More Than Chicken (Chap 04) [Fanfiction]

Tittle              :   More Than Chicken ( Chapter 4)

Main Cast     :    Onew SHINee

                            Shin Ri Sung  a.k.a  Author

Other Cast    :   A-sin mem ber

                            SHINee Member

                            That Namja  *still doesn’t know, who’s suitable for the cast*

Genre            :    Romantisssselaluuuuu

Length           :   Yang jelas series, authornya juga belum tau ceritanya mau sepanjang apa nantinya *Author yang tak jelas*

Backsound    :  Dengerin lagu-lagu ballad aja lebih bagus, mau romantis atau sedih, yang penting genrenya ballad

Author           :   CySuchy

mtc 4 poster

 

Read the rest of chapter here :  0102,  03

 

** Author’s POV **

 

Yeoja itu duduk diam di bangku taman itu, menikmati pemandangan yang bisa ditampilkan sekitarnya. Duduk diam tanpa bicara, hanya mengamati kumpulan awan-awan  putih yang berarakan berkumpul indah di langit sore yang cerah. Sesekali matanya mampir mengamati aktivitas orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya. Ada yang berlarian, tertawa, tersenyum senang. Dia kembali menunduk, bertanya pada hati kecilnya sendiri, apa hanya dia sore ini yang merasa sedih, tak bahagia.

 

Ingatannya kembali pada kejadian beberapa hari lalu, malam itu, saat dia menyaksikan sendiri kejadian menyebalkan itu. Diantara sekian banyak orang di kota kecil ini, kenapa harus dia yang menjadi saksi peristiwa itu. Kenapa ??!

 

“ Risung “

 

Yeoja itu menoleh menyadari ada yang memanggil namanya. Dengan spontan dia segera berdiri, beranjak pergi, begitu melihat sosok namja yang memanggil namanya. Tapi, namja itu lebih sigap, segera menangkap tangannya sebelum yeoja itu kembali mengacuhkannya seperti belakangan ini. Risung berusaha menarik tangannya, melepaskan genggaman tangan namja itu, tapi sia-sia. Namja itu terlalu erat menahannya.

 

“ Kita harus bicara “

 

Risung menatap namja dihadapannya tajam. Tak dapat dipungkiri, sebenarnya dia begitu merindukan namja ini. Ingin rasanya mendekat dan memeluknya, tapi bayangan kejadian malam itu malah menari-nari di benaknya. Mengeyahkan semua perasaan rindu itu, menggantinya dengan perasaan marah dan benci yang teramat sangat.

 

“ Tak ada yang perlu dibicarakan lagi “

 

Risung menarik tangannya lagi, berusaha melepaskan genggaman itu, tapi lagi-lagi tak berhasil. Namja itu menatap Risung sendu, tak ada emosi disana, tak ada kemarahan disana. Yang ada hanya tatapan sendu, memelas, meminta waktu sejenak agar dia bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Risung terdiam sejenak, mulai terpengaruh dengan tatapan itu, apalagi hatinya sedari tadi sudah berontak meminta berdamai.

 

“ Oppa . . .“

 

“ Lepaskan dia “

 

Keduanya menoleh, menyadari ada kehadiran orang lain bersama mereka.

Namja itu ‘ ucap Risung dalam hati, begitu menyadari sosok berjaket tebal dan bertopi di dekatnya.

 

“ Apa kau tak dengar kalau dia tak mau bicara denganmu “

Ujar namja yang tiba-tiba datang itu sambil menatap tajam namja yang masih mencengkeram pergelangan tangan Risung itu.

 

“ Apa kau mau aku melaporkanmu pada pihak keamanan?! Aku pikir yeoja ini tak keberatan kalau aku melakukannya “

Ujar namja itu sambil menoleh menatap Risung, sementara itu Risung hanya bisa diam, bergantian menatap kedua namja tampan di hadapannya, kemudian menunduk. Dengan enggan namja itu melepaskan genggaman tangannya dari Risung, menatap sinis namja ‘pengganggu’ itu, kemudian berbalik pergi. Meninggalkan Risung yang kini tetap diam menatap kepergiannya.

 

Namja yang tadi menolongnya, menatap Risung sekilas kemudian ikut-ikutan berbalik pergi ke arah yang berlawanan. Ada jeda sesaat sebelum Risung menoleh dan mendapati namja itu telah berjalan agak jauh meninggalkannya sendirian.

 

“ Changkkaman . . .”

Teriakan Risung membuat langkah namja itu terhenti. Dia menolehkan kepalanya menatap Risung, mengangkat kedua alisnya bertanya. Risung jadi salah tingkah menghadapi tatapan namja itu, dengan gugup dia tersenyum dan membungkuk.

 

“ Gamsahamnida “

Namja itu mengangguk sekilas menjawab ucapan Risung, kemudian berbalik lagi, kembali berjalan sambil merapatkan topi hingga menutupi wajahnya.

 

Lagi-lagi Risung terdiam menatap punggung namja itu, ‘ sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?! ‘.

 

Risung berjalan pulang ke rumahnya, masih menyimpan pertanyaan itu dalam hati. Sepertinya akhir-akhir ini dia jadi sering bertemu dengan orang-orang baru yang entah kenapa selalu menolongnya.

**********

 

 

** Minra’s POV **

 

“ Aku pulang . . . “

 

Aku menoleh mendapati Risung yang baru saja masuk, tangan kanannya mengelus-elus pergelangan tangan kirinya, sementara wajahnya ditekuk. Pasti terjadi sesuatu lagi. Melihatku yang duduk manis di depan TV, dia segera melangkah dan mengambil tempat di sofa di sebelahku. Aku memandangnya dengan pandangan bertanya, tapi dia malah terlihat cuek sambil mencomoti keripik kentang di tanganku.

 

“ Yaa~~ “

 

Dia menoleh mendengar teriakan kecilku. Tangannya yang bergerak hendak mencomoti keripik kentang itu pun terhenti di udara. Begitu mendapati kedua alisku yang berkerut menatapnya, dia segera menghentikan aksinya itu, membersihkan tangannya dari remah-remah keripik kentang dan dengan santai mengambil remote tv di sampingku, mulai mengganti channel tv.

 

“ Apa terjadi sesuatu ?! “

 

“ Aniyo “

 

Dia menjawab pertanyaanku singkat, tanpa memalingkan kepalanya sekalipun, masih terpaku menatap tampilan di TV. Anak ini, dari ekspresinya saja sudah terbaca jelas bahwa telah terjadi sesuatu, masih berusaha mengelak. Dasar . . .

 

“ Tadi pagi namjachingu-mu datang kemari mencarimu. Katanya beberapa hari belakangan ini kau menghindarinya, tak mengangkat telponnya serta tak membalas pesan-pesannya. Dia bilang kalau . . “

 

“ EONNIE  . . . “

 

Aku menoleh kaget mendengar teriakannya.

 

“ Waeyo?? Apa kalian bertengkar? Memangnya ada apa? Setahuku kau sangat menyayangi namja itu, kalau sampai kau begitu tak mengindahkannya seperti ini, pasti terjadi sesuatu. Memangnya ada apa? Apa dia selingkuh atau . . .”

 

“ EONNIEEEEEEEEEEEE . . . “

 

Huwooo..,, aku meringis menutup kedua telingaku. Anak ini, teriakannya besar sekali, tak bisa apa dia mengatakannya pelan-pelan.

 

“ Yaa~~, wae ironi?? Apa kau… “

 

“ Risung-ai . . . “

 

Aku menoleh ke arah datangnya suara yang menginterupsi ucapanku barusan. Tampak Eunhwa yang baru masuk sambil membawa sebuah bingkisan kecil.

 

“ Eunhwa-ya, bagaimana kau bisa masuk? “

 

Eunhwa tampak kaget dan terdiam sesaat mendengar pertanyaanku.

 

“ Pintu depan tak dikunci “

 

Tak dikunci?? Aisshh . . .  aku menatap Risung semakin kesal. Anak ini, bahkan pintu depan sampai lupa dikunci kembali. Aku semakin penasaran memangnya apa yang terjadi dengan anak ini dan namja itu, tak pernah sebelumnya dia seperti ini. Bukankah selama ini mereka berdua begitu saling menyayangi?!

 

“ Ohh, Risung-ai, ada kiriman untukmu “

Ujar Eunhwa tiba-tiba membuyarkan hal-hal yang kupikirkan. Kuperhatikan bingkisan kecil yang kini disodorkannya pada Risung, yang menerima bingkisan itu tanpa ekspresi apapun.

 

“ Dari siapa ? “

 

“ Mollayo,, tadi begitu aku sampai di depan pintu rumah, pak pos datang mengantarkan itu. Jadi aku segera saja membawanya masuk “

 

Kami bertiga segera mengerumuni bingkisan kecil itu, penasaran. Risung pun mulai membuka bingkisan itu, menyingkirkan perekat-perekat yang menyatukan kotak kecil itu satu persatu. Sejenak, kami bertiga terpaku menatap isi bingkisan itu. Saling berpandangan dalam diam, heran menyadari isinya.

 

Tiket konser ???

 

**********

 

 

** Risung’s POV **

 

Aku membaca kembali pesan yang kuterima dari Taemin beberapa puluh menit yang lalu,

 

Risung noona, ini aku Taemin. Aku memakai hp milik Key hyung untuk mengirim pesan ini padamu, punyaku masih ada di tangan manager kami. Bisakah kau keluar sekarang?? Tunggu kami di lobby, nanti ada orang yang akan menjemput kalian disana. Kami akan merayakan ulang tahun Jonghyun hyung, bersama dengan kalian tentu saja. ^^ “

 

Aku melirik jam di tangan pergelangan tanganku,  sudah hampir 20 menit berlalu, tapi orang yang dikatakan Taemin akan menjemput kami itu tak kunjung muncul. Aku menoleh menatap dua yeoja disampingku yang kini asyik merapikan dandanan mereka. Yayayaya, tentu saja mereka senang karena akan bertemu langsung dengan SHINee, artis yang namanya sedang bergema di mana-mana. Tapi aku?! Aku hanya ingin pulang dan membaca komik Detective Conan terbaru yang sama sekali belum kusentuh. Aku juga tak tahu, hal bodoh  apa yang bisa menyebabkanku datang ke konser ini. Kenapa aku tak menyerahkan tiket konserku pada Minra eonnie saja, mungkin dia akan lebih tertarik menonton konser tadi dibanding aku. Dan kenapa pula aku mau ikut pergi berkumpul bersama dengan Taemin dan yang lainnya ?!

 

“ Silyehamnida “

 

Kami bertiga spontan menoleh begitu menyadari ada orang yang menegur kami. Seorang ahjussi dengan jaket kulit menatap kami bertiga bergantian.

 

“ Shin Ri Sung?? “

 

Aku membungkuk sopan mendengar dia menyebut namaku. Apa dia orang yang Taemin maksudkan?!

 

“ Mianhamnida, menunggu lama. Tadi ada sedikit masalah di belakang. Mari ikut aku, yang lainnya telah menunggu kalian. “

Kami bertiga pun berjalan berdampingan dalam diam mengikuti ahjussi itu.Ternyata dia membawa kami ke tempat parkir, dimana sebuah mobil van telah menunggu. Ahjussi tadi segera membuka pintu penumpang untuk kami, tapi kami masih tetap diam di tempat, tak bergerak masuk. Ahjussi tadi tersenyum paham dan menyerahkan handphone di tangannya padaku.

 

“ Ada yang ingin bicara denganmu “

 

Aku menerima handphone itu, meletakkannya di telingaku dengan ragu-ragu.

“ Yeo.. yeoboseo “

 

“ Risung-ai “

Teriak suara diseberang, senang, begitu mendengar suaraku.

 

“ Ah, ne “

 

“ Ini aku Onew “

 

Aku diam. Onew?? Nugu ??

 

“ Aissh,, Jinki, Lee Jinki. Apa kau… sudah lupa?! “

Ada nada kecewa yang terdengar di sana.

 

“Ahh, Jinki-ssi, waeyo?! “

Entah kenapa, aku jadi tiba-tiba bicara sopan padanya, padahal beberapa hari yang lalu kami jadi akrab.

 

“ Apa kalian sudah bertemu dengan ahjussi yang berjaket kulit? “

 

Aku mengangguk menjawab pertanyaannya, tapi dia masih tetap diam tak bersuara.

 

“ Ah, ne, ne, kami sudah bertemu dengannya “

Aku segera menjawab begitu menyadari bahwa dia tak bisa melihatku.

 

“ Ikutlah dengannya. Dia akan mengantarkan kalian ke tempat kami. Kita berangkat terpisah, takutnya ada yang melihat dan bisa jadi berita. Gwaenchana?? “

 

“ Ne, gwaenchana “

 

“ Ya sudah, sampai bertemu nanti. Bye “

 

Aku menutup flip top handphone itu dan mengembalikannya pada ahjussi yang kini kembali tersenyum menatap kami. Dia kembali membukakan pintu mobil itu untuk kami bertiga. Aku pun segera menarik Soyeon dan Eunhwa masuk mengikutiku ke dalam mobil. Kulihat Soyeon gelisah ingin bertanya sesuatu padaku, tapi aku diam, memasang ekspresi tak ingin diganggu, jadi dia pun hanya bisa bicara sambil berbisik dengan Eunhwa.

 

Aku menatap jalanan di malam hari dari balik jendela mobil, berusaha memikirkan lima orang artis terkenal yang sebentar lagi akan kami temui itu. Tapi, entah kenapa yang muncul dalam pikiranku hanya bayangan namja itu. Namja yang paling kusayangi selama setahun belakangan ini, juga namja yang paling kubenci saat ini. Hufftt . . .

**********

 

 

** Author’s POV **

 

Tiga orang yeoja itu berjalan mengikuti seorang ahjussi berjaket kulit itu sambil melihat-lihat sekitar mereka. Mereka baru saja tiba di sebuah kompleks apartemen yang cukup besar.

 

Masih bersama ahjussi itu, ketiganya menaiki lift sampai ke lantai 6. Ahjussi itu pun mengantarkan mereka sampai di depan sebuah pintu apartemen dan membukanya. Dengan ragu ketiganya saling berpandangan, kemudian menatap ahjussi yang selalu tersenyum itu. Ahjussi itu mengangguk, mempersilahkan mereka masuk lagi. Akhirnya, dengan gugup, ketiga yeoja itu berjalan memasuki apartemen itu. Ruangan itu telah dihias dengan banyak balon yang berwarna-warni. Di tengah ruangan tampak orang-orang yang berkumpul sambil tertawa bahagia.

 

Begitu melihat ketiga yeoja itu masuk, orang-orang itu spontan menoleh. Seorang namja cantik segera berdiri dan menghampiri ketiganya.

 

“ Risung noona “

 

Sapa Taemin sambil tersenyum, mengajak tiga yeoja itu agar mendekati kerumunan itu.Ketiganya kembali saling berpandangan ragu, sama sekali tak terbiasa dengan atmosfer ini. Tapi, mereka pun tetap melangkah pelan mendekati Taemin dan yang lainnya.

 

“ Ayo duduk disini “

Ajak Taemin sambil menggeser posisinya sehingga Risung dan yang lainnya bisa ikut serta dusuk bersama mereka.

 

“ Hyung, perkenalkan. Ini Risung noona, yang itu Soyeon dan Eunhwa noona“

Jelas Taemin sambil tersenyum. Sementara Soyeon dan Eunhwa terlihat begitu senang karena ternyata dikenali oleh seorang Lee Taemin.

 

“ Noona, orang yang ada di sebelah Minho hyung itu manager kami. Yang disebelahnya itu asisten manager, sementara yang disebelahnya itu yang selalu setia mengantar kami kemana saja, Minjae hyung. “

Jelas Taemin lagi, sementara ketiga yeoja itu hanya bisa  mengangguk gugup. Ada kekakuan sesaat yang membuat ketiga yeoja itu hanya bisa diam, belum bisa menyesuaikan diri.

 

“ Ah, Jonghyun-ssi, saengil chukkahamnida “

Ujar Risung tiba-tiba begitu melihat Jonghyun yang baru muncul. Jonghyun menoleh kaget karena baru menyadari kehadiran ketiga yeoja itu. Dia tersenyum sambil mengambil tempat di sebelah .

 

“ Gomapta. Mana hadiahku ?! “

 

Risung tertegun sejenak. Dia sama sekali tak membawa hadiah apa-apa, mana dia tahu kalau hari ini adalah ulang tahun lead vocal SHINee. Ruangan itu tiba-tiba dipenuhi suara tawa, begitu melihat ekspresi Risung yang kaget.

 

“ Gwaenchana, aku hanya bercanda “

Ujarnya sambil tertawa, tapi tiba-tiba tawanya berhenti karena Soyeon secara tiba-tiba telah berdiri di hadapannya sambil menyerahkan sebuah bingkisan dalam tas kado berwarna putih. Risung dan Eunhwa hanya bisa saling memandang kaget menyadari reaksi Soyeon.

 

“ Untukku ?! “

Tanya Jonghyun yang dibalas Soyeon dengan anggukan. Dia segera kembali ke tempat duduknya diantara Risung dan Eunhwa sambil menunduk menahan malu.

 

Jadi bingkisan yang sedari tadi dibawanya itu untuk Jonghyun?! ‘ tanya Risung dalam hati.

 

“ Gamsahamnida “

Ujar Jonghyun sambil tersenyum manis ke arah Soyeon, yang sukses membuat wajahnya semakin merah. Ruangan itu pun kembali dipenuhi suara tawa.

 

“ Ah, Risung, kalian sudah datang rupanya “

 

Semuanya menoleh begitu menyadari ternyata sang Leader SHINee baru saja masuk sambil membawa kantong-kantong besar berisi minuman kaleng. Risung tersenyum kaku membalas sapaan Onew tadi, kemudian menoleh lagi menatap kedua yeoja lain yang kembali diam. Bahkan sekarang bukan hanya wajah Soyeon yang merah, wajah Eunhwa juga ikut-ikutan memerah senang. Aigoo~~

 

“ Yaa~~ hyung, kenapa kau meninggalkanku dengan bawaan sebanyak ini. Aisshh, jinjayo “

 

Seorang namja lain masuk sambil membawa tiga kantong plastik besar yang berisi makanan ringan dan kue. Dia meletakkan kantong-kantong itu di atas meja begitu saja, mengambil minuman dingin dalam kantong tadi dan segera mengambil tempat di bangku terpisah. Dia menatap heran ‘tamu-tamu’ yang baru datang itu, tiba-tiba pandangannya terpaku pada yeoja yang memakai jaket pink di depannya. Yeoja itu ternyata juga balas menatapnya kaget.

 

“ Kau . . . “

 

“ Kau . . . “

 

Ujar mereka berdua bersamaan. Sementara orang-orang di ruangan itu menatap mereka dengan pandangan heran.

 

“ Aku . . . “

 

“ Aku . . . “

 

Lagi-lagi mereka berdua mengucapkannya bersamaan. Begitu menyadari hal yang mereka lakukan, keduanya pun jadi tertawa, lagi-lagi bersama-sama. Sementara yang lainnya masih memandang mereka dengan tatapan apa-kalian-sudah-saling-mengenal-sebelumnya, karena setahu mereka dua orang ini belum pernah bertemu.

 

“ Thanks karena waktu itu sudah membantu membuat Jiyoung berhenti menangis “

Ujar Key sambil tersenyum ramah, sementara Risung hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.

 

“ Tapi ayam yang waktu itu kau berikan, pedas. Dia sampai keringatan memakannya “

 

“ Ahh, jinja?! Mianhamnida, aku lupa kalau waktu itu aku membeli yang spicy “

 

Keduanya tertawa bersama lagi, masih diiringi pandangan heran oleh orang lain di ruangan itu. Taemin, Minho dan Jonghyun menatap Onew yang kini diam menunduk, mendengarkan seksama perbincangan dua orang itu yang terdengar akrab.

 

‘ Bahkan Risung sudah mengenal Jiyoung, yeodongsaeng-nya Kibum. Aishh,, ada apa ini sebenarnya!? ‘  batin Onew kesal.

 

“ Apa namja itu masih mengganggumu lagi ?! “

Tanya Key lagi, nampaknya dua orang ini punya banyak bahan pembicaraan. Mereka juga terlihat serius, sampai-sampai tak menyadari orang-orang disekitarnya yang terdiam, ikut fokus mendengar perbincangan mereka berdua.

 

Risung tertegun sesaat mendengar pertanyaan itu, menatap Key dengan ekspresi heran.

 

“ Yang waktu itu di taman “

Jelas Key begitu menyadari ekspresi Risung yang kebingungan. Risung mengangguk tiba-tiba mengingat kejadian itu.

 

“ Ahh, aniyo. Gamsahamnida waktu itu sudah menolongku. Saking kagetnya aku sampai tak bisa memastikan itu adalah kau. “

 

“ Ne, Cheonman “

Sahut Key sambil kembali tersenyum. Melihat senyum itu membuat Risung jadi ikut tersenyum dan menunduk. Aigoo . . . ada apa  sebenarnya dengan dua orang ini.

**********

 

 

** Onew’s POV **

 

Aku kembali menghembuskan napas panjang untuk kesekian kalinya. Menatap bayangan yeoja berjaket pink yang terpantul dari kaca spion mobil itu. Kulihat dia hanya diam memandang ke arah jalanan yang mulai sepi. Apa yang sedang dipikirkannya?! Apa sama denganku?! Memikirkan suasana di apartemen Manager hyung tadi. Aisshh . . . benar-benar menyebalkan rasanya.

 

Aku bahkan sama sekali tak punya kesempatan untuk bicara dan dekat dengan Risung, karena namja bawel itu selalu saja bicara dengannya. Untung saja, Jonghyun dan yang lainnya berhasil menahannya sehingga dia tak ikut denganku mengantar mereka pulang. Kalau tidak, aku tak tahu apa aku bisa tidur malam ini mendengar keakraban mereka lagi. Yaa~ aku belum berhasil menyingkirkan sainganku yang satunya, apa sekarang sainganku untuk mendapatkannya harus bertambah!? Jinjayo? Tapi kenapa harus Kim Kibum? Kenapa bukan orang lain saja? Aku menggaruk kepalaku kesal.

Kami masih tetap diam sepanjang perjalanan mengantar mereka pulang, tak ada seorangpun yang bersuara. Tapi, ini sama sekali tak baik. Aniyo, aku harus menanyakan yang sebenarnya pada Risung. Aku tahu aku sama sekali tak punya hak untuk bertanya hal ini padanya, tapi aku benar-benar tak bisa tenang sebelum mendengar kejelasan langsung dari mulutnya. Aishh . . . kenapa aku jadi aneh seperti ini?!

 

Begitu sampai, aku ikut keluar bersama mereka. Ketiganya membungkuk sekilas padaku mengucapkan terima kasih.

 

“ Boleh aku bicara sebentar?! “

 

Refleks aku mengeluarkan suara begitu melihat dia berbalik. Aisshh. . .  kebiasaanku ini tak pernah hilang rupanya. Selalu saja bicara tiba-tiba saat dia hendak pergi. Risung menatapku dengan pandangan bertanya, sementara dua orang yang lain itu membungkuk sekali lagi padaku dan segera masuk ke dalam rumah.

 

“ Wae ?? “

 

Aku diam, mendadak gugup menyadari matanya yang memandangku.

“ Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu ?! “

 

Dia mengangkat kedua alisnya heran, tapi kemudian perlahan mengangguk.

 

“ Wae ?! “

Tanyanya lagi, penasaran. Ayo Onew, sekarang atau tidak sama sekali.

 

“ Umm,, apa hubunganmu dengan Kibum?! Ma..maksudku, apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya??  Apa kalian berteman?? Kapan kalian bertemu? Maksud,, maksudku . . .”

 

Ucapanku terhenti begitu menyadari dia tertawa. Yaa~~ Yaa~~ yaa~~ memangnya ada yang lucu dengan pertanyaanku!?

 

“ Kau hanya ingin bertanya hal itu, oppa?! “

 

Tanyanya sambil menekankan kata terakhir. Aku menatapnya sesaat kemudian mengangguk diam. Aisshh,, anak ini, bagaimana mungkin hanya mendengarnya memanggilku ‘oppa’ aku bisa begitu senang. Apa itu karena tandanya kami dekat!? Omo . . .

 

“ Aniyo, kami bertemu beberapa hari lalu secara tak sengaja. Aku membantunya menenangkan adiknya yang sedang menangis. “

Jawabnya selama beberapa saat. Aku segera tersenyum senang mendengar jawabannya itu. Huhh,, rupanya kau terlalu jauh memikirkan hal ini Onew.

 

“ Ada lagi yang ingin kau tanyakan?! “

 

Dia kembali mengerutkan kedua alisnya bertanya. Aku diam sejenak memandangnya.

 

“ Apa namja yang waktu itu masih mengganggumu?! “

 

Entah kenapa aku jadi menanyakan hal yang sama dengan yang ditanyakan Kibum tadi. Aku hanya penasaran saja, apalagi mengingat kejadian minggu lalu yang membuat Risung menangis.

 

“ Aniyo, tenang saja “

Ujarnya kembali tersenyum.

 

“ Apa aku perlu melakukan sesuatu agar dia tak lagi mengganggumu?! “

 

Dia kembali tertawa mendengar pertanyaanku.

“ Gwaenchana, aku akan mengatasinya. Gomapta😀 “

 

Aku tersenyum melihatnya yang juga tersenyum. Aku tahu, dibalik senyum itu ada sebuah luka yang berusaha ditutupi. Apa yang bisa kulakukan agar membuatmu sembuh dari luka itu!?

 

“ Risung-ah “

 

Aku menoleh begitu mendengar ada suara yang memanggilnya. Di sebelah sana, berdiri namja yang baru saja kami bicarakan. Namja yang membuat Risung menangis waktu itu.

 

Kutatap Risung yang menatap ke arah namja itu. Aku tahu, tak ada kemarahan ataupun rasa benci disana. Kalaupun ada, saat ini rasa benci dan marah itu telah ditutupi oleh rasa sayang yang begitu besar, terlihat jelas di matanya.

 

“ Biarkan aku menjelaskannya. Jebal “

 

Risung menoleh, beralih menatapku, tak ada ekspresi apapun di matanya. Aku diam, balas memandangnya, mencari sebuah permintaan disana. Apa saja, memintaku untuk mengusir namja ini pergi atau pun memintaku untuk meninggalkan mereka bicara. Aku tak tahu, aku tak bisa menemukannya.

 

Setelah diam beberapa saat, akhirnya aku mengambil keputusan. Aku membungkuk pamit padanya dan kembali masuk ke dalam mobil. Meminta Minjae hyung yang menyetir mobil itu segera membawaku jauh dari tempat ini. Aku tahu, walaupun aku sebenarnya tak ingin meninggalkan mereka berdua, tapi kurasa lebih baik untuk membiarkan mereka bicara. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu. Aku tak tahu apa yang nanti terjadi.

 

Tapi satu yang pasti, apapun yang terjadi, aku takkan menyerah. Aku belum ingin menyerah untuk mendapatkan Risung. Tidak, aku baru mulai untuk membuatnya dekat denganku. Aku takkan menyerah semudah itu tentu saja, tak akan. Karena dia begitu penting untukku. Karena dia more than anything bagiku. Selalu.

One thought on “More Than Chicken (Chap 04) [Fanfiction]

  1. Pingback: More Than Chicken (Chapt 05) [Fanfiction] | The Queen's ♔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s