More Than Chicken (Chap 03) [Fanfiction]

Tittle             :  More Than Chicken ( Chapter 03 )

Main Cast     :  Onew SHINee

                            Shin Ri Sung  a.k.a  Author

Other Cast   :  Member SHINee & Member A-sin

Genre            :  Thriller,, hhahaha

Length          :  As Long as You want

Backsound   :  Suaranya Onew,, selalu . . .

Author           :   CySuchy

 

mtc 3 poster

 

Unfamiliar yet? Read Chapter 01  and Chapter 02 before !!

 

>>>>>>>>>

** Onew’s POV **

 

Aku membuka pintu memasuki ruang ganti. Dengan sekali hentak kuhempaskan tubuhku ke sofa di tempat itu, mulai berbaring. Member-member yang lain masuk mengikutiku. Taemin mendekatiku, duduk di sofa yang sama denganku. Kakiku diletakkan di pangkuannya.

“ Kau capek sekali ya, hyung ?! “ tanyanya sambil memijit-mijit kakiku. Aku menoleh dan tersenyum menatapnya. Memang maknae kami ini sangat baik.

 

“ Kalau kau lelah, tidurlah dulu disini hyung, toh kita tak perform lagi. Nanti biar aku yang minta ijin ke manager hyung agar kau tak usah ikut acara penutupannya. “ ujar Jonghyun sambil duduk di sofa di sebelahku. Anak-anak ini, walaupun kadang sering jahil dan menyebalkan, tapi aku tahu mereka juga sangat peduli dan menyayangiku.

 

“ Tolong bangunkan aku saat kalian selesai ya “ pintaku sambil mulai memejamkan mata. Kuambil jaketku yang tersampir di tangan sofa, menutupi wajahku dari cahaya lampu. Aku sama sekali tak bisa tidur kalau ada cahaya, silau. Yang aku inginkan sekarang hanya istirahat sebentar saja. Sudah hampir 2 minggu belakangan ini, aku benar-benar tak punya waktu untuk istirahat. Banyak acara yang harus kuikuti, reality show, mc, pentas musikal, jadwal perform SHINee yang padat, wawancara di radio, majalah, pemotretan, belum lagi jadwal menyanyiku diluar SHINee.

 

Jadi sekarang, aku hanya ingin merecharge tenagaku agar fit lagi. Karena setelah ini, kami juga harus segera berangkat memenuhi jadwal kami selanjutnya. Dokter pribadi yang menangani kami berlima, sudah memperingatkanku untuk meluangkan waktu untuk diriku sendiri. Sekedar beristirahat sejenak. Tapi, disela jadwal yang saling bertumpuk ini, bagaimana bisa aku istirahat. Bukankah ini konsekuensi yang harus kutanggung sebagai seorang idola?!

 

Keluarga, teman-teman dan para MVP,sebutan untuk fansku, selalu mencemaskan keadaanku setiap saat. Apalagi, saat baru-baru kami syuting acara reality show di Taiwan, fotoku yang sedang lemas dan terbaring lesu beredar di internet  dan membuat semua orang begitu khawatir.

 

Aku baru mulai memasuki alam bawah sadarku ketika sayup-sayup kudengar suara teriakan diikuti suara ribut-ribut. Aku membuka mata dan mendapati keempat dongsaengku sedang mengerumuni notebook pink milk Key. Aisshh . . . anak-anak ini, bukannya mereka yang tadi menyuruhku beristirahat!? Kenapa sekarang malah membuat keributan yang membangunkanku !?

 

Jonghyun berpaling kaget menatapku yang balas menatap mereka dengan pandangan sayu.

“ Onew hyung, gawat !! “ aku mengernyitkan alisku, apanya yang gawat?! Memangnya ada yang lebih gawat daripada tubuh yang kurang istirahat selama 2 minggu lebih !?

 

Aku baru mulai memejamkan mataku kembali, saat Minho berjalan mendekatiku sampil membawa notebook itu.

“ Hyung, kau harus lihat ini. “ ujarnya sambil menyodorkan notebook itu ke arahku. Aku menatapnya tapi tak bisa melihat apa yang tertera di dalamnya. Mata sipitku semakin sipit, aku ingin istirahat. Aku butuh tidur walaupun sesaat.

 

“ Hyung, gosip terhangat yang sedang beredar di internet sekarang adalah tentang kau dan Krystal #hueeekk# “ jelas Key kali ini. Siluet tubuhnya yang sedang berkacak pinggang di depanku tampak samar. Aku menguap lebar. “ Kau bahkan lebih terkenal sekarang dibanding kami semua “ tambahnya lagi.

 

Aku mengangguk mengiyakan begitu saja ucapannya, tak bisakah mereka tenang sedikit. Baru saja aku memuji mereka karena begitu perhatian padaku, tapi sekarang mereka malah mengganggu satu-satunya waktu istirahatku. Ohh, paling-paling itu semua kerjaan wartawan iseng yang menambah-nambah berita sehingga berita yang kecil menjadi begitu besar. Bukankah aku dan Krystal hanya menjadi MC di acara Music core minggu lalu, memangnya apa yang salah.

 

Aku berbalik, menghadapkan tubuh dan wajahku ke arah sofa tempatku berbaring itu. Tak bisakah mereka tenang sejenak saja, biarkan aku terlelap sekarang, setelah itu terserah mereka mau melakukan apapun. Aku menutup wajahku lagi dengan jaket hijau tebal itu, berusaha tidur.

“ Hyung, bukankah ini gawat kalau Risung noona sampai tahu ?! “

 

“ Ahh, benar ! Usaha Onew hyung selama ini akan sia-sia “

 

“ Yaa… Usaha kita menjadi mak comblang juga akan tak ada gunanya “

 

“ Ehh?? Apa yang kalian bicarakan? Risung? Siapa dia? Kenapa aku baru pertama kali ini mendengarnya?? “

 

Aku segera mengubah posisiku menjadi duduk, kulemparkan begitu saja jaket yang sedari tadi kupegang.

“ Apa maksud kalian ?! “

 

Tanyaku sambil menatap wajah mereka berempat bergantian. Mereka berempat bergantian menatapku. Tak terkecuali Key yang malah menampakkan wajah bingung dibanding cemas.

“ Apa hubungannya ini dengan Risung ?? “

 

Bahkan Taemin pun mendengus mendengar pertanyaanku.  Jonghyun berdiri, mengambil tempat disebelahku. Tangan kirinya merangkul bahuku, wajahnya terlihat serius menatapku. Ada apa ini??

“ Hyung, ini adalah masalah besar. Sangat besar. “

 

Aku masih tak mengerti maksud ucapannya. Kedua alisku saling bertaut heran.

“ Hyung, diantara kita berlima, kau yang paling jarang digosipkan dengan yeoja. Jadi, saat ada sedikit saja beritamu bersama seorang yeoja, siapapun dia, maka itu akan memicu kontroversi besar-besaran. Berita yang seharusnya hanya amat sangat biasa, akan menjadi maha luar biasa (??). “

 

Aku kembali mengernyitkan kedua alis tebalku, memandang wajah sang lead vokal yang tak pernah terlihat seserius ini.

“ Jadi ?? “

 

Ujarku setelah beberapa saat diam. Jonghyun malah memalingkan kepalanya pada Minho, yang dengan lemas menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal.

“ Jadi, kalau sampai gosip yang fenomenal ini sampai dilihat ataupun didengar yeoja yang kau cintai itu, tak ada gunanya semua usahamu selama ini. Sia-sia belaka. “

 

Aku diam, berusaha meresapi maksud penjelasan Minho itu. Andwaeyo, Shiroyo. Setelah aku bersusah payah agar bisa dekat dengan Risung, hanya karena gosip murahan itu semuanya akan jadi sia-sia. Aniyo, aku tak boleh membiarkan hal ini terjadi.

“ Kalian. . .  bantu aku. Bantu aku agar semua perjuanganku selama ini tak sia-sia. Bantu aku, jebal “

Aku menatap keempat dongsaeng-ku bergantian, memohon belas kasihan. Kulihat Minho, Taemin dan Jonghyun mengangguk mengiyakan. Kutatap Key yang balik menatapku dengan sinis.

 

“ Kibum-ah, kau tak mau membantuku?? “

Dia mendecak kesal, kedua tangannya terlipat  di dada.

“ Bagaimana aku mau membantu kalau aku tak tahu sebenarnya apa yang terjadi ?? Siapa Risung?? Apa hubungannya denganmu?? Dan kenapa hanya aku satu-satunya orang yang tak tahu ?? “

***********

 

** Risung’s POV **

 

“ Ahjussi, ayamnya 1 paket yang pedas “

Aku menyodorkan beberapa lembar uang ribuan dan menunggu sejenak. Ahjussi penjual ayam itu menyodorkan satu buket ayam goreng beserta beberapa sen kembaliannya padaku. Aku melangkah menuju bangku taman tempat kedua orang itu telah menunggu. Tiba-tiba langkahku terhenti, di sebelah pohon itu terlihat seorang anak kecil yang sedang menangis, di sebelahnya tampak seorang namja yang sedang menenangkannya. Tapi bukannya berhenti, tangisan anak kecil itu semakin bertambah besar. Dengan perlahan, aku berbelok, melangkahkan kakiku menuju tempat anak kecil yang sedang menangis itu. Namja itu menoleh begitu menyadari kehadiranku.

 

Aku mengangguk kaku ke arahnya, kemudian berjongkok agar tinggiku setara dengan gadis kecil yang masih menangis itu. Kuusap pelan air matanya, kontan dia menatapku, mata hitamnya memandangku heran.

 

“ Gadis cantik tak boleh menangis, kau mau ayam ?? “

Kusodorkan sepotong ayam goreng padanya, dia menatap namja itu, kemudian kembali menatapku dan mengangguk pelan. Aku menyerahkan ayam goreng itu padanya, mengusap pelan rambutnya yang terkuncir rapi.

 

“ Jangan nangis lagi ya!? “

Dia mengangguk mungkin mengiyakan permintaanku. Aku tersenyum menanggapi sikapnya. Kemudian dengan sopan aku membungkuk ke arah namja yang masih terpaku itu dan berbalik, kembali berjalan menuju tempat Soyeon dan Eunhwa yang telah menungguku.

 

“ Andwae . .. . pertama Jonghyun oppa, sekarang Onew oppa juga ikut-ikutan. Huwaaa . . . “

Dari jauh suara Soyeon sudah melengking, kupercepat langkahku mendekati dua yeoja yang kini sedang terpaku menatap majalah di hadapan mereka. Aku segera mengambil tempat duduk di sebelah Eunhwa, ikut-ikutan melirik sumber kehebohan dua yeoja ini. Tapi begitu melihat isi majalah itu, spontan aku berdecak pelan. Lagi-lagi karena namja-namja yang tak kukenal itu. Dua orang ini memang selalu kompak dalam hal ini. Ckckckckc,,,

 

Aku menyodorkan buket ayam itu pada mereka berdua, yang mengambilnya dengan lemas. Bahkan mereka memakan ayam-ayam itu dengan gerakan lesu, yaa~ itu kan bukan pacar mereka. Lagipula dua anak ini kan sudah punya namjachingu masing-masing, kenapa masih syok melihat namja lain.

 

“ Tunggu . . . Kalau Onew oppa dengan yeoja ini, lalu kau bagaimana?? “ tanya Eunhwa yang menudingkan telunjuknya padaku. Eh,, aku? Memangnya aku kenapa? Memangnya apa hubunganku kalau si Onew itu mau berhubungan dengan yeoja manapun? Memangnya dia siapa? Suamiku? Pacarku?

 

Dengan segera Eunhwa menyodorkan majalah itu padaku, menyadari ekspresiku yang keheranan. Aku menatap gambar-gambar di majalah itu dengan ekspresi yang semakin heran. Apa pula ini??

 

Kupandangi dan kuamati baik-baik wajah-wajah di gambar itu satu demi satu, namun tak ada yang kukenali. Aku menggeleng menatap Eunhwa. Dia mendengus kesal menyadari jawabanku. Dengan cepat dia membuka lembaran-lembaran majalah itu, sampai terlihat gambar lima orang namja  berpakaian serba hitam yang berdiri berjejer saling merangkul di bahu. Diarahkannya telunjuknya pada namja yang berada di sebelah kiri. Aku mengamati wajah dan penampilan namja itu baik-baik, apa aku mengenalnya??

 

“ Tidakkah dia mirip dengan seseorang yang pernah kau temui baru-baru ini?? “

Soyeon ikut-ikutan mencondongkan tubuhnya menatap gambar itu dan wajahku bergantian. Tanda tanya besar tergambar jelas di wajahnya.

 

“ Orang itu, orang yang waktu itu ikut bersama kita membeli kado untuk Yoochun oppa. Kau ingat ?? “

Aku diam, berusaha memutar memori di otakku kembali. Orang yang waktu itu ikut bersama kami membeli kado? Orang itu . . .

 

“ Jinki ? “ tanpa sadar aku menyebutkan namanya perlahan. Eunhwa mengangguk antusias mendengar ucapanku. Dibukanya lagi halaman yang berisi gambar-gambar tadi.

“ Lihat, ini dia. Orang yang waktu itu bersama kita. “

 

Kuamati lagi gambar-gambar yang ditunjukkan Eunhwa. Di gambar itu, namja yang bernama Jinki itu terlihat bersama seorang yeoja. Kubaca sekilas isi artikelnya.

“ Dia pacaran dengan yeoja ini?? “

 

Kali ini Soyeon ikut-ikutan mengangguk bersama Eunhwa.

“ Wahh, berarti Jinki beruntung, bisa masuk majalah karena pacaran dengan artis “

 

Eunhwa dan Soyeon melongo menatapku, kemudian dengan sigap langsung menarik lepas majalah di tanganku.

“ Percuma “ ujar Eunhwa sambil mengambil lagi sepotong ayam yang masih tersisa. Hey, kenapa dia jadi terlihat lebih kesal sekarang. Memangnya salahku apa, kalau si Jinki itu bisa masuk majalah karena pacaran dengan artis. Lama-lama sikap mereka jadi semakin tak dimengerti.

 

Kami bertiga duduk dalam diam, menikmati suasana sore itu ditemani sebuket besar ayam goreng. Sesekali terdengar gerutuan tak jelas dari mulut Soyeon, masih membicarakan tentang cerita-cerita di majalah itu tentu saja. Anak-anak ini. . .

 

“ Risung nonna?? “

Aku menoleh, begitu mendengar namaku dipanggil. Dihadapanku berdiri seorang namja lagi-lagi dengan jaket, syal dan penutup kepala yang hampir menutupi seluruh wajahnya. Kenapa akhir-akhir ini aku selalu bertemu dengan namja-namja yang seakan-akan berusaha menutupi wajah dan tubuhnya. Bahkan namja yang tadi bersama gadis kecil itu tadi juga berpenampilan serupa. Namja itu mendekatiku, menyingkirkan sedikit penutup kepala dan syalnya, memberi ruang bagi mataku untuk mengakses wajahnya. Sepertinya aku pernah melihat orang ini. Kulirik Soyeon dan Eunhwa yang langsung terpaku di tempat, begitu melihat wajah namja ini dengan jelas. Kenapa lagi ??

 

“ Apa kau masih ingat padaku ?? “

Kali ini namja itu tersenyum. Senyuman yang manis, cantik. Tunggu, sepertinya aku pernah melihatnya.

 

“ Kau yang selalu datang menghiburku itu kan?! “

Dia  mengangguk, masih tersenyum. Sementara itu Soyeon dan Eunhwa masih diam, sama sekali tak mengeluarkan suara. Ya, aku ingat. Namja ini yang selalu datang menghiburku. Saat aku sedang sedih atau murung, aku selalu datang ke taman ini menenangkan diri. Dan entah sudah beberapa bulan belakangan ini dia selalu muncul menemaniku. Menghiburku dengan beberapa potong ayam kesukaanku. Ya, aku mengingatnya, kalau tak salah namanya,

 

“ Taemin oppa “

Aku menoleh memandang Soyeon yang berujar lirih. Yaa~~ bagaimana dia tahu nama Taemin? Apa dia mengenalnya??

Namja cantik itu menoleh ke arah Soyeon dan kembali tersenyum. Kemudian dia berpaling lagi menatapku.

 

“ Apa kau punya waktu noona?? Ada yang ingin kusampaikan padamu “

Aku menatap dua orang disampingku yang masih diam tak bergerak. Kemudian mengangguk ke arah Taemin. Dengan segera dia memintaku mengikutinya. Kami berjalan dalam diam.

 

Aku melangkah di sebelah Taemin, sementara dua yeoja itu seperti mumi yang mengikuti kami dari belakang. Sesekali aku menoleh ke arah mereka, tapi mereka berdua malah berpegangan tangan sambil menatap Taemin dengan pandangan takjub. Apa mereka baru pertama kali melihat namja cantik seperti Taemin? Atau ??

 

Kami melangkah menuju sebuah mobil van putih berwarna silver yang terparkir di samping jalan. Dengan sigap Taemin segera membuka pintu menyuruhku masuk, namun meminta kedua mumi yeoja itu menunggu diluar. Anehnya, kedua yeoja itu malah mengangguk patuh mendengar permintaan Taemin. Yaa~~ apa namja ini belajar ilmu sihir??

 

Aku masuk ke dalam van besar itu, mengamati semua fasilitas yang tersedia di dalamnya. Televisi, pemutar musik, kulkas kecil, dan beberapa koper pakaian yang terletak di belakang. Wahh,, rupanya Taemin ini anak orang kaya. Mobilnya saja bisa sebagus ini.

 

Beberapa saat kemudian, Taemin ikut masuk ke mobil dan duduk di sampingku, diikuti dengan dua orang lagi yang ikut masuk lewat pintu dari jok depan. Aku menatap heran dua orang namja di hadapanku yang memandangku dengan seksama itu. Apa-apaan ini?? Jangan-jangan mereka berniat buruk padaku!?

 

Kulirik Taemin yang kembali tersenyum menatapku. Diliriknya kedua namja yang duduk di depan itu.

“ Hyung, ayo perkenalkan diri kalian pada Risung noona “

Ujar Taemin pada dua namja itu. Hyung ?? Apa mereka adalah kakak-kakak Taemin??

 

“ Kim Jonghyun imnida. Kau bisa memanggilku Jonghyun atau biar lebih akrab kau bisa memanggilku Jjong oppa. Bangapsumnida Risung-ai “ ujar namja yang duduk di bangku pengemudi itu sambil tersenyum. Hehh?? Oppa? Apa-apaan ini? aku kan baru mengenalnya, apa lagi itu, Risung-ai !? Kenapa dia jadi berkesan sok akrab begitu. Taemin terkekeh pelan di sebelahku, nampaknya dia juga menyadari keanehan namja itu.

 

“ Choi Minho imnida. Panggil saja aku Minho, noona. Umm,, aniyo, aku merasa aneh memanggilmu noona, kau terlihat seperti anak kecil. “

 

Mwo?? Bahkan namja yang terlihat kalem ini pun ikut-ikutan sok akrab denganku. Dan apa lagi itu, enak saja mengatakan aku seperti anak kecil. Aku paling benci disebut anak kecil, aku tak sukaa. Aku tersenyum kaku pada dua namja aneh itu, lagi-lagi melirik Taemin yang kini tersenyum (lagi) di sampingku.

 

“ Umm, Shin Ri Sung imnida. “ ujarku masih kaku.

Ketiga namja itu saling berpandangan, sementara aku duduk diam memperhatikan mereka, sebenarnya ada apa sih.

 

“ Begini noona, kami akan menjelaskan sesuatu padamu “ ujar Taemin tiba-tiba seolah bisa membaca pikiranku.

 

“ Umm, seharusnya Onew hyung yang harus menjelaskan ini padamu, tapi sekarang dia benar-benar sibuk. Sementara kalau harus menunggu lagi, jangan-jangan gosip yang tersebar malah semakin besar. Kami hanya .. “

 

“ Changkkaman,, “

Ujarku tiba-tiba memotong ucapan Taemin begitu saja. Kupandangi wajah tiga namja yang kini memandang bingung ke arahku.

 

“ Onew?? Siapa dia? Aku tak kenal orang yang bernama Onew,, “

 

Ada jeda sesaat sebelum Taemin menepuk kepalanya sendiri seperti teringat sesuatu.

“ Ah, Mianhae noona, maksudku Jinki, Lee Jinki “

 

Aku melongo mendengar ucapannya. Jinki?? Orang yang waktu itu bertemu denganku di taman? Orang yang tadi baru saja aku bicarakan bersam Eunhwa dan Soyeon? Kenapa hari ini semua orang jadi membicarakannya?!

“ Jadi apa yang benar, Jinki atau Onew ?? “

 

Taemin menatap Jonghyun yang segera berbalik mengambil sesuatu dari laci dashboard mobil. Dibentangkannya gulungan kertas yang ternyata merupakan poster itu bersama Minho. Di dalamnya terdapat potret utuh lima orang namja yang kali ini memakai kostum serba putih. Tangan Jonghyun bergerak-gerak diantara wajah kelima namja itu. aku pun ikut memperhatikan wajah mereka baik-baik. Tampan-tampan juga mereka. Ehh, chankkaman. . .

Dia, dia, dia,, kupandangi gambar di poster itu serta wajah ketiga namja di hadapanku ini bergantian, mirip, sangat mirip, jangan bilang kalau mereka.

“ Risung-ai, itu poster kami. Kami berlima adalah SHINee. “ ujar Jonghyun sambil mengangguk menatapku. Aku melongo, jadi Taemin, Jinki, aku tahu, jadi itu sebabnya selama ini mereka selalu berpakaian yang serba menutup diri, seperti takut diketahui orang lain.

Jadi, itu juga sebabnya dulu Eunhwa seperti syok saat melihat Jinki dan tadi juga mereka berdua syok melihat Taemin. Aigooo,, jadi mereka benar-benar artis rupanya. Hhahaha,,

 

“ Ternyata benar kata Onew hyung, dia tak mengenal kita “ kali ini ucapan itu datang dari namja yang sedari tadi tak banyak omong itu. Tunggu, kalau tak salah ingat namanya, umm,, aku melirik poster di hadapanku itu lagi, Minho. Onew, Taemin, Minho, Jonghyun, Key. Hey namja ini, sepertinya aku juga pernah melihatnya, tapi dimana yaa?!

 

“ Jadi kalian kesini hanya untuk memberitahuku kebenaran kalau kalian adalah SHINee?? Artis yang sedang terkenal ? “ tanyaku tiba-tiba. Memangnya penting ya, kalau aku tahu mereka itu artis-aretis tenar !?

 

Mereka bertiga kembali berpandangan, saling menatap.

“ Sebenarnya, kami kesini, ingin menjelaskan sesuatu padamu “ ujar Minho sambil menyalakan ipad di tangannya. Tampak foto seorang namja bersama seorang yeoja. Aku kembali memandangi orang-orang di foto itu.

 

“ Jinki ?? “ tanyaku lagi heran. Ohh,, apa dia sedang jadi trending topik hari ini!? Kenapa semua pembicaraan tak lepas dari dirinya ??

 

“ Noona, mereka berdua tak ada hubungan apa-apa. Ini hanya foto yang diambil di backstage saat mereka jadi MC di Music Core minggu lalu. Semua ini hanya kerjaan wartawan iseng yang sama sekali tak punya bahan berita lain, sehingga membesar-besarkan masalah ini. Percayalah “ Taemin menatapku sambil memelas, memintaku untuk mempercayai ucapannya.

 

“ Yaa~~ kalian menjelaskan padaku seperti aku ini pacar atau istrinya Jinki saja “ ujarku sambil tertawa heran. Anak-anak ini benar-benar aneh. Memangnya kenapa kalau berita itu hanya gosip ataupun memang benar.

 

“ Risung, itu benar, Onew hyung sama sekali tak ada hubungan apa-apa dengan yeoja ini. Mereka.. “

 

“ Jonghyun-ssi,, kalian sama sekali tak perlu susah payah menjelaskan apa-apa padaku. Aku sama sekali tak ada hubungan apa-apa dengan Jinki atau Onew. Kami baru dua kali bertemu dan itupun kebetulan semata, jadi bukan urusanku kalau dia mau pacaran atau tidak dengan yeoja ini. Lagipula, bukannya bagus kalau artis juga punya hubungan dengan artis ?? “

**********

 

** Onew’s POV **

 

Aku menatap jam di pergelangan tanganku. Aduhh, kenapa aku tadi terlalu cepat datang sih. Mereka bahkan sampai menertawaiku karena sudah siap-siap 3 jam sebelum waktu janjian. Tapi, aku benar-benar tak sabar ingin segera bertemu dengannya. Syukurlah dia bersedia menemuiku hari ini, kalau tidak aku tak tahu lagi kapan aku punya waktu kosong seharian seperti ini.

 

“ Annyeong hasseyo “

Aku berbalik mendapati yeoja yang sedari tadi kupikirkan berdiri di hadapanku. Aku tersenyum kaku, membalas senyumannya.

 

“ A,, annyeong hasseyo “

 

“ Mianhamnida Jinki-ssi, apa kau sudah menunggu lama ?? “ kedua alisnya berkerut cemas menunggu jawabanku, aissshh lucu sekali.

 

“ Ahh, aniyo, aku juga baru saja datang. Kajja “ ajakku padanya. Hari ini aku memintanya menemaniku ke toko buku. Aku tahu dia sangat suka sekali buku, makanya aku mengajakknya ke tempat yang disukainya. Kami berjalan dalam diam, tak ada yang bicara. Aku juga tak tahu harus mengatakan apa padanya, tapi kalau seperti ini kan tak asyik.

 

“ Jinki-ssi “

“ Risung-ai “

Hhhahha,, apakah itu pertanda baik?! Bahkan kami pun saling memanggil pada saat yang bersamaan. Aku berhenti, membalikkan tubuhku menatapnya, bertanya. Namun dia hanya menggeleng kemudian tersenyum, menyuruhku duluan.

 

“ Umm, maukah kau berhenti bicara dengan bahasa yang formal padaku ?! “

Lagi-lagi dia mengerutkan kedua alisnya heran.

 

“ Tidakkah sekarang kita berdua adalah teman. Diantara teman, bukankah aneh kalau masih memakai bahasa yang formal ?! “

Dia terkekeh mendengar ucapanku, kemudian mengangguk paham. Aku berbalik kembali berjalan, tapi kemudian berhenti dan menatapnya lagi.

 

“ Oh yaa, karena aku lebih tua darimu, maka kau harus memanggilku oppa. Onew oppa atau Jinki oppa juga tak masalah. Arrasseo ?? “

 

Dia mengerucutkan bibirnya, hendak membantah ucapanku, namu aku segera berbalik kembali berjalan. Kudengar dia mendengus kesal sebelum akhirnya kembali berjalan menyusulku. Ini tak terlalu berlebihan bukan?! Mendengar penjelasan Minho, Taemin dan Jonghyun sepertinya Risung sama sekali belum peduli dengan kehidupan pribadiku. Buktinya dia tak peduli dengan gosipku dengan yeoja lain. Kata Jonghyun, kalau seperti itu aku tak boleh tinggal diam. Aku harus berteman dengannya. Membangun hubungan yang akrab dengannya. Kalau tidak, semuanya takkan berjalan sesuai rencanaku. Usahaku untuk mendekatinya akan percuma. Untuk itu, aku harus berusaha keras, dengan sungguh-sungguh. Onew, hwaiting !!!

 

Aku menoleh ke samping, mengamati dirinya yang berjalan dalam diam, kapan aku bisa membuatmu menyukaiku Risung-ai ?? Apa butuh waktu yang lama ??

 

Tiba-tiba langkahnya terhenti, pandangannya terpaku menatap ke depan. Aku pun mengikuti arah pandangannya, di depan kami berdiri seorang namja. Namja itu menatap Risung tajam, sementara dia hanya bisa diam, menundukkan kepalanya. Hey hey, ada apa ini?? Siapa namja ini??

 

“ Jadi kau terlalu sibuk jalan dengan orang ini sampai tak menjawab telpon ataupun pesanku ?? “ ucapan dengan nada dingin keluar dari mulut namja di hadapanku itu. Hey, siapa dia? Apa dia sekarang sedang memarahi Risung ??

 

“ Bukankah kau yang terlalu sibuk berciuman dengan yeoja lain sampai tak menyadari kehadiranku?? “ aku menatap Risung yang membalas ucapan namja itu. Ciuman? Tunggu,, namja ini yang waktu itu sedang berciuman di jalan waktu itu. Ya benar, aku dan Risung memergokinya. Apa, apa dia kekasih Risung??

 

“ Apa maksudmu?? “  setelah cukup kaget, namja itu kembali bertanya, berusaha mengelak rupanya.

 

“ Sudahlah oppa, hubungan kita sudah berakhir “ ujar Risung segera beranjak dari tempat itu. Tapi namja itu malah menahan tangannya, tak membiarkannya pergi.

 

“ Risung, itu hanya salah paham.  “

 

Tapi Risung tak mau mendengar, dia berusaha melepaskan cengkeraman tangan itu. Namun rupanya namja itu tak mau. Aku segera mendekati mereka, menahan tangan namja itu.

“ Biarkan dia pergi “

 

Namja itu menatap sinis ke arahku, aku balas menatapnya kemudian mengedarkan pandanganku ke  sekitar. Orang-orang tampaknya mulai memperhatikan adegan itu. Dengan enggan namja itupun melepaskan tangan Risung, membiarkannya yang segera berlari menjauh dari tempat itu. Tanpa ragu, aku segera menyusulnya, meninggalkan namja tadi yang masih kelihatan tak terima.

 

Aku terus berlari menyusulnya, mengapa larinya semakin cepat. Kulihat dia berbelok ke kanan, ke arah taman. Pasti dia akan datang ke tempat itu lagi. Aku semakin mempercepat langkahku menyusulnya. Begitu sampai, kulihat dia duduk disana sambil merunduk. Ada butiran-butiran air yang jatuh dari matanya.

 

Dengan perlahan, aku berjalan mendekatinya, mengambil tempat tepat di sampingnya. Aku duduk disana dalam diam, sementara dia masih terus-terusan terisak. Eottokhae??

 

Dengan ragu, aku menggeser dudukku sehingga bisa lebih dekat dengannya. Pelan-pelan, menggerakkan tanganku, kemudian merengkuhnya. Menyandarkan kepalanya di bahuku, memeluknya, membantu menenangkannya. Aku tahu ini tindakan yang sangat berani, tapi aku tak tahu harus berbuat apa selain memeluknya. Dia diam saja menanggapi pelukanku, apa dia masih terlalu sedih dan tertekan dengan kejadian tadi sehingga tak melepaskan pelukanku?? Atau dia memang membutuhkan pelukan ini sekedar mencari tempat untuk bersandar??

 

“ Uljima, Risung-ah. Uljimayo “

 

Kuusap pelan rambutnya, semakin mempererat pelukanku. Kumohon jangan menangis, aku benar-benar ingin ikut menangis melihat kau bersedih seperti ini. Terlebih lagi kau menangis gara-gara laki-laki lain, aku jadi semakin sedih.

 

Tampaknya perjuanganku untuk mendapatkan hatimu masih begitu panjang. Karena, sebelum membuatmu menyukaiku, aku harus terlebih dulu membuatmu melupakan namja itu. Namja yang sepertinya begitu kau cintai. Karena kalau tidak, tak mungkin kau bisa menangis sesedih ini.

Tapi, tenanglah. Aku pasti bisa melakukannya. Aku yakin aku pasti bisa. Walaupun aku tak tahu berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk melakukannya. Tapi tak apa. Selama itu untukmu aku tak peduli, sungguh. Kau adalah segalanya bagiku. Melebihi segalanya bagiku.

 

Sweater yang kugunakan terasa basah oleh air matanya, tapi lagi-lagi aku tak peduli. Aku semakin mempererat dekapanku, meletakkan daguku di atas puncak kepalanya.

Uljima jebal, uljima…

2 thoughts on “More Than Chicken (Chap 03) [Fanfiction]

  1. Pingback: More Than Chicken (Chap 04) [Fanfiction] | The Queen's ♔

  2. Pingback: More Than Chicken (Chapt 05) [Fanfiction] | The Queen's ♔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s