More Than Chicken (Chapt 05) [Fanfiction]

Tittle              :  More Than Chicken (Chapter 05)

 

Main Cast      :  Onew (SHINee)

 

                            Shin Ri Sung  a.k.a  Author

 

                            Junho (2pm)  **finally choose him**

 

Other Cast   :    SHINee member

 

                            Choi So Yeon  a.k.a  Shin So Yeon

 

                            Park Min Ra   a.k.a  Shin Min Ra

 

                            Shin Eun Hwa  a.k.a  Shin Eun Hwa


Author          :    CySuchy

mtc 5 poster

 

Read the other part first :  01, 02, 03, 04

** Risung’s POV **

 

Hufffftt…

 

Aku kembali memukul-mukul kesal boneka kelinci pink dipelukanku itu.

Kesal kesal kesal.

Benar benar mengesalkan dan menyebalkan. Bagaimana mungkin namja itu melakukan hal ini  padaku. Kenapa hal itu malah membuatku kesal. Kesal pada diriku sendiri tepatnya. Kesal juga gusar. Arrgghh,, benar-benar menyiksa.

 

“ Eonnie, kalau kau dukung siapa?! “

 

Kepalaku spontan menoleh menyadari adanya suara yang akhirnya muncul dari 3 makhluk yang sedari tadi hanya melongo menatapku.

 

Aku segera menghentikan aktivitasku menyiksa boneka imut yang tak bersalah itu, dan ikut diam menunggu Eunhwa membuka suara. Gadis itu malah menatapku sambil mengerutkan kedua alisnya, berpikir dan menimbang-nimbang.

 

1, 2, 3, …..

 

“ Hmmm, aku dukung Junho oppa “ 26 detik sebelum akhirnya dia bersuara.

 

“ Wae ?! “ aisshh,, adik kecilku ini benar-benar.

 

“ Yaa~ mereka berdua telah berpacaran setahun lebih. Mana mungkin meninggalkannya begitu saja “

 

Betul betul, yeoja macam apa aku yang meninggalkan pacarnya karena orang baru.

 

“ Tapi Junho oppa pernah selingkuh. Itu tandanya dia tak menyayangi Risung eonnie “ sahut soyeon tak mau kalah.

 

“ Yaa~ anak kecil tahu apa tentang selingkuh. “ balas Eunhwa sok dewasa.

 

“ Tentu saja aku tahu. Lagipula, menurutku Onew oppa lebih baik. Dia juga artis terkenal, leader SHINee. Berapa banyak yeoja di dunia ini yang mau menjadi pacarnya. Kau harusnya memilihnya eonnie “ desak Soyeon sambil melotot ke arahku.

 

Aku mendengus, kembali merebahkan tubuhku di atas kasur dan tak lupa kembali mencubit-cubit kesal boneka kelinci pink itu lagi.

 

“ Junho oppa juga terkenal loh di kampus. Hampir semua mahasiswa dan dosen mengenalnya. Dia juga cukup baik dan ramah. Lagipula apa kau pikir punya pacar seorang artis itu tak repot?! Bisa-bisa stress karena diteror para fans-fans yang lebai. Itu benar-benar mengganggu privasi. “ ujar Eunhwa panjang kali lebar sama dengan luas.

 

“ Tapi aku yakin, Onew oppa pasti akan melindungi Risung eonnie dengan sepenuh jiwa. Member SHINee yang lain juga pasti ikut membantu. Jjong oppa juga “ yakin Soyeon penuh semangat.

 

“  Susah Soyeon-ah, pokoknya menurutku Risung harus tetap bersama Junho oppa !! “ tegas Eunhwa lagi.

 

“ Andwae… aku mau punya kakak ipar leader SHINee “ ngotot Soyeon.

 

“ Junho oppa “

 

“ Onew oppa “

 

“ Junho “

 

“ Onew “

 

“ YAAAAAAAA .. . . . . . . .~~~~~~ “

 

Teriakan Minra eonnie spontan menghentikan adu ‘teriak’ keduanya. Aku terkekeh pelan melihat keduanya yang kini meringis pelan karena menerima jitakan kecil di kepala mereka masing-masing.

 

“ Kenapa jadi kalian berdua yang ribut sih?! Yang harusnya bingung itu kan Risung, bukan kalian “ hardik Minra eonnie.

 

“ Tapi eonnie, siapa yang nanti akan bersama Risung, juga akan dekat dengan kita. Jadi kami berdua ikut menyumbang suara “ bela Eunhwa.

 

“ Betul betul betul “ akupun ikut mengangguk mengiyakan.

 

“ Eonnie, kalau begitu, kau mendukung siapa ?! “ ujar Soyeon kembali mengulang pertanyaan yang sama.

 

Minra eonnie jadi terdiam dan menoleh menatapku. Aku pun menatap balik padanya, menunggu jawaban. Siapa tahu kali ini dia akan mengeluarkan pernyataan bijak yang bisa mengurangi kegusaran hatiku. Dia berdiri mendekat ke arah tempat tidurku. Mau tak mau aku bangun, mengambil posisi duduk di hadapannya. Eunhwa dan Soyeon yang tadi ribut juga ikut-ikutan mendekat.

 

Minra eonnie menatapku tajam sambil meletakkan kedua tangannya di bahuku.

 

“ Risung-ah, apa kau mau mendengar saran eonnie?! “

 

Aku mengangguk mengiyakan. Minra eonnie jadi tersenyum melihat responku.

 

“ Setelah ditimbang dan dipikir-pikir, supaya nanti kau tak menyesal pada akhirnya. Lebih baik, kau berpacaran dengan keduanya saja. Eotte?! “

 

Ehhhh???!!!

 

EOOONNIIIIEEEEEE . . . . . . , , ,  . . . . .  , , , , , , . . . .  . . , , ,  , ,  ,. .  . . . . , , , ,  , . . . . , ,  ,

 

 

>>>>>>>>>>>>>>>> 

 

 

** Author’s POV **

 

“ Eottokhae?! Eottokhae ?! Eottokhae?! “

 

Namja berambut cokelat itu bolak-balik dengan wajah gusar. Dia meremas-remas tangannya dengan resah. Kedua alis tebalnya berkerut cemas.

 

“ Eottokhae eottokhae eottokhae ????!!! “

 

Kalimat itu yang terus saja bergumam tak henti dari mulutnya. Sesekali dia berhenti dan memandang namja cantik dihadapannya yang kini tertunduk lemas dengan wajah menyesal.

 

“ EOTTOKHAE . . . . . . ?!?!?!?!?! “ teriak namja itu putus asa.

 

“ Hyung, berhentilah mondar-mandir, bergumam tak jelas apalagi berteriak. “ ujar Jonghyun sambil melepaskan earphone yang terpasang di telinganya.

 

“ Jonghyun-ah,, eottokhae ?! “ tanya namja itu dengan tampang memelas. Yang ditanya hanya bisa menghela nafas berat.

 

“ Aisshh, mollayo “ ujar sang main vocal SHINee itu sambil menggaruk belakang kepalanya tak jelas.

 

Mendengar pernyataan itu, membuat namja pecinta ayam itu mengulangi aktivitasnya lagi, berjalan mondar mandir sambil bergumam tak jelas.

 

Akhirnya namja bertubuh jangkung yang sedari tadi berkutat dengan PSP di tangannya, menarik tangan hyung-nya itu hingga duduk.

 

“ Hyung, aku yang capek melihatmu “ ujarnya dan melanjutkan bermain lagi.

 

“ Minho-yaa “ ucapan memelas serupa keluar lagi dari mulut namja itu.

 

“ Hyung, bukankah tadi kami sudah mengusulkan padamu, karena Taemin sudah terlanjur mengatakannya, maka mau tak mau sekarang kau harus maju “ ucap Jonghyun serius menatap hyung-nya itu.

 

“ Benar hyung, tak ada jalan lain. Kalau di saat ini kau tiba-tiba menghilang tak menghubunginya, maka Risung akan menganggap ucapan Taemin padanya itu hanya main-main. Bisa-bisa nanti saat kau mengatakan hal itu padanya, dia juga berpikir kau main-main “

 

“ ANDWAE . . . . . !!!! “

 

Onew kembali terdiam memikirkan penjelasan dua orang itu, kembali ditatapnya sang tersangka penyebab masalah ini dengan kesal. Aissh, Taeminnie, bagaimana mungkin kau bisa keceplosan mengatakan hal ini pada Risung. -__-

 

“ Tapi, tapi kalian kan tahu, aku sama sekali tak berpengalaman dalam hal ini. “ ujarnya dengan suara berat.

 

“ Bagaimana, bagaimana kalau aku malah akan memperburuk keadaan?! “ sambungnya lagi.

 

Ketiga namja lain yang ada di ruamhgan itu menatap leader mereka dengan mimik prihatin. Aigoo… uri onew hyung -_-

Keempatnya kembali diam, sibuk memikirkan jalan keluar dari masalah itu. Sama sekali tak menyadari namja lain yang berjalan memasuki ruangan itu. Kedua alisnya berkerut menatap hyung dan dongsaengnya yang terlihat sedang asyik berpikir.

 

“ Kalian kenapa?! “

 

Pertanyaannya spontan memecahkan keseriusan empat namja yang lain. Mereka menatapnya ingin minta pendapat.

 

“ Key-ah, bagaimana menurutmu ?! “

 

“ Bagaimana apanya??” tanyanya heran menghadapi sodoran pertanyaan yang tiba-tiba dari Onew.

 

“ Ahh,, anakmu, Taeminnie, keceplosan mengatakan pada Risung kalau Onew hyung menyukainya “ jelas Jonghyun membantu.

 

Namja penyuka warna pink itu terdiam mendengarnya, ekspresinya kosong selama beberapa detik. Tapi kemudian, normal kembali.

 

“ Lalu ?! “ tanyanya cuek.

 

“ Umm, menurutmu apa yang harus kulakukan Key-ah, bagaimana sikapku menghadapi Risung nanti ?! “ tanya Onew lagi.

 

“ Benar, kasihan Onew hyung. Kau kan tahu dia tak ahli dalam hal seperti ini “ tambah Minho prihatin.

 

Key kembali terdiam, tak mengeluarkan suara seperti biasanya. Beberapa saat kemudian dia berbalik, berjalan keluar.

 

“ Umma, eodiga ?! “ tanya Taemin spontan begitu melihat Key berjalan ke arah pintu.

 

“ Umm, aku masih ada urusan “ jawabnya tanpa menoleh.

 

“ Tapi kau belum memberikan pendapat “ ujar Onew pelan tapi cukup terdengar oleh namja itu. Namun, dia terus saja berjalan keluar, tak mengindahkan ucapan sang leader.

 

“ Bagaimana mungkin dia pergi lagi, padahal dia baru saja kembali “ ujar Jonghyun heran. Ketiga namja yang lain mengangkat bahunya tak tahu.

 

“ Lalu, bagaimana sekarang ?! Apa aku benar harus mengatakannya?! “

 

********

 

 

** Risung’s POV **

 

 

Drrt… drrrttt ….

 

 

Dddrrrrrrttttt ….. drrrtttt….

 

Aku tersentak kaget dengan getar dari handphone di saku mantelku. Kubuka flip top hp-ku perlahan. Ada satu pesan dari Taemin,

 

Noona, dimana kau sekarang. Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu “

 

Aku mengerut membaca isi pesan itu. Memangnya ada apa?!

 

Dengan segera aku membalas pesan tersebut, mengatakan aku ada di taman, di tempat biasa.

 

Kulirik jam tangan pink di tanganku. Pukul setengah 4 sore. Hari ini taman terlihat sepi tak seperti biasanya. Huhh,, membuatku jadi tak bersemangat. Tak ada hal-hal menarik yang bisa kuperhatikan kali ini. Bahkan awan putih yang biasanya menghiasi langit sore pun tak ada. Membosankan. . .

 

Aku membuka kembali flip top hp-ku, membuka games scramble yang biasa kumainkan. Hitung-hitung membunuhku waktu.

 

Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahuku pelan. Aku menoleh mendapati Taemin dengan aksesoris penyamarannya tersenyum menatapku. Aku segera berdiri membalas senyumannya, namun senyumku tiba-tiba terhenti karena melihat sosok orang lain dengan penyamaran serupa disampingnya. Mendadak degup jantungku jadi tak karuan. Hey, apa-apaan ini!?

 

“ Noona “

 

“ Annyeonghaseyo Risung-ah “

 

Kedua namja dihadapanku itu tersenyum lebar, aku tersenyum kaku membalas mereka. Entah kenapa aku tak suka dengan keadaan ini.

 

“ Noona, mian. Sebenarnya bukan aku yang ingin bicara denganmu, tapi Onew hyung “

 

Aku menarik kedua sisi bibirku, berusaha tersenyum, mengatasi kegugupanku yang entah kenapa tiba-tiba muncul.

 

“ Apa kita bisa bicara ?! “ ujar namja di hadapanku itu, aku menunduk sejenak, mau tak mau mengangguk. Melihat itu, Taemin pun segera minta diri, meninggalkan kami berdua saja.

 

Ada kekakuan sesaat yang tercipta di antara kami. Kami duduk di bangku taman itu dalam diam tak ada yang membuka suara. Ahh, aku benar-benar benci suasana ini. -_-

 

“ Saat itu aku baru berumur tujuh tahun. Aku sedang berjongkok di samping stand es krim di sebelah sana. Menangisi eskrimku yang jatuh diinjak-injak oleh anak-anak lain yang asyik berkejaran di taman ini. “ tiba-tiba dia mulai membuka suara. Aku menoleh sekedar menatapnya, tapi wajahnya malah menatap langit sore di atas sana.

 

“ Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang usianya lebih muda dariku mendekat, dia ikut berjongkok dan melihatku yang sedang menangis. Kemudian dia bertanya kenapa, saat aku mengatakan bahwa eskrimku jatuh, dia malah menyodorkan sepotong ayam goreng yang dibawanya untukku. “

 

“ Saat itu aku heran, tangisanku pun jadi terhenti. Dengan wajah polosnya dia berkata bahwa eskrim hanya akan membuatku sakit gigi. Aku tak lagi menangis dan pada akhirnya aku malah bersama anak perempuan itu makan ayam goreng kesukaannya. “

 

Dia berpaling dan tersenyum menatapku, senyuman mata bulan sabitnya. Yang entah kenapa, malah membuatku semakin berdebar.

 

Ingatanku berputar kembali ke kejadian yang barusan diceritakannya tadi. Jadi, dia anak lelaki yang waktu itu??!

 

“ Dua hari kemudian, kami sekeluarga pindak ke Incheon, ke rumah nenek, padahal waktu itu aku sangat ingin sekali bertemu lagi dengan anak gadis itu. Selama  jangka waktu beberapa tahun itu, aku benar-benar kehilangan kontak dengannya. Aku tak tahu lagi bagaimana kabarnya. “

 

“ Sampai suatu hari, saat aku sedang berjalan-jalan di taman ini dan menemukan gadis yang selama ini paling kucari. Dia sedang asyik duduk sendiri, mengamati kerumunan orang yang berlalu lalang, mengamati arak-arakan awan putih di langit. Dia benar-benar terlihat begitu tenang dengan hal itu, sampai aku pun tak punya keberanian untuk mengusiknya. “

 

Nafasku tercekat, tak tahu harus berkata apa. Dia menghentikan sejenak ceritanya, menarik nafas kemudian tersenyum menatap jauh ke depan.

 

“ Sejak saat itu, setiap sore, saat ada waktu luang di sela break syuting, aku selalu kemari, sekedar untuk melihatnya. Menemaninya dari kejauhan. Menatapnya dalam diam. Bagiku, itu saja sudah lebih dari cukup. “

Aku hanya bisa diam, entahlah, aku tak tahu harus bicara atau berkomentar apa-apa. Ini benar-benar mengejutkan.

 

“ Risung-ah “

 

Aku menolehkan kepalaku saat dia memanggil.

 

“ Boleh aku minta satu hal padamu ?! “

 

Aku hanya memandangnya dalam diam, takut untuk mengangguk ataupun menggeleng.

 

“ Kumohon, jangan larang aku untuk menyukaimu. Aku tahu, kau sudah punya seseorang yang kau sukai, dan aku takkan memintamu melepaskannya demi aku. Aku hanya ingin kau bisa menerima perasaanku, tanpa ada beban karenanya, tanpa ada rasa bersalah karenanya. “

 

“ Bisa membuatmu mengetahui perasaanku saja itu sudah cukup. Dan apabila kau tak menjauhiku karena perasaan ini, maka itu benar-benar sudah lebih dari cukup. “

 

Aku menatap tepat di matanya, yang balik menatap mataku. Mata itu menghilang membentuk garis lurus seiring dengan lekukan di kedua sudut bibirnya. Dia tersenyum. Senyuman mata  bulan sabit yang selalu dilakukannya. Senyuman mata bulan sabit itu. Kesukaanku.

 

**********

 

 

** Onew’s POV **

 

 

 

“ Aku pulang “

 

Aku membuka pintu dorm SHINee dan mendapati keempat member lain sedang asyik bercengkerama di ruang tengah. Keempatnya segera menghentikan celotehan mereka begitu melihatku,

 

“ Ohh, hyung, eotte ?! “ tanya Taemin yang langsung menghampiriku.

 

Aku menjawab pertanyaannya dengan senyuman, membiarkan wajah mereka dipenuhi kerut-kerut penasaran.

 

“ Yaa~ hyung, apa kau sudah mengatakannya pada Risung ?! “ kali ini suara Jonghyun yang menyahut. Aku terkekeh pelan melihat ekspresi penuh tanya yang tergambar jelas di wajahnya.

 

Dengan langkah pelan, aku berjalan ke dapur, menuju lemari es untuk mengambil minuman. aku menuangkan air dingin ke gelas yang kupegang dan langsung meneguknya. Membiarkan air dingin itu menetralkan debar jantungku yang tak karuan sedari tadi. Aku baru saja meletakkan gelas itu kembali ke meja, saat kusadari sosok kehadiran seseorang di belakangku. Begitu aku menoleh, kudapati sang Almighty menatapku tajam, aku tersenyum dan berjalan melewatinya kembali ke kerumunan anak-anak yang masih penasaran tadi.

 

Namun dia malah menahan langkahku,

“ Hyung “

 

Aku mengerutkan kedua alisku bertanya

 

“ Apa benar kau sudah mengatakan perasaanmu langsung kepada Risung ?! “ tanyanya perlahan.

 

Aku kembali tersenyum mendengar pertanyaannya, anak ini rupanya penasaran juga.

 

“ Ayo, aku ceritakan bersama dengan yang lain “ ajakku sambil menariknya, tapi dia tak juga bergerak. Akupun memandangnya heran. Wae??

 

“ Hyung, apa kau sudah mengatakannya?! “ tanyanya lagi, kali ini dengan ekspresi yang lebih serius.

 

Aku semakin heran dibuatnya, tapi mau tak mau aku pun mengangguk mengiyakan.

 

“ Ne, aku baru saja mengatakannya. Wae ?! “

 

Ekspresi kelam seketika menyelimuti raut wajahnya. Untuk sesaat dia diam tak bersuara. Aku jadi semakin penasaran dengan tingkah anak ini.

 

“ Kibum-ah “

 

Dia masih diam, tak merespon ucapan atau panggilanku.

 

“ Gwaenchana ?! “ tanyaku lagi memastikan.

 

“ Aku tak setuju “

 

“ Eh??! “

 

Dia mengangkat kepalanya, matanya menatap tepat di mataku, tajam.

 

“ Aku tak setuju kau dengan Risung “

 

Kali ini giliran aku yang diam. Apa maksudnya kali ini.

 

“ Wae?! Jangan bercanda. Ayo, biar aku ceritakan kejadian tadi pada kalian “ ajakku sambil berusaha tersenyum. Jujur

saja, aku masih sedikit bingung dengan ucapannya. Apa anak ini sedang mengerjaiku seperti biasanya!?

 

“ Aku serius. Aku tak setuju jika kau menjalin hubungan dengan Risung “

 

Aku spontan menghentikan langkahku mendengar ucapan itu. Dengan lemas aku berbalik menatapnya. Kali ini dia juga ikut-ikutan menatapku dengan tatapan serius.

 

 

“ Wae ?! “ tanyaku lirih. Apa maksud semua ini?!

 

“ Aku menyukainya “

 

“ Ehhh??!! “

 

“ Aku menyukai orang yang juga kau sukai “

 

“ Aku menyukai Shin Ri Sung “

 

 

** to be continued **

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s