetap terlihat sama seperti dulu. Malah sekarang lebih terawat dan indah. Disekitarnya sudah dibuat taman-taman kecil yang penuh ditanami dengan bunga-bunga yang beraneka warna. Lampu-lampu juga sudah menghiasi sudut-sudutnya, sehingga orang-orang bisa berjalan disini tanpa takut gelap lagi. Dulu lapangan ini menjadi tempat anak-anak sekolah kami berolahraga, aku ingat aku selalu berada di pojok lapangan sebelah sana sambil berteriak menyemangati Seungho yang asyik bermain sepak bola. Tapi sekarang, lapangan ini hanya dijadikan tempat untuk bersantai saja. Anak-anak sekolah sudah memiliki tempat sendiri untuk olahraga mereka.

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk bahuku. Aku berbalik, kudapati namja yang sedari tadi kupikirkan sedang membungkuk, berusaha mengatur nafas. Dia mengangkat kepalanya dan tersenyum kepadaku, beberapa tetes keringat mengalir di wajahnya.

“ Maaf aku terlambat “

Aku tersenyum, dengan segera membuka tas yang kubawa, mengambil sapu tangan dan mengusap (??) keringat di wajahnya. Dia segera berdiri tegak dan kembali tersenyum, mengambil sapu tangan itu dari tanganku dan melakukan hal itu sendiri. Selama beberapa menit kami tetap berdiri disana. Aku diam sambil menatapnya yang masih berusaha untuk menetralkan deru nafasnya.

The farther I turn away so as to forget you
The more I miss you, What can I do
Even when you keep telling me it’s not right just
to keep me away from you
You are the only one to me, What can I do
??

Tiba-tiba, tanpa kusadari apa yang terjadi, dia sudah menggenggam kedua tanganku, tersenyum manis menatapku. Aku sempat kaget akan perlakuannya, namun berusaha untuk bersikap biasa. Aku tak ingin dia tahu bahwa jantungku sekarang memompa lebih cepat, aku tak ingin dia tahu bahwa berjuta kupu-kupu seakan terbang di perutku, dan aku juga tak ingin dia sadar bahwa wajahku terasa panas dan memerah.

“ Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu “

Aku menatapnya kebingungan, masih dengan debaran di dadaku. Matanya lurus menatap mataku. Dia memandangku dengan pandangan yang lain daripada biasanya. Entah kenapa, aku merasa sekeliling kami menjadi begitu senyap. Tak ada lagi suara bising kendaraan, tak ada lagi suara tawa dari anak-anak yang sedang berkejaran, tak ada suara apapun yang terdengar. Atau mungkin lebih tepatnya, tak ada suara lain yang ingin kudengar, selain suaranya.

Dia menunduk sebentar, memejamkan kedua matanya, menarik nafas pelan, kemudian dengan mantap menatapku. Dia tersenyum, matanya pun ikut tersenyum.

“ Saranghae “

Kawanan burung mengepakkan sayapnya, terbang bersamaan dari dahan yang dihinggapinya. Suara klakson mobil, bus dan motor saling menyahut dari jalan seberang. Suara tawa segerombolan remaja yang asyik bercanda dengan temannya. Tangisan anak kecil yang terdengar, merengek meminta es krim pada ibunya. Suara dedaunan yang tertiup terbawa angin. Semua suara menyatu, berdesakkan masuk ke indera pendengaranku. Semua suara menyerbu menerobos telingaku. Tapi entah kenapa, hanya satu kata itu yang masuk dan langsung menembus hatiku. Aliran darahku seakan berhenti, jantungku seakan tak lagi memompa, semua organku seolah tak lagi bekerja. Aku terpaku, berdiri diam mematung disini.

“ Saranghae, jeongmal saranghaeyo “

Kata itu diulanginya lagi, kali ini dengan penegas. Bukan bukan,, dengan penjelas. Entahlah, aku tak tahu apa yang terjadi sekarang. Sepertinya aku mulai lumpuh  perlahan-lahan. Sekarang indera penghilatanku yang mulai bermasalah. Aku tak bisa lagi melihat sekeliling. Tak ada lagi gambaran pohon hijau, bunga yang berwarna-warni, orang yang berlalu-lalang, yang ada hanya sosok namja yang berdiri tegap menatapku. Yang bisa kulihat hanya seorang namja yang memegang tanganku hangat.

 

MBLAQ-Seung-Ho-T-ara-Soyeon-with-HITT-Ha-young-hitt-23805603-550-410

 

Even if I get poisoned and pricked
My love for you can’t stop
I will wait for you until forever
I will endure even if it hurts and hurts

Tapi dengan tiba-tiba pula dia melepas genggaman tangannya. Kedua tangannya kini terlipat di dada.

“ Bagaimana menurutmu?? “

Dia menatapku dengan pandangan bertanya sambil tersenyum. Bukan, kali ini bukan dengan senyuman lembut seperti tadi. Ini senyumnya yang biasa, senyuman jahilnya yang selalu terlihat sehari-hari.

“ Apa menurutmu, tadi benar-benar romantis?? Apa menurutmu, kalau aku melakukan hal seperti tadi, dia akan menerimaku?? “

Aku tak tahu lagi apa yang kurasakan sekarang dan apa yang harus kulakukan. Yang kutahu pasti, aku hanya ingin menjatuhkan air bening yang memaksa keluar dari mataku ini. Tapi, aku tak ingin melakukan hal itu didepannya. Aku tak ingin dia tahu perasaanku yang sebenarnya.

“ Kau pasti penasaran siapa yeoja itu kan?! Maaf kalau aku tak memberitahukan hal ini padamu dari dulu. Dia yeoja teman sekelasku di Aussie. Namanya Sunhwa, Han Sunhwa. Awalnya aku tak menyukainya karena dia benar-benar cerewet dan sangat bawel. Tapi beberapa bulan belakangan ini, sehari saja aku tak mendengar kebawelannya, aku jadi merasa aneh. “

“ Kemarin dia menelponku, katanya besok dia akan berlibur ke Seoul. Mengunjungi keluarga ibunya disini, sekaligus ingin bertemu dengan keluarga dan teman-temanku disini, terutama kau. Aku bercerita banyak tentang kau padanya, dan dia bilang dia benar-benar ingin bertemu dan berteman baik denganmu “

Dia tersenyum lagi. Selama membicarakan yeoja bernama Sunhwa itu, senyuman tak pernah lepas dari wajahnya, dan matanya memancarkan tatapan yang benar-benar berbeda. Sama seperti tatapannya tadi waktu dia mengucapkan kata itu padaku. Apa tadi, waktu dia melakukan hal itu, dia membayangkan aku adalah Jessica?!

Tiba-tiba hp-ku berdering, ada telpon masuk dari Eunjung. Hal itu spontan menghentikannya yang masih asyik bercerita soal yeoja pujaannya itu. Dia mengangguk padaku yang memandangnya. Aku segera mengangkat telpon itu, ini bisa kujadikan alasan agar bisa pergi dari sini secepatnya. Aku benar-benar tak bisa menahan air mataku lebih lama lagi.

“ Aku harus segera pergi, Eunjung sudah menungguku sejak tadi. Aku lupa kalau hari ini aku berjanji menemaninya mencari kado “ ujarku berbohong, padahal Eunjung hanya bilang terima kasih soal bantuanku tadi pagi.

“ Biar kuantar “

“ Tak perlu. Sebaiknya kau pulang dan menyiapkan dirimu, besok kan kau akan bertemu dengan pujaan hatimu. “ ujarku berusaha tersenyum. Aku tahu, senyumku pasti terlihat dipaksakan. Tapi sepertinya, dia terlalu senang memikirkan yeoja itu, sampai dia tak menyadari keanehan senyumku.

Dia mengangguk dan segera berjalan pulang ke rumahnya. Aku memandanginya, tak terasa tetesan bening mulai jatuh dari mataku. Sepertinya aku tak sanggup lagi menahannya. Pertahananku jebol juga. Aku mengusap air mataku yang tak kunjung berhenti ini dan berjalan pulang. Selama perjalanan, orang-orang memandangku dengan heran, tapi aku sudah tak peduli lagi. Begitu sampai di rumah, aku segera berlari menuju kamarku. Beruntung umma tak ada di depan, aku tak ingin membuatnya cemas melihatku dalam keadaan seperti ini.

Aku masuk ke kamarku, mengunci pintunya, dan segera naik ke tempat tidur. Kupeluk erat  beruang putih pemberiannya itu, berusaha menekan rasa sakit di dadaku.

 

Because of loving you more
It’s okay even if tears fall down
It’s okay even if it hurts…

 

Kenapa??  Kenapa hal ini harus terjadi padaku??  Apa salahku Tuhan??

Aku rela melakukan apapun asal bisa melihatnya sekali saja. Aku rela berkorban apapun asal bisa memberikan hatiku seutuhnya padanya. Tapi kenapa dia tak menyadari perasaan ini??

Seberapa besar rasa sayang yang harus kuberikan, agar kau bisa mengetahui apa yang ada di hatiku??  Berapa lama aku harus terus menangis seperti ini, Berapa banyak air mata yang harus kukeluarkan,  agar air mata ini bisa kering, agar aku tak bisa menangis lagi??

Sakit, dada ini benar-benar sakit. Aku tak pernah merasa sesakit ini sebelumnya. Apa ini rasa sakit karena mencintaimu?? Apa ini adalah hukuman dari Tuhan karena aku begitu mencintaimu?? Padahal aku rela kehilangan apapun, asalkan kau ada disisiku. Padahal itu saja sudah cukup bagiku.

Tapi, bagiku tak apa-apa. Walaupun hatiku harus terluka karena mencintaimu, walaupun hatiku harus hancur karena menantimu, tak masalah bagiku. Tak masalah kalau aku terluka melihatmu bersama yang lain. Tak masalah kalau kau lebih bahagia dengan yang lain. Karena aku benar-benar tak bisa menghapusmu dari hatiku. Semakin aku mencoba melupakanmu, maka aku akan semakin merindukanmu. Apa yang bisa kulakukan ??

Walaupun aku dipaksa untuk melupakanmu. Walaupun aku harus tersiksa karena menyayangimu. Tapi tak mengapa bagiku. Aku akan tetap menunggumu selamanya. Aku akan tetap bertahan, walaupuin harus terus-terusan sakit dan terluka. Tak apa-apa, jika mencintaimu, membuat air mata ini harus terus jatuh. Tak apa-apa jika mencintaimu, membuatku terluka.

Apado gwaenchanhayo . . .

Jeongmal gwaenchanayo . . .

< the end >

 

tumblr_lxmj2lbzIi1qep61qo4_250

2 thoughts on “It’s Okay Even If It Hurts [Fanfiction_Edit Vers.]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s